Sabtu, 31 Maret 2012

Inilah Drone Israel Masa Depan

israelSatu tahun setelah Israel terkejut karena kehilangan penerbang dan jet tempur akibat rudal Suriah dalam perang 1973, David Harari, seorang insinyur listrik, berhasil memelopori program unmanned aerial vehicle (pesawat tanpa awak/UAV)  di Industri Penerbangan Israel.

Ia mengusulkan keberadaan pesawat tanpa awak sebagai pemantau keamanan. Beberapa tahun kemudian, Harari dan timnya menggulirkan Scout, UAV dengan bobot 200 kilogram yang bisa menjelajah sampai 3.000 meter. Pesawat tanpa awak tersebut meluncurkan operasi perdananya dalam Perang Lebanon 1982.

Pesawat itu mengirim gambar gerakan tentara dan memungkinkan Israel mencapai keunggulan udara lebih dulu dengan menetralkan bateri anti-pesawat Suriah. Peristiwa tersebut juga membuat militer Israel jadi operator pertama UAV di dunia.

"Itu adalah pengungkapan," kata Harari --yang memegang gelar PhD dalam bidang fisika dari Sorbonne. "Tiba-tiba kami menangani medan tempat dengan pola empat dimensi. Dimensi keempat adalah waktu. Itu sepenuhnya mengubah doktrin militer."

Itu memang benar! Skadron pesawat tanpa awak saat ini memikul misi pengawasan oleh IAF, dan menambah lebih banyak jam terbang setiap tahun dibandingkan dengan gabungan operasi pesawat berawaknya, demikian laporan Xinhua.

Dalam beberapa tahun belakangan, skadron itu secara rutin diberi tugas melakukan penerbangan Jalur Gaza untuk memburu kesatuan peluncuran roket Palestina, memimpin helikopter bermeriam dan artileri ke lokasi tempat penyimpanan senjata. Regu tersebut juga dilaporkan terlibat dalam pembunuhan gerilyawan secara "terarah" dan berkala.

UAV juga diduga memainkan peran penting dalam pengumpulan keterangan intelijen sebelum serangan mungkin dilancarkan oleh militer Israel terhadap instalasi nuklir Iran.

Pada Februari 2010, IAI mengirim pesawat tanpa awak Angkatan Udara, Heron TP II. Dengan lebar sayap 26 meter --seukuran Boeing 737-- pesawat generasi keempat dengan teknologi lebih canggih memiliki daya jelajah pada ketinggian 13.500 meter, dan membawa hampir lima ton muatan dan dapat terbang terus-menerus selama 36 jam.

Operasinya dirahasiakan, tapi seorang pejabat IAI mengatakan hubungan Heron dengan komunikasi satelit memungkinkannya untuk menempuh "jarak jauh" dan mencapai setiap negara di wilayah itu.

Vito Palazzolo Tertangkap DI Thailand

Image634688842179900000Kepolisian Thailand menangkap salah satu bankir Italia yang selama ini terlibat dengan kasus pencucian uang mafia Italia. Vito Palazzolo, buron kepolisian Italia diciduk.

Vito Palazzolo ditangkap setelah puluhan tahun lari dari kejaran pihak kepolisian Italia. Vito sempat kabur ke Afrika Selatan dan mengganti namanya menjadi Robert von Palace Kolbatschenko. Pihak kepolisian Italia berhasil melacak keberadaan Vito dari jejaring sosial milik teman dan keluarganya.

Sebelumnya Vito Palazzolo telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara atas keterlibatanya dengan mafia Italia. Vito dituduh terlibat dalam Jaringan Pizza, yaitu operasi mafia yang menyelundupka obat ke Amerika Serikat pada tahun 1970 dan awal 1980, dengan menggunakan restoran pizza sebagai kedok.

Vito dianggap sebagai bagian dari mafia Cosa Nostra Sisilia, ia berperan melakukan pencucian uang hasil kejahatan kelompok mafia tersebut. Namun Vito membantah semua tuduhan tersebut. Media Thailand melaporkan negara itu telah menyetujui ekstradisi Vito ke Italia. Namun, pengacara Vito bersikukuh Vito merupakan seorang warga Afrika Selatan.

Inilah Kapal Selam Nuklir Buatan India

kapalselmaIndia dalam waktu dekat akan mengoperasikan dua kapal selam bertenaga nuklir setelah INS Arihant, kapal selam nuklir buatan asli India, resmi dioperasikan. Demikian ditegaskan Kepala Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) VK Saraswat, Sabtu (31/3/2012).

"INS Arihant sudah memasuki tahap lanjut. Kapal selam ini akan siap dioperasikan dalam beberapa bulan mendatang," tutur Saraswat, seperti dikutip harian The Economic Times di India.

Selain Arihant, India juga akan mengoperasikan Nerpa, kapal selam nuklir kelas Akula II dari Rusia yang disewa India selama 10 tahun. Kapal Rusia tersebut akan diberi nama INS Chakra.

Saraswat juga mengatakan, pihaknya telah menguji coba rudal Sagarika K-15 yang nantinya akan melengkapi persenjataan INS Arihant. Lebih dari 10 uji tembak rudal tersebut telah dilakukan di Teluk Bengala. Rudal tersebut memiliki jarak tembak 700 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.000 kilogram.

CIA Dan Polandia Operasikan Penjara Rahasia

ciaKonspirasi.com,- Selama bertahun-tahun Polandia dikabarkan menerima Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA), mengoperasikan penjara rahasia di sebuah danau terpencil di negara tersebut. Kini kebenaran mengenai hal tersebut terungkap.

Lewat debat politik yang berlangsung pekan ini, terungkap bagaimana dramatisnya mengenai dugaan tersebut telah berubah. Sebelumnya, tuduhan penjara rahasia tersebut dianggap terlalu mengada-ada.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk bahkan hampir dekat mengakui bahwa AS memang membangun fasilitas interogasi rahasia bagi tersangka teroris pada 2002 dan 2003 lalu. Beberapa politisi menyebut pembangunan fasilitas itu dilakukan karena tidak ingin melawan sikap keras dari mantan Presiden AS George W Bush terhadap terorisme.

Namun politisi setempat sering diwarnai dengan kekecewaan terhadap Washington. Mereka menilai Negara Adidaya tersebut yang meninggalkan Polandia dalam posisi sulit tentang isu ini.

PM Tusk mengatakan, penyelidikan tengah dilakukan mengenai kasus ini. "Polandia tidak akan menjadi negara, dimana politisi melakukan kesepakatan tersembunyi dan menganggap hal itu tidak pernah terjadi," ujar PM Tusk seperti dikutip Associated Press, Sabtu (31/3/2012).

"Polandia adalah negara demokrasi dimana kedaulatan nasional dan internasionalnya harus diperhatikan. Ini (penjara CIA) adalah sebuah isu yang harus dijelaskan. Tidak boleh ada keraguan di Polandia ataupun di seberang lautan (AS)," jelasnya.

Bagi sebagian pihak, ucapan PM Tusk menunjukkan kebenaran bahwa Polandia memang mengizinkan AS untuk menjalankan penjara rahasia itu. Di dalam penjara tersebut, tersangka teroris menjalani proses interogasi yang kejam dan dianggap oleh kelompok pemerhati HAM sebagai tindakan penyiksaan.

Sebelum pejabat Polandia dan rakyatnya sendiri menentang adanya penjara CIA tersebut dan masalah ini dianggap absurd, bahkan setelah PBB dan Dewan Keamanan Eropa mengatakan, mereka memiliki bukti mengenai keberadaan penjara itu.

Para pejabat Polandia bahkan menolak imbauan desakan dunia internasinal untuk melakukan penyelidikan. Namun, penyelidikan ini baru mendapatkan perhatian serius saat Kejaksaan Polandia membuka kasus tersebut pada 2008 lalu.

Terobosan pun terungkap pada Selasa 27 Maret lalu, saat suratkabar Gazeta Wyborcza melaporkan bahwa kejaksaan telah mendakwa mantan Kepala Intelijen Zbigniew Siemiatkowski, yang mengizinkan pembangunan penjara tersebut. Siemiatkowski didakwa telah merampas kemerdekaan dari tahanan perang dengan mengizinkan hukuman penyiksaan.

Siemiatkowski sendiri menolak berkomentar mengenai masalah ini. Dirinya mengaku telah mengambil surah rahasia menyangkut isu penting tersebut.

Jumat, 30 Maret 2012

Puluhan Pemberontak Suriah Serahkan diri

Sebanyak 80 teroris bersenjata di kota Saraqib di Propinsi Idlib, utara Suriah, menyerahkan diri kepada aparat keamanan negara ini.

Fars News (30/3) melaporkan, para teroris bersenjata itu setelah menyerahkan diri, dibebaskan karena tidak memiliki catatan tindakan kriminal dan keterlibatan mereka dalam pembunuhan warga sipil.

Hingga kini banyak anggota kelompok bersenjata yang telah menyerahkan diri kepada aparat keamanan Suriah yang telah dibebaskan.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Suriah menggelar operasi pembersihan kota Saraqib dari oknum-oknum teroris.

Kelompok orang bersenjata di wilayah barat laut Suriah mendapat dukungan dari Turki dan sampai saat ini militer Suriah telah berhasil empat kali menggagalkan upaya mereka untuk menyusup ke wilayah Suriah. Banyak oknum teroris yang tewas dan cedera dalam bentrokan tersebut. Jenazah teroris yang tewas dalam bentrokan di perbatasan Suriah itu langsung diangkut oleh kendaraan militer Turki. (IRIB Indonesia/MZ)

Antara Cocos, Amerika dan Protes Indonesia

Rencana Amerika Serikat (AS) membuka pangkalan militer di kepulauan Cocos di Australia menuai protes dari Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia (RI) memprotes rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Australia membangun sebuah pangkalan militer di kepulauan Cocos, Australia. Rencana tersebut dianggap mengganggu kedaulatan karena kepulauan Cocos hanya berjarak 3.000 kilometer dari wilayah teritorial Indonesia.

