Jumat, 29 Juni 2012

Menindas Rakyat, Belanda Gagal jual Tank ke Indonesia

belandaKamis kemarin kabinet Belanda gagal meyakinkan parlemen de Tweede Kamer untuk menyetujui rencana penjualan 80 tank kepada Indonesia. Mayoritas fraksi tetap menentang penjualan tank tersebut, sehubungan dengan pelanggaran Hak Asasi Indonesia (HAM) terutama di Papua.

Ini upaya terakhir kabinet demisioner Belanda untuk meyakinkan parlemen. Tiga menteri yaitu Menlu Rosenthal, Menteri Pertahanan Hillen dan Menteri Ekonomi, Bleker khusus mendatangi parlemen untuk mencari dukungan. Mereka hanya berhasil memperoleh dukungan dari partai liberal konservatif VVD dan partai kristen demokrat CDA.

Menindas rakyat
Partai buru PvdA, partai sosialis SP, partai hijau GroenLinks dan partai kristen konservatif ChristenUnie tidak bergeming. Partai-partai itu memberi contoh, bahwa Mesir dan Bahrein menggunakan alutsista yang dibeli dari Belanda tahun lalu untuk menindas rakyat yang memberontak. "Ini tidak boleh terjadi lagi," kata Jasper dari partai sosialis SP.

Tahun lalu Parlemen mendukung mosi Arjan El Fassed dari GroenLinks untuk membatalkan penjualan tank itu. Makanya El Fassed menyebut debat di parlemen kemarin sebenarnya tidak perlu lagi. Menurut Han Ten Broeke dari VVD, dalam hal ini sikap Belanda bukan menggurui sebagai bekas penjajah. Ia juga menyinggung pemasokan senjata oleh perusahaan Belanda sebelumnya kepada Indonesia.

Menhan Hans Hillen ingin menjual tank Leopard sebagai bagian dari penghematan besar-besaran. Ia harus menghemat sekitar satu miliar euro. Hasil penjualan, yang jumlahnya sekitar 200 juto euro, akan digunakan untuk membeli pesawat tanpa awak.

HAM Indonesia makin membaik
Kabinet tidak keberatan terhadap penjualan itu, karena memenuhi kriteria ekspor senjata Uni Eropa. Selain itu, kondisi HAM di Indonesia makin membaik. Baik Belanda maupun Indonesia keduanya mau memperbaiki hubungan bilateral. Makanya penjualan tank tersebut, yang tidak akan dikerahkan di Papua, tidak bermasalah.

Menlu Uri Rosenthal mengakui memang masih "banyak yang perlu diprihatinkan" sehubungan dengan HAM di Indonesia "yang demokrasinya mulai stabil".  Namun ia juga menambahkan, banyak insiden di Papua tidak terkait dengan HAM. Menolak transaksi penjualan tank, menurut Rosenthal, akan tidak dipahami oleh dunia internasional dan akan menimbulkan "kerepotan". 

Rapat parlemen akhirnya diskors untuk memberi kesempatan para menteri kabinet berunding  membahas kasus ini lagi.  Menlu Rosenthal mengatakan, bahwa kabinet akan sangat mempertimbangkan pendapat parlemen atau De Tweede Kamer, karena kabinet ini statusnya demisioner.

Sumber: RNW

AS Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

asAsing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).

�Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai,� tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

�Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar,� jelasnya.

Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

�AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak,� kata Hariyadi.

Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.* (itoday)

Anti Israel: Alasan Suriah Mengalami Destabilitas Politik

suriah"Ada tangan di lapangan yang bekerja untuk menciptakan ketidakstabilan dan ketidakamanan di Suriah dengan tujuan merugikan front perlawanan Islam di wilayah tersebut dan menciptakan tempat yang aman bagi rezim Zionis [Israel]," kata Mehmanparast dalam sebuah wawancara dengan Fars News Agency pada Jumat (29/6/12).

Karena itu, dia menambahkan bahwa negara-negara regional harus sensitif tentang keamanan dan stabilitas Timur Tengah dan menggagalkan setiap plot untuk campur tangan asing melalui kerjasama dan koordinasi.

"Kita tidak harus membiarkan suasana yang akan dibuat di negara transregional manapun [yang akan dapat] mengganggu perdamaian di kawasan dengan langkah-langkah ruam seperti campur tangan militer," kata Mehmanparast.

Pada tanggal 22 Juni harian The Guardian melaporkan pada situsnya bahwa rezim Saudi berencana untuk membayar gaji para anggota Tentara Suriah Bebas di tengah serangan teroris yang berkelanjutan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di dalam wilayah Suriah.