Ungkapan protes RI disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. "Pemerintah Indonesia memprotes sikap pemerintah AS berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pemantauan pesawat dan radar" ungkap Suyanto seperti diberitakan dalam Xinhuanet, Kamis (29/3/2012). "Setiap negara memiliki hak untuk melindungi kedaulatan mereka," ujar Suyanto seperti dikutip dalam nota protes.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith telah mengatakan bahwa pemerintah Australia bersedia meminjamkan kepulauan Cocos untuk dijadikan pangkalan bagi pesawat pengintai AS. Rencana ini memang belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Jika AS benar-benar ingin merealisasikan keinginannya, maka pangkalan AS yang berada di kepulauan Diego Garcia, Samudra Hindia akan ditutup. Pangkalan ini merupakan pangkalan yang disewa oleh basis militer AS dari Inggris.

Pulau Cocos terletak di sisi barat pulau Hindia, bagian selatan dari pulau Indonesia di Sumatera. Media AS melaporkan bahwa pulau ini adalah tempat yang ideal untuk mengakomodasi pesawat pengintai dan juga Drone Global Hawk, pesawat pengintai tanpa awak yang dioperasikan oleh angkatan udara AS. Pulau ini pun lebih dekat ke Indonesia ketimbang Australia. Hal inilah yang mendorong Jakarta melayangkan protesnya dan menilainya mengancam keamanan wilayahnya.

Indonesia pun berencana melayangkan protesnya ke Washington. Ulah AS tidak sebatas ini, sebelumnya Gedung Putih menandatangani kesepakatan dengan Canbera untuk mengirim marinir AS ke Australia dan ditempatkan di pangkalan militer di utara negara ini yang berjarak sekitar 800 km dari Indonesia. Tentu saja ulah AS dan Australia langsung dibalas protes oleh Indonesia.

Namun demikian sepertinya Australia tidak pernah memandang sebelah mata kepada Indonesia. Buktinya Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith pada Rabu (28/3) menyatakan kesediaan pemerintahannya meminjamkan Pulau Cocos kepada AS untuk menjadi pangkalan pesawat pengintainya. Meski AS menyatakan bahwa penempatan perisai rudal di negara Asia dan penerbangan pesawat mata-mata di kepulauan Samudera Hindia ditujukan untuk mengawasi Cina, namun negara kawasan terutama Indonesia yang jaraknya cukup dekat dengan pangkalan tersebut sangat khawatir.

Dari sisi ekonomi, negara kawasan yang melihat laju perekonomian di timur dan tenggara Asia hingga kini bergantung pada stabilitas kawasan mulau merasa khawatir dengan sikap Washington dan menilai hal ini sebagai ancaman serius bagi perekonomian mereka. Di antara negara kawasan, Indonesia yang memiliki jalur lalu lintas internasional khususnya jalur laut Malaka lebih khawatir dibanding negara lainnya.

Di kamus strategi militer AS di kawasan yang berusaha mengepung Cina, negara-negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan dan sejumalh negara Asia Tenggara memiliki peran menentukan. Namun penentangan yang semakin hebat dari bangsa kawasan khususnya, rakyat muslim Indonesia terhadap langkah intervensif Washington di kawasan ini memaksa Gedung Putih menggandeng Canberra dan membujuk negara ini mengizinkan pembuatan pangkalan militer di dekat Indonesia.

Menurut para pengamat politik, AS tengah mengejar ambisinya di kawasan dengan meningkatkan kerjasamanya dengan Australia serta sejumlah negara kawasan lainnya. Pertama, AS berusaha melindungi sejumlah negara kawasan yang terlibat sengketa dengan Cina terkait kepemilikan sejumlah pulau dengan menambah personil militernya di kawasan serta berusaha mengacaukan stabilitas keamanan regional. Kedua, ketika instabilitas keamanan di kawasan telah terjadi maka terpaksa negara Asia Tenggara akan merengek kepada Washington untuk menjalin kerjasama militer.

Menurut para pengamat, Australia dari satu sisi terpaksa meningkatkan hubungan militernya dengan AS dan dari sisi lain berusaha mencegah kerugian akibat hubungannya dengan negara kawasan termasuk Cina yang menjadi mitra dagang terbesar Canbera. Oleh karena itu, selain mendapat protes dari Indonesia, Australia juga harus bersiap-siap mendapat kecaman dari Cina.

Israel Bubarkan Demo di Al-Quds, Ratusan Korban Terluka

Aksi unjuk rasa memperingati Hari Bumi di Palestina dan di seluruh dunia diwarnai oleh bentrokan sengit di Al-Quds.

Pasukan Israel melakukan kekerasan terhadap aksi tersebut yang menyebabkan terlukanya 23 warga dan 45 warga ditangkap dari mereka yang dilarang oleh Israel untuk shalat di Masjid Al-Aqsha.

Termasuk yang terluka adalah Hatim Abdul Qadir, Menteri Urusan Al-Quds yang mengundurkan diri dari pemerintah Fayyadl. Selain itu ada 18 korban luka yang dievakuasi ke RS di kota tersebut, 6 di antaranya di RS Maqasid Islam.

Sebelumnya, pasukan Israel penjaga perbatasan telah memotong orasi yang disampaikan oleh kepala daerah Al-Quds Ir. Adnan Husaini dan mereka membubarkan para pengunjuk rasa di gerbang Amod tempat bermulanya aksi tersebut di Al-Quds. Israel juga menangkap langsung 11 pengunjuk rasa.

Bentrokan juga terjadi di perkampungan Thur dan lembah Joza. Mereka melempari mobil-mobil Israel dengan batu dan pecahan kaca. Di kampung Sa�vat dan Silwan, pasukan Israel memperketat penjagaan. Namun warga Palestina melempari sejumlah bus Israel dan warga Yahudi dengan batu dan kaca.

Di Qalanda, pasukan Israel juga menyerang dan menghalangi warga Tepi Barat menuju Al-Quds. Pasukan Israel menghujani pengunjuk rasa ini dengan gas air mata. Akhirnya 120 warga kebanyakan pemuda mengalami sesak nafas atau luka.

Bentrokan juga terjadi di selatan Al-Quds dan di perbatasan dengan Betlehem. Usai shalat Jumat, pasukan Israel menaikkan tingkat siaga menjadi paling tinggi di unit pasukan perang.

Ny. Clinton Dan Abdullah Bicarakan Sanksi Pada Suriah

Menteri Luar Negeri AS Nyonya Hillary Rodham Clinton dilaporkan telah bertemu dengan Raja Saudi Arabia, Abdullah, pertemuan tersebut adalah bagian dari kunjungan yang bertujuan menekan dan meruntuhkan pemerintah Suriah. Selain itu, AS juga mengemis kepada Arab Saudi untuk tidak memangkas produksi minyak dan menetralisir dampak harga minyak jika negara-negara konsumen melepaskan cadangan minyak strategis.

Menteri Pertahanan Saudi Salman bin Abdul Aziz, Menteri Luar Negeri Saud al-Faisal dan Kepala Intelijen Kerajaan, Mogran bin Abdul Aziz, juga hadir dalam pertemuan hari Jumat yang di gelar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Press TV melaporkan, Sabtu, 31/03/12.

Pembantu Clinton mengatakan pertemuan itu memfokuskan pada sanksi lebih lanjut terhadap Suriah dan menemukan formula strategis untuk membantu oposisi Suriah, AFP melaporkan.

Pada hari Sabtu, 31/03/12, sekretaris negara AS juga dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tingkat menteri pertama pada forum strategis negara-negara Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC), yang akan diselenggarakan di Riyadh menjelang apa yang mereka sebut dengan istilah pertemuan "Sahabat Suriah" kedua pada hari Minggu di Istanbul, Ankara, Turki.

Menteri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab dijadwalkan akan hadir dalam pertemuan Sabtu.

Awal pekan ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland di Washington mengatakan, bahwa pertemuan Sabtu akan membahas "kerja sama misil pertahanan dengan beberapa negara Arab."

Pada hari Rabu kemarin, Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali menegaskan dukungan pemerintahnya atas rencana perdamaian enam poin yang diusulkan oleh utusan khusus PBB bersama Liga Arab, Kofi Annan, dan mengatakan, Damaskus akan melakukan segala upaya untuk memastikan keberhasilannya.

Arab Saudi dan Qatar dilaporkan malah mempersenjatai kelompok teroris di Suriah.

Sementara itu, pertemuan puncak Liga Arab di Baghdad, Kamis kemarin menyatakan dukungan atas rencana Annan untuk memulihkan perdamaian di Suriah, dan menolak intervensi asing di negara itu serta menyerukan "solusi politik dan dialog nasional untuk melestarikan kesatuan Suriah". [Islam Times/on/Press TV]

Berakhirnya Krisis dan Tantangan Baru Suriah

Pertempuran untuk menggulingkan pemerintah Suriah sudah berakhir, sementara perjuangan baru telah dimulai guna menstabilkan keadaan, menyajikan visi di balik proses perubahan dan mencegah mereka yang ingin menghalangi terwujudnya proses itu, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah.

Ketika berbicara melalui stasiun TV resmi, Jumat malam, Jihad Makdissi menegaskan kewajiban pemerintah untuk menjelaskan kepada rakyatnya latar belakang keputusan politik dan diplomatik serta isi dari misi utusan gabungan PBB-Liga Arab Kofi Annan, selain alasan pemerintah menyetujui misi Annan.

Selama pertemuan tingkat tinggi Arab di ibu kota Irak, Baghdad, Kamis, para pemimpin Arab mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad agar segera bertindak guna menerapkan rencana perdamaian dukungan PBB yang disampaikan oleh Annan.

Awal pekan ini, Annan mengumumkan Suriah telah menerima baik rencana enam pasalnya guna mengakhiri kerusuhan. Rencana itu meliputi komitmen untuk mengakhiri kerusuhan, mengizinkan bantuan kemanusiaan dan mengizinkan protes.

Di dalam komentar terbuka pertamanya mengenai rencana perdamaian itu, Bashar, Kamis, mengatakan negaranya tak menyia-nyiakan upaya untuk membuat misi Annan berhasil, demikian laporan Xinhua.

Namun, ia tampaknya menetapkan persyaratan bagi penerapannya dengan mengatakan "Suriah telah memberitahu Annan mengenai persetujuannya bagi rencana tersebut dengan beberapa pernyataan". Bahar menyerukan pelaksanaan konsultasi menyeluruh tentang perincian yang berkaitan dengan penerapannya sesuai dengan pemahaman bersama agar kelompok bersenjata tak mengeksploitasi suasana dalam pelaksanaan komitmen oleh pemerintah.

Krisis di Suriah telah meluas jadi bentrokan bersenjata, saat pemrotes dan tentara pembelot mengangkat senjata guna menghadapi apa yang mereka katakan sebagai penindasan oleh pasukan pemerintah terhadap pemrotes. Beberapa kelompok keagamaan juga bergabung dalam pertempuran melawan pemerintah.

PBB, Selasa (27/3), menyatakan jumlah orang yang tewas sejak kerusuhan meletus pada Maret tahun lalu telah melebihi 9.000. Sementara itu pemerintah Suriah menuduh kelompok ekstrem yang didukung negara regional dan internasional sebagai penyebab jatuhnya korban jiwa, dan menyatakan lebih dari 2.500 prajurit serta personel keamanan telah tewas selama krisis satu tahun tersebut.

Serang Iran, Israel Bakal Alami Malapetaka

Menyusul rencana untuk menyerang Iran, Israel diingatkan agar bersiap menghadapi bencana.

Mantan pejabat militer Israel, Shaul Mofaz, menilai Israel harus mewaspadai konsekuensi bencana akibat operasi militer prematur terhadap Iran. ''Israel harus melihat semua opsi terbuka dan solusi militer seharusnya menjadi langkah terakhir,'' ujar Mofaz.

''Jika Tuhan melarang, namun seluruh panah sudah terlepas dari busurnya dan bilah pedang ada di leher kita sementara AS tak melakukan tugasnya, maka operasi militer menjadi langkah terakhir,'' kata Mofaz.

Ayatullah Seyyed Ali Khamenei sendiri menegaskan berulang kali bahwa Iran akan membalas serangan jika digempur oleh AS atau Israel. ''Kami tak punya senjata militer dan tak membangunnya juga. Namun, kami akan membela diri jika AS atau Zionis menyerang,'' tegasnya.

Kamis, 29 Maret 2012

Kenaikan BBM Alasan Subsidi Itu Kebohongan Publik!!

Menteri Koordinator Ekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik Kian Gie, mengungkapkan, alasan pemerintah menaikkan harga BBM demi memenuhi subsidi adalah bohong.

Menurut Kwik, hal itu bisa dibuktikan dengan beberapa bukti dari dokumen menteri keuangan sendiri. "Saya bisa membuktikan kalau pemerintah bohong, jika kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi subsidi," ujarnya dalam pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Gedung Dakwah Jakarta, Kamis (29/3) malam.

Pembuktian itu, kata dia, bisa terlihat dari dokumen menteri keuangan mengenai skenario APBN 2012 migas. Menurut dia, sebenarnya pemerintah telah mendapatkan dua pemasukan dan dua pengeluaran biaya subsidi dalam setahun.

Namun, jumlah pemasukan yang diterima pemerintah lebih besar dari jumlah pengeluaran. Hal itu bisa dilihat dari pemasukan yang berasal dari pajak penghasilan (PPH) migas dan penerimaan sumber alam migas serta pengeluaran untuk subsidi dan biaya yang harus dikeluarkan negara. Jadi, sangat tidak masuk akal jika pemerintah harus menaikkan harga BBM untuk memenuhi biaya subsidi yang kurang.

"Kelebihan uang yang diterima dari pemasukan sebesar Rp 96,7878 trilyun," ungkap Kwik. Menurut dia, pemerintah berbohong jika kenaikan BBM dilakukan untuk memenuhi subsidi yang kurang.

Percakapan antara Djadjang dan Mamad

Oleh Kwik Kian Gie

Pemerintah berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium, karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.Apakah benar begitu ?

Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj) seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang Doktor yang pandai menghafal.

Dj : Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ?

M : Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengadakan bensin. Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : "Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM."

Dj : Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500 ? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan perhitungannya bagaimana ?

M : Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga minyak mentah USD 80 per barrel. Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 = Rp. 628,93 � kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80 per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x 10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500. Jadi rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 � Rp. 4.500). Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi.

Dj : Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang ditentukan oleh orang lain ?

M : Lalu, harus dihargai dengan harga berapa ?

Dj : Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 � Rp. 630 = Rp. 3.870 per liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ? Kenapa harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000 ?

M : Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp. 5.000 (setelah dibulatkan ke bawah).

Dj : Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia ?
M : Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2. Bunyinya : "Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar." Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX ? Jadi harga yang ditentukan di sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga pokok.

Dj : Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya korporat asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut. Mengapa bangsa Idonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX ? Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : "Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : "Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia."

M : Kan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP) ?

Dj : Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih berbunyi : "Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, keuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN". Maka sampai sekarang istilah "subsidi" masih dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX.

M : Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan "menghapus subsidi" itu bertentangan dengan UUD kita ?

Dj : Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia. Menurut saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka pompa bensin dan dapat untung dari konsumen bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron.
M : Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630 per liternya ?

Dj : Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD kita juga tidak pernah berpikir begitu. Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pemerintah menentukan harga atas dasar kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi : "Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" Dengan harga Rp. 2.700 untuk premium, harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol, tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 � Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima. Harus disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp. 600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas dibulatkan menjadi Rp. 4.500.

Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD 80 per barrel pemerintah tidak terima lagi, karena maunya yang menentukan harga adalah NYMEX, bukan bangsa sendiri.
Dalam benaknya, pemerintah maunya dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel, sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu:
Harga minyak mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel. Per liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660 Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX.

M : Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar dibandingkan dengan produksi.

Dj : Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor

Agenda terselubung dibalik Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM dituding sebagai �agenda terselubung� untuk mengegolkan program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) bagi kepentingan partai politik (parpol) tertentu. Tujuannya, mengulangi kesuksesan proyek BLT 2008, sehingga kenaikan BBM per 1 April menjadi keharusan.

Tudingan tersebut dilontarkan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, karena program BLSM hanya menguntungkan parpol tertentu.

"Ada agenda terselubung, yakni proyek Bantuan Langsung Sementara (BLSM) untuk kepentingan partai politik tertentu yang ingin mengulangi kesuksesan proyek BLT 2008, maka kenaikan BBM merupakan keharusan," kata Bambang kepada gresnews.com, Jakarta, Kamis malam (29/3).

Ia mengatakan, BLSM hanya menguntungkan partai tertentu.

"Secara politik kenaikan harga BBM untuk proyek BLSM bagi anggota partai koalisi lainnya tidak ada untungnya sama sekali. Bahkan, sebaliknya," ujar anggota Komisi III DPR RI itu.

Menyadari agenda terselubung tersebut, Partai Golkar menyadari dan tak ingin tertipu dengan partai yang keukeuh menaikan harga BBM.

Ditolak kader Golkar
Partai Golkar, kata dia, menolak untuk mendukung kenaikan BBM karena mayoritas anggota FPG dan kader PG seluruh Indonesia tidak setuju kenaikan BBM.

"Karena itu diyakini akan menyengsarakan rakyat. Tidak sedikit yang mengkhawatirkan juga slogan �suara Golkar suara rakyat� menjadi tidak bermakna dan upaya merebut hati rakyat melalui berbagai program dan kerja keras turun ke bawah akan sia-sia," ungkap Bambang.

Bahkan menurutnya, usulan pemerintah atas kebijakan kenaikan BBM sangat dipaksakan, mengingat kalau hanya sekedar menutup kekurangan subsidi BBM, dari sisa anggaran 2010 yang tidak terpakai Rp51 triliun, pemotongan/penghematan belanja K/L 2011 sebesar Rp18,8 trikun, pengurangan cost recovery, tambahan pajak.

"Masih mencukupi tanpa menaikan harga BBM. Kalau mendukung kenaikan BBM, partai-partai itu pasti akan ditinggalkan konstituensi," sebut Bambang.

Sumber: Gresnews.com

Membongkar Kebencian Inggris Terhadap Islam

Fitnah Barat terhadap Islam telah terjadi sejak lama. Fitnah tersebut amat kejam dan tidak dapat dibenarkan. Pada tahun 1978, Edward Said dalam bukunya yang berjudul "Orientalism", menjelaskan penafsiran dunia Barat yang keliru terhadap dunia Timur, terutama Timur Tengah.

Dalam buku "Culture and Imperialism" (1993), Edward Said memperluas argumen inti orientalisme untuk menunjukkan hubungan yang kompleks antara Timur dan Barat dengan mengacu pada penjajah dan terjajah, "The Familiar (Eropa, Barat, kita) dan The Strange (Oriental, Timur , mereka)."

Dia menjelaskan keunggulan budaya Barat dibandingkan dengan budaya Muslim yang inferior. Muslim digambarkan sebagai teroris pelempar bom yang berbahaya, sehingga mereka menjadi sasaran empuk atas tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.

Ramsey Clark, Mantan Jaksa Agung Amerika Serikat dan juga pendiri Internasional Action Center (IAC) adalah seorang aktivis yang berkomitmen terhadap keadilan sosial, ekonomi, politik, dan ras. Dalam pesan tahun barunya, Clark mengungkapkan kekhawatiran dan harapan terkait dengan masa depan.

Dia mengatakan, selama satu tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kebencian terhadap Islam, hal itu disebabkan adanya propaganda sebagian besar media fanatisme anti-agama ini. Amerika dan sekutu-sekutu Barat dengan mengusung slogan "perdamaian" dan tanpa mengindahkan hukum yang berlaku, telah menyerang dan menduduki negara-negara Muslim terlebih dahulu. Padahal negara-negara itu bukan merupakan sebuah ancaman bagi mereka.

Khususnya pasca peristiwa 11 September, mereka dengan kejam menargetkan Muslim demi kepentingan politik dan secara membabi buta menerapkan langkah tersebut di seluruh Amerika, benua Eropa dan Inggris, di mana telah mengorbankan pria dan wanita yang tidak bersalah. Tanpa memperhatikan nilai-nilai demokrasi dan keadilan, umat Islam dituduh dengan tuduhan palsu dan dipenjarakan karena kejahatan yang tidak mereka rencanakan atau lakukan. Anehnya, media justru mendukung dengan memberitakan terpidana dengan dakwaan palsu. Sementara, masyarakat tidak menyadari bahwa dugaan ancaman tersebut adalah kebohongan dan hingga kini hal itu terulang tanpa henti.

Tidak heran jika mantan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi pernah mengatakan kepada masyarakat Kuala Lumpur bahwa fitnah terhadap Muslim adalah suatu hal yang tidak bertanggung jawab.

Dia menambahkan bahwa tuduhan palsu dan kebencian adalah arus utama yang tersebar luas di masyarakat Barat. Seharusnya Barat memperlakukan Islam sebagaimana perlakuan yang diinginkannya dari Islam kepada mereka dan sebaliknya. Kedua belah pihak harus menerima satu sama lain dan setara.

Islamphobia di Media Inggris
Pada bulan Januari 2007, laporan Islamic Human Rights Commission (IHRC) yang berjudul "Media Inggris dan Representasi Muslim: Demonisasi Ideologi" (The British Media and Muslim Representation: The Ideology of Demonisation) membenarkan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa Muslim di Inggris percaya media di negara itu dengan tidak akurat menggambarkan mereka dan agama mereka secara tidak benar dan tidak adil.

Pada tahun 2008, Channel 4 televisi dokumenter "Dispatches", yang didasarkan pada sebuah dokumen Peter Oborne dan James Jones berjudul "Muslim dalam pengepungan" (Muslim under Siege), mengungkapkan kepada masyarakat bagaimana media Inggris dan tokoh politik menyebarluaskan pandangan-pandangan Islamphobia seperti yang terjadi di Amerika, di mana muslim difitnah sebagai teroris.

Sejak tahun 2000, riset-riset di Inggris menunjukkan bahwa sebagian besar laporan media menggambarkan Muslim sebagai sesuatu yang berbahaya, terbelakang, irasional, ekstrim, tidak sesuai dengan norma-norma Inggris, dan cenderung untuk melakukan tindakan terorisme.

Terdapat dua tabloid terkait islamphobia ini, termasuk seorang penulis di The Guardian, Polly Tonybee. Dalam tulisannya, dia mengatakan, "Saya adalah seorang Islamophobia dan saya bangga karenanya."

Sementara itu, di tabloid The Independent, Bruce Anderson menulis, ada sebuah kekhawatiran yang sangat kuat bahwa imigran Muslim diperkuat oleh tekanan politik dan pada akhirnya oleh terorisme, suatu saat akan berhasil mengubah karakter peradaban Eropa dan tidak akan dapat dihentikan, dimana tentara-tentara Islam telah gagal mewujudkannya.

Martin Amis, seorang penulis di koran The New York Times, menulis, "Ada dorongan yang pasti - tidakkah Anda memilikinya? Komunitas muslim harus mengalami penderitaan untuk mendapatkan rumah mereka sesuai dengan aturan yang berlaku."

Dokumen "Muslim under Siege" menjelaskan bahwa, Islamophobia adalah kekuatan yang luar biasa untuk penyatuan budaya publik Inggris. Islamphobia tidak hanya mendatangkan orang-orang liberal progresif seperti Polly Toynbee bersama-sama dengan para kolumnis politik yang konservatif seperti Bruce Anderson. Islamophobia juga digunakan untuk mendata militan ateis dengan umat Kristen.

Selain itu, situasi tersebut dimanfaatkan oleh oportunis politik yang secara salah mengaitkan Muslim dengan terorisme dan mengambil keuntungan dari sentimen publik terhadap kehadiran Muslim di Inggris.

Dalam dokumen "Muslim under Siege", Oborne dan Jones mencatat bagaimana arus utama masyarakat selama berabad-abad menjadikan pendatang sebagai sasaran untuk kebencian dan penghinaan, sebab mereka dianggap mengancam identitas Inggris. Target Sebelumnya meliputi Katolik, Yahudi, Perancis, Jerman dan para gay. Hari ini Muslim menjadi musuh nomor satu bagi masyarakat seperti di Amerika.

Umat Islam difitnah karena iman mereka dan dianggap sebagai bahan cemoohan oleh wartawan dan oportunis politik yang membencinya. Mereka telah berhenti memfitnah orang Yahudi dan kulit hitam, dan saat ini perhatian terfokus pada Muslim. Para politisi mainstream juga menjadikan Islamphobia sebagai bentuk kefanatikan. Mereka percaya, sebagaimana Ketua Partai Nasional Inggris (BNP), Nick Griffin, bahwa kita harus memposisikan diri untuk mengambil keuntungan demi kepentingan politik kita sendiri, di mana gelombang permusuhan publik terhadap Islam saat ini sedang ditingkatkan oleh media massa.

Griffin dan yang lainnya mengutip buku Bat Ye'or, berjudul, "Eurabia: The Euro-Arab Axis", mengatakan, Eropa akan menjadi Eurabia, di mana orang Kristen dan Yahudi akan menjadi warga kelas dua karena adanya mayoritas Muslim baru.

Dia melihat seluruh Eropa akan menjadi ladang Islam yang mengancam budaya mainstream tradisonal. Ini adalah trik singkat untuk menghasut opini tentang serangan teror guna menjustifikasi perang Inggris terhadap Islam dan mengulang taktik serupa di Amerika dan seluruh Eropa.

Suasana mencekam, pengungkapan teror, penyebutan nama, dan berbagai kecurigaan yang dibesar-besarkan, sering muncul di dalam pemberitaan media. Banyak laporan seperti itu yang muncul secara berkala, seperti halnya yang disebutkan dalam artikel di The London Independen pada tanggal 28 Maret 2009. Artikel tersebut berjudul, "Polisi mengidentifikasi 200 anak yang berpotensi sebagai teroris." Dalam artikel itu disebutkan bahwa 200 anak sekolah di Inggris, sebagian masih berusia 13 tahun, telah diidentifikasi memiliki potensi sebagai teroris. Langkah itu atas dasar skema polisi yang bertujuan untuk mengenali anak muda yang rentan terhadap radikalisasi Islam.

Norman Bettison, pejabat paling senior di Inggris terkait urusan pencegahan teror, mengatakan, Asosiasi Pejabat Kepala Polisi (ACPO) meminta guru, orang tua dan tokoh masyarakat lainnya untuk memantau tanda-tanda adanya pandangan ekstrim, di mana menunjukkan indikasi adanya anak-anak muda yang sedang dipersiapkan oleh kelompok radikal.

Bettison menjelaskan, apa yang akan sering terlihat secara alamiah adalah apa yang mungkin dianggap sebagai rasisme dan pengadopsian sikap buruk terhadap Barat.

Dia menambahkan, kami menargetkan penjahat dan calon teroris yang kebetulan "cloaking diri" dalam retorika Islam.

Seorang juru bicara The Home Office (Departemen utama pemerintah terkait imigrasi dan paspor, kebijakan obat-obatan, anti-terorisme, polisi, sains dan penelitian mengatakan, "Kami berkomitmen untuk menghentikan orang-orang yang menjadi atau mendukung teroris atau bahkan ekstrimis kekerasan, meskipun situasi di Inggris sama seperti di Amerika, di mana tidak sedang menghadapi ancaman teror."

Klaim itu sepenuhnya tidak benar dan dilakukan hanya untuk keuntungan politik. Akibatnya, Muslim dijadikan kambing hitam. Laporan media Inggris seperti media AS, secara salah memvonis Muslim dengan berbagai tuduhan, dan masyarakat tidak pernah mengetahuinya.

Sebelumnya, sebuah artikel membahas sebuah plot palsu terkait teror London, di mana dapat diakses melalui laporan yang menjelaskan bahwa di Amerika dan Inggris, para kooperator pemerintah dibayar untuk menjebak dan memberikan kesaksian palsu terhadap Muslim yang ditargetkan. Hal itu seperti dalam sebuah kasus pemboman yang disebut "London Fertilizer" yang memanfaatkan Junaid Babar, yaitu sebuah karakter yang meragukan dari media Inggris yang dijuluki "Supergrass." Kasus tersebut kemudian dibesar-besarkan.

Pada tahun 2004, Junaid Babar setuju untuk bekerja sama dengan agen FBI setelah didakwa pada bulan Juni. Dia kemudian mengaku bersalah atas empat tuduhan berkonspirasi guna menyediakan dan mencoba untuk menyuplai bahan pendukung atau sumber daya bagi teroris. Tuduhan kelima, terkait keterlibatannya dalam penyediaan dana, barang, atau jasa yang menguntungkan al-Qaeda. Sebagai imbalan pengurangan hukuman, dia diminta untuk memberikan bantuan besar, termasuk penjebakan dan bersaksi terhadap Muslim yang ditargetkan.

Dia juga dimanfaatkan dalam kasus "London Fertilizer". Kasus tersebut melibatkan setengah ton amonium nitrat, yang diduga untuk meledakkan sebuah pusat perbelanjaan London, klub malam dan target lainnya. Meskipun tuduhan itu sepenuhnya tidak benar dan tidak ada plot serta kejahatan, namun para tersangka pembom dihukum dan dipenjara.

Pada tanggal 28 Desember , penulis New York Times, Sheryl Stolberg terkait artiker berjudul, "Tim Traveling Obama tetap fokus terhadap teror," mengatakan, saat berlibur, Obama memiliki kemampuan "suara yang aman dan dapat diandalkan" untuk tetap kontak dengan penasihatnya terkait setiap berita terkini. Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran tentang terorisme di Eropa telah melonjak, di mana para pejabat intelijen melaporkan bahwa perbincangan meningkat pada tahap ancaman.

Tidak peduli seberapa besar kepalsuan pemberitaan media massa, namun ketakutan di Amerika, Eropa dan Inggris telah menjadi isu nasional. Peringatan atau penangkapan baru-baru ini, telah dibuat di Spanyol, Jerman, Belanda, Denmark dan Inggris.

Pada tanggal 29 Desember, hanya berdasarkan kecurigaan, sejumlah pria Muslim (beberapa dari mereka masuk dari Swedia) ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap kantor surat kabar Jyllands-Posten. Berita serupa dipublikasikan pada tahun 2005 terkait kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, tidak ada bukti yang memberatkan mereka untuk menghubungkannya dengan sebuah plot kejahatan. Namun tampaknya, mereka mungkin akan menghadapi tuduhan awal yaitu terkait terorisme.

Kepala polisi keamanan PET Denmark, Jakob Scharf, mengatakan, "Kami menilai bahwa ini adalah sebuah kelompok Islam militan dan mereka memiliki hubungan dengan jaringan teroris internasional." Klaim itu dilontarkannya, padahal dia tidak memiliki bukti kebenarannya. Sekali lagi, mereka dianggap bersalah hanya dengan tuduhan.

Kepala Polisi Keamanan SAPO Swedia, Anders Thornberg mengatakan, "Para tersangka telah dipantau sebelum memasuki Denmark. Hal itu berdasarkan kecurigaan bahwa mereka merencanakan serangan teror." Sekali lagi, kecurigaan dan tanpa ada bukti.

Juru bicara Gedung Putih, Nick Shapiro setuju dengan langkah tersebut dan mengatakan, "Kami memuji usaha yang dilakukan oleh pemerintah Denmark dan Swedia untuk mengganggu plot ini dan akan terus berkoordinasi erat dengan mereka serta mitra kami yang lain di Eropa mengenai semua hal anti-terorisme yang menjadi perhatian bersama."

Pada musim liburan pun, Muslim yang tak berdosa mungkin menjadi target dan dituduh. Tidak perlu bukti, namun hanya berdasarkan kecurigaan saja.

Pada tanggal 27 Desember, terkait berita, "Polisi Inggris menuduh sembilan pria yang ditangkap dalam sebuah razia dengan tuduhan telah mempersiapkan aksi terorisme," penulis New York Times, Alan Cowell mengatakan, "Setelah sepekan razia yang terkoordinasi di tiga kota, kepolisian Inggris menyatakan bahwa mereka menuduh sembilan orang dari 12 pria yang ditangkap dalam sebuah kasus yang tampaknya menjadi tanda tentang kekhawatiran Eropa atas potensi serangan teroris yang telah menyebar."

Semua yang ditangkap adalah Muslim. Tiga dari mereka terlepas dari tuduhan dan dibebaskan. Sisanya, dibawa ke pengadilan London dan didakwa telah terlibat dalam persiapan untuk melancarkan sebuah aksi terorisme. Mereka diduga telibat dalam persekongkolan untuk membom target yang belum jelas.

John Yates, pejabat senior anti-terorisme Inggris, mengatakan, "Operasi masih dalam tahap awal, jadi saat ini kami tidak dapat mengambil langkah lebih jauh mengenai para tersangka tindak pidana, karena mungkin tidak ada yang direncanakan. Namun, saya percaya bahwa tindakan diperlukan pada saat ini untuk mengambil langkah dalam rangka memastikan keselamatan publik." Pejabat tersebut mengatakan hal itu, meskipun kenyataannya mungkin bohong, terutama setelah mengakui tidak ada serangan teroris dalam waktu dekat ini.

Di sisi lain, para pejabat Eropa malah mengatakan bahwa tidak ada ancaman spesifik yang bertepatan dengan musim liburan, meski terdapat klaim adanya dugaan rencana serangan dari al-Qaeda pada saat itu.

Meski demikian, laporan-laporan berita inflamasi (yang menghasut), termasuk dari BBC, melaporkan bahwa orang-orang itu telah merencanakan serangan terhadap Kedutaan Besar AS dan Pasar Saham London bertepatan dengan liburan Natal. BBC juga menyebutkan bahwa mereka dituduh menggunakan desain paket bom yang dipelajari dari buletin al-Qaeda, padahal tidak ada bom atau bukti jelas yang ditemukan.

Berikut ini adalah kasus lain yang dianggap bersalah hanya dengan tuduhan yang didasarkan pada kecurigaan tanpa bukti terkait persiapan atau prakarsa dari aksi terorisme, namun laporan media menunjukkan sebaliknya.

Alan Cowell mengatakan, ".... anjing pelacak dikerahkan untuk menyerang empat rumah dan sebuah kafe internet. Mereka memecahkan jendela dan langit-langit di warnet dan menurut saksi, mereka juga menyita lusinan komputer. Tim anti-terorisme juga mencari dua kamar motel dekat basis militer, di mana empat dari tahanan telah didaftar, tetapi polisi tidak memberikan informasi lebih lanjut. "

AP melaporkan bahwa Sue Hemming, kepala divisi anti-terorisme pelayanan kejaksaan kerajaan (CPS), mengatakan, saya hari ini menyarankan polisi supaya sembilan orang itu didakwa dengan konspirasi yang menyebabkan ledakan dan terlibat dalam langkah untuk mempersiapkan aksi terorisme atau membantu yang lain guna melakukan tindakan itu.

BBC melaporkan bahwa polisi menyisir rumah-rumah, tetapi tidak ada bahan peledak yang ditemukan. Meski tidak ada bukti, namun konspirasi tetap didakwakan. Langkah persiapan tidak berarti tanpa spesifik. Jika mereka ada, mereka pasti akan dinyatakan dan dilaporkan.

Pihak berwenang malah mengatakan, sebuah plot yang diduga berada dalam tahap yang relatif awal, tidak memberikan kredibilitas apapun terhadap tuduhan. Namun, meski demikian, pada tanggal 30 Desember, Reuters melaporkan, sebuah pengadilan Denmark membebankan tiga orang dalam tahanan karena dinggap berupaya melakukan aksi terorisme.

Sebuah Komentar Akhir
Pada tanggal 7 Juli 2005, BBC melaporkan bahwa tiga ledakan menghantam bawah tanah London. Sementara ledakan lain menghantam sebuah bus kota bertingkat. Kebiadaban teroris ini sejak itu disebut dengan "7/7". Semua insiden itu terjadi selama jam sibuk pagi supaya megakibatkan dampak gangguan dan korban yang maksimal.

Perdana Menteri Inggris, Tony Blair menyebutnya sebagai serangan teroris. Empat orang kemudian didakwa sebagai dalang terorisme itu. Tiga dari mereka adalah Muslim dan sisanya kelahiran Jamaika.


AP melaporkan bahwa Kedutaan Besar Israel di London memperingatkan Scotland Yard tentang serangan "7/7", dan Radio Angkatan Darat Israel melaporkan, "Scotland Yard telah mendapat peringatan intelijen terkait serangan yang akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum insiden terjadi, tetapi tidak bertindak atau melakukan peringatan atas isu itu.

Selain itu, Benyamin Netanyahu, Menteri Keuangan Israel pada masa itu, diberitahu untuk tidak hadir dalam sebuah konferensi ekonomi London di mana dia dijadwalkan berpidato. Pejabat-pejabat lain juga diperingatkan, namun tidak untuk publik. Penyebutan "7/7" adalah pengkambinghitaman yang bertujuan meningkatkan rasa takut dan menjaga situasi Inggris dan Amerika seakan-akan dirundung peperangan.

Pada Maret 2004, pemboman kereta api di Madrid terjadi tiga hari sebelum pemilihan umum Spanyol. Dengan tidak menyertakan bukti yang mendukung, mereka menyalahkan al-Qaeda. Sementara yang lain dikambinghitamkan untuk menyulut rasa takut di Spanyol dan seluruh Barat.

Hampir setiap insiden terorisme yang terjadi, Muslim selalu disalahkan. Kali ini, separatis Basque juga menjadi target, lagi-lagi tanpa bukti yang menguatkan.

Pola-pola itu sering diulang. Pada tanggal 30 Juni 2007, sebuah Jeep Cherokee dengan tabung propana menabrak pintu kaca bandara internasional Glasgow. BBC melaporkan bahwa mobil terbakar di tengah pintu kaca tersebut, tetapi tidak meledak.

Para tersangka biasa disebut al-Qaeda dan teroris Islam. Perdana Menteri Gordon Brown mengatakan, "Kita sedang berhadapan, dalam istilah umum, dengan orang-orang yang terkait dengan al-Qaeda"

Telegraph Inggris melaporkan, sebuah anasir al-Qaeda yang belum diketahui identitasnya, dianggap telah mempersiapkan untuk meluncurkan serangkaian serangan bom mobil seperti yang terjadi di Baghdad.

Laporan-laporan media Inggris dan AS telah memicu ketakutan. ABC News melaporkan, semua ini terjadi hanya tiga pekan setelah apa yang digambarkan sebagai upacara wisuda al-Qaeda untuk pelaku bom bunuh diri, dilakukan di sebuah kamp pelatihan di Pakistan.

Laporan media massa tanpa menyertakan bukti dan hanya berdasar dugaan dan tuduhan telah menyebar ketakutan. Sementara, pengkambinghitaman lain dilakukan hanya untuk mempertahankan dukungan publik bagi perang melawan terorisme yang juga merupakan perang terhadap Islam di Amerika, benua Eropa dan Inggris. Penangkapan terbaru di London juga didasarkan pada tuduhan palsu belaka, terutama dengan tidak ada bukti kuat untuk menguatkan tuduhan.[konspirasi/irib]

Demo BBM: 24 Ribu Buruh Siap Geruduk DPR

Sebanyak 25 ribu buruh KBN menlancarkan aksi penolakan kenaikan harga BBM pada Jumat (30/3). Rencananya mereka akan menuju DPR dan menutup akses menuju pelabuhan Tanjung Priok.

Di KBN Cakung, para buruh saat ini tengah berkumpul. Mereka mengajak seluruh buruh ikut serta dalam aksi. Suasana rusuh terjadi di KBN.

Para buruh tersebut berencana akan menutup jalan Cakung-Cilincing (cacing). Dengan penutupan tersebut, maka akan akses menuju pelabuhan Tanjung Priok otomatis akan tertutup. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama truk peti kemas menuju pelabuhan.

Selain itu, mereka juga berencana menggelar aksidi gedung DPR. Mereka menolak keras kenaikan harga BBM. Menurut mereka, kenaikan BBM membuat kenaikan upah buruh percuma dan sia belaka.

Israel Makin Brutal Serang Gaza

Israel melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza selatan. Zionis terus meningkatkan serangannya terhadap wilayah Palestina tersebut.

�Pasukan Israel memasuki bagian timur Kota Rafah dengan tank dan buldoser. Helikopter Israel juga menembaki daerah tersebut,�sebut laporan Press TV, Kamis (29/3).


Militer Israel berkali-kali menyerang Jalur Gaza. Mereka mengklaim tindakannya tersebut sebagai upaya membela diri. Namun, Israel tak proporsional dalam melancarkan serangannya sehingga melanggar hukum internasional dan sering kali menewaskan warga sipil.

Serangan Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tel Aviv telah meningkatkan serangan terhadap jalur pantai Gaza. Serangan Israel menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai banyak warga lainnya.

Rakyat Mesir Tolak Bantuan AS

Sekitar 80 persen warga Mesir menolak bantuan ekonomi Amerika Serikat. Mereka juga menentang upaya AS mengirimkan bantuan langsung ke kelompok masyarakat sipil di negara Arab.

"Hal ini berdasarkan hasil survei baru oleh Gallup. Survei dilakukan pada akhir Januari dan awal Februari lalu," sebut laporan Press TV.

Hasil Survei juga menunjukkan bahwa persetujuan warga Mesir terhadap bantuan lembaga internasional seperti Bank Dunia juga berkurang. Survei dilakukan karena pemerintah AS telah menawarkan bantuan ekonomi pada Mesir dengan dukungan potensi dari Dana Moneter Internasional (IMF). Hal ini dilakukan saat terjadi kebuntuan politik baru antara Kairo dan Washington.

Sebelumnya, pemerintah Mesir telah menuduh 43 aktivis asing dan Mesir menerima dana asing ilegal untuk 'bahan bakar' kerusuhan di negara itu. Salah satu aktivis adalah Sam LaHood yang merupakan anak Menteri Transportasi AS, Ray LaHood.

Skandal Senjata Saudi, Menhan Swedia Mundur

Menteri Pertahanan Swedia Sten Tolgfors mengundurkan diri setelah kontroversi panjang terkait rencana Swedia untuk membantu Arab Saudi membangun sebuah pabrik senjata, terbongkar ke publik.

"Saya hari ini, atas permintaan Sten Tolgfors, memutuskan untuk membebaskannya (dari tugasnya)," kata Perdana Menteri Fredrik Reinfeldt, yang memimpin pemerintah kanan tengah negara itu, dalam sebuah konferensi pers, Kamis (29/3).

Reinfeldt menambahkan bahwa Tolgfors mulai mengisyaratkan bulan lalu tentang keiginannya untuk mundur, tetapi kepergiannya dipercepat setelah media menyoroti skandal yang sedang terjadi, AFP melaporkan.

"Investigasi dan penanganan seputar kasus itu akan terus berlanjut ... dan tentu saja itu hal yang baik," kata Reinfeldt.

Reinfeldt menandaskan bahwa Tolgfors akan mempertahankan kursinya di parlemen, dan Menteri Infrastruktur Catharina Elmsaeter-Svaerd untuk sementara akan memimpin departemen pertahanan.

Awal bulan ini, radio publik Swedia melaporkan, Badan Riset Pertahanan (FOI) memiliki rencana rahasia sejak 2007 untuk membantu Arab Saudi membangun pabrik untuk produksi senjata anti-tank.

Radio itu menambahkan bahwa bagian dari Project Simoom, mencakup pembangunan sebuah perusahaan perantara yang diberi nama SSTI untuk mengatur hubungan dengan Riyadh guna menghindari kontak langsung ke FOI Swedia dan pemerintah Saudi.

Di masa lalu, Swedia telah menjual senjata ke Arab Saudi, tetapi dokumen rahasia pemerintah menunjukkan bahwa Project Simoom telah melebihi wewenang yang dimiliki oleh seorang pejabat Swedia, kata radio ketika membongkar skandal itu pada 6 Maret.

Pada 9 Maret, Tolgfors mengakui bahwa ia mengetahui rencana Project Simoom untuk membantu Riyadh membangun pabrik senjata dan perusahaan perantara, tapi menekankan bahwa tidak ada undang-undang Swedia yang dilanggar.

Tahun lalu, Swedia mengekspor peralatan pertahanan senilai 2,05 miliar dolar dan Arab Saudi adalah konsumen terbesar kedua negara itu.

Serangan Pesawat AS Tewaskan Empat Orang di Pakistan

Satu serangan pesawat tak berawak (drone) AS kembali meminta korban dan dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dari suku Pakistan di wilayah barat laut dekat perbatasan Afghanistan, para pejabat keamanan mengatakan.

Serangan drone AS tersebut menargetkan rumah penduduk di daerah pasar Miranshah, kota utama di Waziristan Utara, Jumat pagi ini, 30/03/12.

Seorang pejabat intelijen juga mengatakan serangan itu menyebabkan empat orang warga sipil tewas dan dua lainnya terluka.

Washington kini beralih ke pesawat tak berawak untuk melakukan aksi serangan di beberapa negara, termasuk Pakistan, Yaman, dan Somalia.

Pada tanggal 31 Januari, Presiden Barack Obama menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan pesawat tak berawak di Pakistan dan negara lainnya dalam operasi militer.

Dalam obrolan dengan pengguna web di Google+ dan YouTube, Obama mengatakan pada 31 Januari bahwa "banyak dari serangan-serangan itu telah berlangsung di FATA" - wilayah kesukuan federal semi-otonomi Pakistan di perbatasan Afghanistan.

Menurut hitungan AFP, 45 serangan rudal AS dilaporkan terjadi di sabuk suku Pakistan pada tahun 2009, 101 pada 2010 dan 64 pada tahun 2011.

Islamabad sedang meninjau seluruh aliansi dengan Amerika Serikat dan menutup perbatasan Afghanistan untuk konvoi pasokan NATO sejak membunuh 24 tentara Pakistan dalam serangan November.

Islamabad juga memerintahkan personel AS untuk meninggalkan Pangkalan Udara Shamsi di barat daya Pakistan, yang secara luas diyakini telah menjadi pusat bagi program pesawat tak berawak CIA, dan diperkirakan perbatasan Afghanistan itu hanya akan dibuka kembali dengan penarikan pajak pada konvoi-konvoi. [Islam Times/on/Press TV]

Israel Terjebak dalam Situasi Terburuk

Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian mengatakan Israel telah terjebak dalam situasi strategis yang paling buruk akibat gelombang Kebangkitan Islam di wilayah tersebut.

Dilaporkan, Amir Abdollahian membuat pernyataan tersebut saat pertemuan dengan Perdana Menteri Libanon Najib Mikati di Beirut, Libanon, pada Kamis, 29/03, Kantor Berita IRNA melaporkan.

Karenanya, rezim Zionis Israel "mencari dan menetaskan plot di Suriah untuk menutupi kelemahannya," tambahnya.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011 dan banyak orang, termasuk pasukan keamanan tewas dalam kekerasan.

Amir Abdollahian juga mengkritik sikap diskriminatif Barat dalam urusan di wilayah tersebut dan menegaskan kembali penentangan Iran atas segela bentuk intervensi asing di Suriah.

"Kami menganggap, memperhatikan tuntutan populer dan menerapkan reformasi di Suriah adalah hal penting, dan kami mendukung pemerintah negara itu dalam menghadapi intervensi asing dan bergerak menuju demokrasi," kata Deputi Menteri Luar Negeri Iran.

Amir Abdollahian dan Mikati juga menekankan pentingnya stabilitas internal dan persatuan di Libanon dan perlunya perluasan politik antara Tehran-Beirut dalam memperluas hubungan mereka di semua bidang. [Islam Times/on/Press TV]

Militer Libanon Siap Lawan Serangan Israel

Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian mengatakan Israel telah terjebak dalam situasi strategis yang paling buruk akibat gelombang Kebangkitan Islam di wilayah tersebut.

Dilaporkan, Amir Abdollahian membuat pernyataan tersebut saat pertemuan dengan Perdana Menteri Libanon Najib Mikati di Beirut, Libanon, pada Kamis, 29/03, Kantor Berita IRNA melaporkan.

Karenanya, rezim Zionis Israel "mencari dan menetaskan plot di Suriah untuk menutupi kelemahannya," tambahnya.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011 dan banyak orang, termasuk pasukan keamanan tewas dalam kekerasan.

Amir Abdollahian juga mengkritik sikap diskriminatif Barat dalam urusan di wilayah tersebut dan menegaskan kembali penentangan Iran atas segela bentuk intervensi asing di Suriah.

"Kami menganggap, memperhatikan tuntutan populer dan menerapkan reformasi di Suriah adalah hal penting, dan kami mendukung pemerintah negara itu dalam menghadapi intervensi asing dan bergerak menuju demokrasi," kata Deputi Menteri Luar Negeri Iran.

Amir Abdollahian dan Mikati juga menekankan pentingnya stabilitas internal dan persatuan di Libanon dan perlunya perluasan politik antara Tehran-Beirut dalam memperluas hubungan mereka di semua bidang. [Islam Times/on/Press TV]

Pickering: Iran sanggup Serang Kepentingan Amerika di seluruh dunia

Senada Dengan Pernyataan Ancaman Duta Besar Iran untuk Rusia, Seyed Mahmoud-Reza Sajjadi, kepada pers di Moskow, Rabu, 8 Februari 2012, Seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Iran mampu menyerang sejumlah "target lunak" Amerika di Timur Tengah dan tempat lain di dunia, Press TV melaporkan Kamis (29/3).

Dalam rapat dengar pendapat dengan Senat terkait kebijakan AS terhadap Iran, Mantan Wakil Menlu, Tom Pickering menuturkan, "Mengabaikan diplomasi, negosiasi, dan penggunaan sanksi, lalu mendukung serangan militer terhadap Iran, dapat membangkitkan gelombang serangan melawan "target-target lunak" Amerika di seluruh dunia."

"Iran atau pengganti mereka bisa menyerang pusat-pusat bisnis, organisasi non-pemerintah, misionaris dan hampir semua lembaga Amerika Serikat di Timur Tengah dan sekitarnya," tambah Pickering, yang juga pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB, Rusia, India dan Israel.

Pickering menyarankan bahwa alih-alih meluncurkan serangan militer terhadap Iran, AS dan sekutunya harus berkonsentrasi pada negosiasi dengan Tehran.

AS dan Israel mengancam Iran dengan serangan militer didasarkan pada dugaan bahwa Republik Islam berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Tehran seraya membantah klaim mereka, menegaskan bahwa sebagai anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), memiliki hak untuk memanfaatkan energi nuklir damai.(konspirasi.com/irib)

PM Qatar : Kami menolak setiap aksi militer terhadap Iran

Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassem Al Thani menekankan bahwa Qatar tidak akan mengizinkan negara manapun untuk menggunakan wilayahnya guna melancarkan serangan ke Iran.

"Ini sangat jelas dan kami tidak akan menerima setiap tindakan agresi terhadap Iran yang diluncurkan dari wilayah Qatar," kata Sheikh Hamad, di mana Qatar menjadi basis bagi Komando Sentral AS (CENTCOM) yang bertanggung jawab untuk operasi militer AS di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tengah.

"Rakyat Iran dan AS tahu bahwa Qatar menolak setiap aksi militer terhadap Iran," tegasnya seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (29/3).

CENTCOM telah memimpin perang AS di Irak dan Afghanistan dan memiliki pangkalan militer di negara-negara Teluk Persia, termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta di Pakistan, Yordania dan Asia Tengah.

AS dan Uni Eropa menggunakan program energi nuklir Iran sebagai alasan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Tehran, sementara Israel secara terbuka mengancam serangan militer ke Iran.

Jalan Keadilan

Nama bapak paruh baya itu Indra Azwan, ia berjalan kaki dari malang hingga Jakarta, bukan untuk memecahkan rekor jalan kaki, atau sekedar mencari sensasi, alasan ia melakukan itu untuk ketiga kalinya adalah untuk keadilan yang ia dambakan, putranya Rifky Andika tewas 19 tahun lalu sebagai korban kecelakaan, di tabrak oleh seorang anggota polisi di tahun 1993, kasusnya di sidangkan di tahun 2008 dengan kebebasan yang di dapat oleh sang polisi karena kasusnya di anggap terlampau lama dan secara hukum di anggap kadaluarsa.

Plato mengatakan keadilan adalah suatu kualitas jiwa dimana dan demi itu manusia di minta menyisihkan keinginan irasional untuk mencicipi kenikmatan dan mendapatkan kepuasan egois dari setiap objek dan mengakomodasikan diri mereka kepada keluarnya satu fungsi untuk kepentingan umum.

Dari kasus yang terjadi terhadap Pak Indra, apakah keadilan yang di tuntut mengenai kasus yang menimpa dirinya berhubungan dengan kepentingan umum bila di selesaikan secara adil, Plato pun berpandangan bahwa keadilan adalah penyembuh daripada kejahatan, keadilan yang di terima oleh individu dalam permasalahan adalah sebuah cerminan dari berjalannya sistem keadilan yang di dengungkan.
kata keadilan pun menjadi bagian dari Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan yang tak pandang bulu di lihat dari status sosial apapun, bila berjalan dengan semestinya.

Pak Indra gagal bertemu Presiden untuk mengembalikan uang yang di terima saat sebelumnya bertemu, ia juga tak mendapatkan keadilan yang diinginkannya di negri ini, dengan ransel sederhana, bendera Indonesia dan barang bawaan seadanya ia melanjutkan berjalan kaki ke Mekkah, untuk apa yang ia katakan sebagai perjalanan jihad mencari keadilan dengan berbagai resiko yang ia siap untuk hadapi.

Dalam sebuah perbincangan di sebuah acara Mata Najwa ia berujar "hukum Indonesia tumpul di atas dan tajam ke bawah", Instruksi Presiden untuk membantu pencari keadilan pun tak terdeteksi dimana berjalan dan mengarah kemana, perjalanan pun di lanjutkan menuju keadilan, sebuah tempat dimana dapat menyembuhkan bukan saja bagi yang memperjuangkannya, namun juga bagi yang diam karena enggan bersentuhan dengannya.

Penulis: Sigidka
Personal Blog : urbaners.blogspot.com

Australia Sarang Mata-Mata AS di Asia

Seorang pakar pertahanan Australia mengatakan, kemungkinan Kepulauan Kokos, wilayah Australia di Samudra Hindia, akan digunakan untuk meluncurkan pesawat tak berawak Amerika. Sebuah review interen Pasukan Pertahanan Australia sudah merekomendasikan agar landasan udara di Kepulauan Kokos di-upgrade.

Australia Rabu menyatakan, akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayahnya untuk menggerakkan pesawat mata-mata tak berawak jarak jauh, sebagai bagian dari peningkatan kehadiran adidaya itu di Asia-Pasifik, yang melukai perasaan China.

Seorang pakar pertahanan Australia mengatakan, kemungkinan Kepulauan Kokos, wilayah Australia di Samudra Hindia, akan digunakan untuk meluncurkan pesawat tak berawak Amerika.
Sebuah review interen Pasukan Pertahanan Australia sudah merekomendasikan agar landasan udara di Kepulauan Kokos di-upgrade.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan Stephen Smith mengatakan, penggunaan militer di kepulauan itu mungkin untuk ditingkatkan, tapi akan membutuhkan perubahan infrastruktur yang substansial.

Andrew Davis dari Strategic Policy Institute mengatakan, kawasan itu menjadi semakin penting bagi Amerika Serikat.

"semakin menjadi suatu daerah kompetisi, jadi pangkalan di Kepulauan Kokos sebenarnya sangat ideal letaknya untuk bagian timur Samudra Hindia dan bagian selatan Laut Cina Selatan. Jadi saya pikir, ini merupakan evolusi yang natural".
Washington dan Canberra juga dilaporkan menempatkan kapal induk dan kapal selam tempur bertenaga nuklir Amerika Serikat di kota Australia Barat, Perth, sebagai bagian dari perluasan besar hubungan ketentaraan.

Dalam perluasan itu, marinir Amerika Serikat pertama dari pengerahan 2.500 tentara ke Darwin di Australia utara -diresmikan pada November 2011 oleh Presiden Barack Obama- tiba pada April.

Rencana Marinir itu membuat marah Beijing, tapi meyakinkan beberapa negara Asia, yang melihatnya sebagai pernyataan bahwa Washington bermaksud membela sekutu dan kepentingannya di kawasan itu di tengah kekhawatiran akan peningkatan ketegasan Cina.

Media Australia pada Rabu dengan mengutip berita "Washington Post" melaporkan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan menggunakan kepulauan Cocos, atau di samudera Hindia di lepas pantai Australia baratlaut, untuk meluncurkan pesawat pengintai tak berawak.

Berita itu menyatakan Cocos, yang berpenduduk sekitar 600 orang, akan menggantikan Diego Garcia, pangkalan Amerika Serikat di samudera Hindia, yang adidaya itu sewa dari Inggris dan dijadwalkan dikembalikan pada 2016.

"The Washington Post" juga menyatakan pemerintah Australia mempertimbangkan perbaikan pangkalan laut Stirling di Perth "untuk pengerahan dan gerakan di Asia Tenggara dan samudera Hindia oleh Angkatan Laut Amerika Serikat".

Perbaikan itu dilaporkan akan membantu Stirling melayani kapal perang permukaan besar, termasuk kapal induk pesawat dan kapal selam tempur Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith menyatakan pengutamaan kunci dalam kerjasama lebih dekat Amerika Serikat adalah perputaran Marinir melalui Darwin, jalur udara lebih besar dan penggunaan lebih banyak pangkalan HMAS Stirling di Perth.

Kurt Campbell, wakil menteri luar negeri Amerika Serikat urusan Asia Timur dan Pasifik, berada di Australia pada pekan lalu untuk membahas pengerahan pertama 250 Marinir pada April dan masalah lain pertahanan, katanya.

Smith menyatakan penggunaan kepulauan Cocos adalah pilihan jangka panjang untuk keterlibatan lebih dekat Australia-Amerika Serikat dan landasan pesawatnya perlu diperbaiki lebih dulu.

"Cocos adalah kemungkinan. Itu peluang jangka panjang dan harus diperlakukan demikian," kata Smith kepada radio ABC.

"Itu bukan untuk saat ini, karena salah hal pertama harus kami lakukan adalah perbaikan besar prasarana, terutama lapangan terbang," katanya.

Tetangga Australia tidak perlu takut, kata menteri pertahanan itu, "Kami terbuka tentang itu," katanya.

Ketika ditanya tentang tanggapan Smith, juru bicara kementerian luar negeri Cina Hong Lei tidak secara langsung menjawab kemungkinan pesawat tak berawak Amerika Serikat menggunakan wiayah Australia.

Tapi, ia kepada wartawan di Beijing menyatakan semua negara di kawasan Asia-Pasifik harus menjunjung tinggi tata baru keamanan dalam kesetaraan, pembangunan bersama, penggalangan dan saling menguntungkan, serta mencoba menegakkan keamanan untuk semua.

Cocos dipandang sebagai tempat memadai untuk pangkalan pesawat tak berawak terus meronda mengawasi jalur pelayaran tersibuk di dunia dan laut Cina Selatan, tempat pengakuan wilayah dianggap sebagai titik api.

Cina, Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Kamboja mendaku wilayah di daerah tersebut.

Hugh White, pengulas pertahanan di universitas Nasional Australian, menyatakan Australia dilihat sebagai "harta strategis" oleh Amerika Serikat saat memantau kebangkitan Cina.

"Saya pikir, yang kita lihat di sini adalah pergeseran mendasar sangat berarti dalam siasat Amerika Serikat," katanya.

Amerika Serikat saat ini hanya memiliki penyebaran terbatas di sekutu lama Australia, termasuk stasiun terpencil satelit mata-mata Pine Gap di dekat Alice Springs. [IslamTimes/sa/reuters/afp/antara/abc]

Tuduh Ninjutsu Iran Pembunuh, Reuters Dituntut

Sekelompok perempuan Iran yang berlatih bela diri menuntut kantor berita Reuters dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bulan lalu, Reuters menurunkan tulisan yang mengklaim Iran telah melatih lebih dari 3.000 ninja perempuan di sebuah kota tak jauh dari Teheran.

Menurut tulisan tersebut, para perempuan tersebut dilatih untuk membunuh penyusup asing. Tulisan Reuters tersebut dikutip oleh sejumlah media Inggris. Kontan saja tulisan itu membuat para perempuan tersebut meradang. Mereka tidak terima dengan tuduhan sebagai pembunuh.



Akbar Faraji yang memperkenalkan bela diri Ninjutsu di Iran 22 tahun lalu, juga mengutuk tuduhan yang dimuat di media Inggris. Faraji mengatakan, murid-muridnya akan menindaklanjuti proses hukum hingga selesai.

Para atlet tersebut mengaku diwawancara oleh wartawan Reuters. Sang wartawan menanyakan apa yang akan mereka lakukan jika negara mereka diserang. Reuters memutarbalikkan jawaban patriotik para perempuan tersebut sebagai alasan untuk menyebut mereka pembunuh.

Salah satu ninja perempuan, Raheleh Davoudzadeh, mengatakan laporan Reuters dapat membahayakan peluang mereka berkompetisi di turnamen global dan kejuaraan internasional karena Reuters dianggap banyak orang sebagai sumber terpercaya. "Kami tidak bisa berbuat banyak. Karena itulah kami mengambil tindakan hukum. Kami ingin dunia tahu Reuters telah berbohong tentang kami," ujarnya, seperti dikutip dari laman irib, Kamis (29/3).

Wartawan Reuters yang melakukan wawancara telah meninggalkan Iran begitu kasus ini mengemuka. Para perempuan ini bertekad akan mempertahankan hak mereka dan menuntut mereka yang salah diadili. Reuters telah meminta maaf atas pemberitaan tersebut. Namun, imbas dari pemberitaan itu telah dirasakan oleh para atlet ninja perempuan tersebut.

Jerit Warga AS Harga Minyak Melambung

Harga BBM di Amerika Serikat terus naik tajam seiring langkah sepihak negara-negara Eropa dan AS untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada negara kunci pemasok minyak global, Iran, Press TV melaporkan, Kamis, 29/03/12.

Kenaikan harga bensin di AS memaksa warga Amerika harus menuangkan uang lebih banyak ke dalam tangki-tangki gas mereka.

Dilaporkan, saat ini harga rata-rata nasional meningkat drastis sebesar 30 sen per galon selama satu bulan terakhir ini. Analis percaya harga gas bisa meningkat lebih jauh lagi sebelum tiba masa musim musim panas.

Harga bensin di sebuah stasiun British Petroleum di Tenth Avenue of New York City, AS, melonjak sekitar $ 4,20 per galon pada hari ini, Kamis - jauh di atas rata-rata garga nasional, sekitar $ 3,90.

Harga bahan bakar juga melambung tinggi di beberapa lokasi lainnya di New York City - di mana satu galon gas mencapai lebih dari $ 4.50.

Pastilah, melambungnya harga bahan bakar secara otomatis akan melambungkan harga-harga bahan lainnya, dan begitulah hari-hari ini warga AS semakin merasakan pahitnya derita hidup dimiskinkan sebagaimana warga negara Indonesia sekian puluh tahun hidup dimiskinkan oleh pemerintahan AS melalui putra-putra bangsa didikan AS. [IT/r/on]

Ribuan Pasukan tempur AS Merapat Teluk Persia

Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengirimkan kelompok tempur amphibi Iwo Jima dan ribuan anggota marinir ke kawasan Teluk Persia. Militer AS itu mengklaim, pengiriman tentara tempur amfibi itu adalah operasi rutin yang mereka lakukan.

Kelompok tempur amphibi Iwo Jima yang turut dalam pengiriman ini antara lain terdiri dari USS Iwo Jima, USS New York dan USS Gunston Hall. Selain itu kelompok tempur ini juga diperkuat dengan kapal selam berkekuatan nuklir dan satu skuadron helikopter Angkatan Laut AS.

Pasukan tempur Iwo Jima atau Detasemen Iwo Jima adalah pasukan tempur Amerika Serikat yang pernah menaklukkan Angkatan Laut Jepang atau Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) dalam perang sepanjang bulan Februari hingga Maret 1945, ketika berkecamuknya Perang Dunia II. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut.

Akibat pertempuran ini, Jepang menderita kerugian yang sangat besar. Sekitar 22.000 tentara ditempatkan di pulau tersebut namun hanya 1.083 orang yang hidup. Sementara pihak Amerika Serikat kehilangan 20.000 tentaranya. Kemenangan di Iwo Jima menjadi langkah strategis bagi Amerika Serikat untuk menduduki pulau-pulau utama di Jepang.

Operasi Detasemen ini sendiri merupakan operasi dengan korban terbesar di pihak AS. Korban lebih besar daripada jumlah korban tewas dalam Pertempuran Atol Tarawa. Korban luka-luka di Pertempuran Atol Tarawa mencapai 22.000 prajurit.

"Kelompok yang disebut dengan kekuatan laut serba guna yang dapat disesuaikan dengan berbagai misi ini telah meninggalkan pelabuhan pada Selasa 27 Maret dan tengah dalam perjalanan menuju Teluk," ujar Angkatan Laut AS seperti dikutip RT Kamis, (29/3/2012).

Menurut Daily Press, armada tempur Iwo Jima mengangkut setidaknya 2.000 marinir AS yang kebanyakan dari mereka adalah veteran tempur di Irak dan Afghanistan.

AS sendiri telah memiliki kelompok tempur amfibi dengan unit ekspedisi bawah laut di kawasan Teluk. Namun sejak Iran mengancam pihaknya akan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran minyak dunia, AS dikabarkan terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu.

Sebelumnya pada awal Maret, AS dikabarkan akan meningkatkan jumlah kapal perang penyapu ranjau (minesweeping) dan helikopter di basis militer AS yang berada di kawasan Teluk.

Tidak hanya itu sejak ketegangan antara Iran dan Barat meningkat akibat persoalan program nuklir Iran, AS dilaporkan telah memusatkan kekuatan Angkatan Lautnya di kawasan Teluk Persia. Mereka menempatkan sejumlah kapal perangnya di kawasan itu.

Sejumlah kapal perang sebut saja kapal selam nuklir USS Annapolis, kapal distroyer USS Momsen yang dilaporkan pernah melintasi Terusan Suez untuk menuju Laut Merah dengan tujuan yang dirahasiakan. Jauh sebelumnya AS juga diberitakan telah mengirimkan kapal perang USS Abraham Lincoln dan USS Carl Vinson ke Teluk Persia.

Meski Presiden Barack Obama tegas mengatakan, bahwa AS akan menghadapi persoalan program Iran melalui sanksi serta diplomasi. Namun dia juga menggarisbawahi bahwa setiap opsi mungkin dilakukan jika hasil yang diharapkan tidak tercapai melalui kedua proses tersebut. [Islam Times/on/Sindo/Press TV/RT/Wikipedia]

Kapolri : Tembak Ditempat Demonstran anarkistis!, DPR Protes

DPR mengecam pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo yang akan memberlakukan protap tembak ditempat bagi demonstran anarkistis. Kapolri dinilai tidak peka realita penderitaan masyarakat saat ini.

"Kapolri tidak peka terhadap realitas gerakan mahasiswa saat ini yang sudah semakin militan dan radikal. Masih kental dalam ingatan kita aksi bakar diri mahasiswa UBK Sondang Hutagalung di depan Istana Negara beberapa waktu lalu karena kecewa dan frustasi dengan keadaan negara saat ini," ujar Anggota Komisi III DPR Achmad Basarah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Basarah mengatakan merujuk pada kasus Sondang, tidak menutup kemungkinan masih banyak mahasiswa-mahasiswa Indonesia lainnya yang siap jadi martir untuk memperjuangkan idealisme mereka.

"Oleh karena itu, saya justru menjadi khawatir pernyataan tembak di tempat terhadap aksi demonstrasi mahasiswa oleh Kapolri akan direspon mereka dengan gagah berani dan siap mati menjadi martir dalam aksi demonstrasi tersebut," papar Wasekjen PDIP ini.

Menurut Basarah jika sudah ada korban mahasiswa yang tewas oleh senjata Polri atau TNI dikhawatirkan eskalasi gerakan mahasiswa akan semakin meluas dan masif. Jatuhnya korban meninggal dunia dari kalangan mahasiswa itulah yang sebetulnya akan menjadi pemicu gerakan mahasiswa yang semakin radikal lagi.

"Statemen Kapolri yang sebetulnya dia maksudkan untuk menakut-nakuti mahasiswa justru akan menjadi bumerang bagi Polri karena akan menjadi pemicu keberanian mahasiswa lebih besar lagi. Kapolri dalam hal ini telah membuat pernyataan yang tidak tepat dan akan memperkeruh situasi keamanan nasional. Sebaiknya seluruh jajaran pemerintah mengedepan dialog-dialog terbuka yang bersifat equal dan jernih serta bukan untuk menang-menangan," jelasnya.

"Cara-cara kekerasan telah terbukti selama ini terbukti tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah bangsa secara substansial. Mari kita belajar dari pengalaman jatuhnya Soeharto dari kursi kekuasaan karena salah satunya diawali dengan jatuhnya korban mahasiswa dalam kasus Trisakti tahun 1998 lalu," tutupnya.[Islam Times/on/detiknews]