Plot, yang bertujuan untuk mendorong "pembelotan massal dari tekanan militer dan meningkatnya penentangan terhadap pemerintah Damaskus," telah dibahas antara pejabat dari Riyadh dan Washington, serta perwakilan dari sejumlah negara Arab lainnya.

Hanya dua hari kemudian, sebuah berita alternatif weblog, NSNBC, melaporkan bahwa Suriah telah menangkap lebih dari 40 warga negara Jerman karena berusaha menyelundupkan senjata ke negara itu.
"Masalah satu satunya dimana negara-negara transregional tidak pernah peduli tentang keamanan Timur Tengah dan wilayah karena mereka hanya mengejar kepentingan mereka sendiri," kata Mehmanparast.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011. Kekerasan telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk pasukan keamanan.

Barat dan oposisi Suriah menuduh pemerintah membunuh demonstran, tetapi Damaskus menyalahkan 'penjahat, sabotase, dan kelompok teroris bersenjata' atas kerusuhan, menyatakan bahwa semua itu diatur dari luar negeri. [IT/r]

Kementerian Luar Negeri Iran Juru Bicara Ramin Mehmanparast mengatakan pasukan transregional yang mendorong ketidakamanan dan ketidakstabilandi Suriah karena Damaskus berada di barisan depan dari gerakan perlawanan terhadap Israel.

Sangsi Minyak Iran: China Dan Singapura Dibebaskan AS

asAmerika Serikat mengalah dan akhirnya mengecualikan Cina dan Singapura dari kewajiban mematuhi sanksi unilateral Washington terhadap sektor minyak Republik Islam Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengumumkan pengecualian tersebut dalam statemennya pada Kamis (28/6), seraya menyinggung "penurunan signifikan" tingkat pembelian minyak dari Iran oleh Cina dan Singapura. Demikian dilaporkan Associated Press.

Dikatakannya bahwa kedua negara telah menerima pengecualian berdurasi enam bulan untuk membeli minyak mentah Iran pada tingkat terendah. Keputusan tersebut dapat diperbarui.

"Secara keseluruhan 20 kekuatan ekonomi dunia terkualifikasi untuk [mendapatkan] pengecualian tersebut," tambah Clinton.

Pengecualian dua negara Asia itu diumumkan beberapa jam sebelum sanksi unilateral Amerika Serikat menyangkut pembelian minyak mentah dari Iran berlaku.

Pemerintah Amerika, akhir Maret lalu menyetujui sanksi terhadap sektor minyak Iran dan akan menghukum setiap negara yang membeli minyak mentah dari Tehran. Sanksi tersebut berlaku mulai 28 Juni.

Menyusul ketetapan yang ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama, akhir tahun 2011, pemerintah Amerika dapat mengecualikan negara-negara dari sanksi tersebut jika mereka telah "mengurangi impor minyak dari Iran secara signifikan."

Pada 23 Januari 2012, Uni Eropa juga menetapkan larangan impor minyak mentah dan produk petroleum dari Iran yang akan berlaku mulai 1 Juli.

Sanksi AS-Uni Eropa itu bertujuan menekan Republik Islam Iran atas program nuklir sipilnya, yang diklaim oleh Washington dan Tel Aviv serta sejumlah sekutunya mengacu pada aspek militer.

Iran menolak klaim tersebut dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota paling berkomitmen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Tehran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. (IRIB Indonesia/MZ)

Revolusi Mesir Terus Berlanjut

mesirMenyusul dimulainya perundingan pembentukan pemerintah dan berlanjutnya kelancangan para jenderal Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF), protes warga negara ini di Bundaran Tahrir, terus berlanjut sampai realisasi cita-cita revolusi.

Pasca terpilihnya Muhammar Mursi, sebagai presiden baru yang terpilih secara demokratis di negara ini, demonstrasi warga terus berlanjut dalam upaya mencegah "gerilya-lancang" SCAF.

Junta Mesir dan segelintir kelompok pendukungnya yang pro-Barat, cukup terkejut dengan berlanjutnya demonstrasi di Bundaran Tahrir, simbol kemenangan revolusi rakyat Mesir. Pasalnya, mereka beranggapan bahwa demo dan protes anti-SCAF akan mereda setelah terpilihnya Mursi sebagai presiden dari kubu Islam. Namun protes terus bergulir dan bahkan volumenya tidak berkurang. Beberapa waktu lalu, Ikhwanul Muslimin dan juga Front Enam April Mesir juga menyatakan bergabung dalam demonstrasi di Tahrir menentang SCAF.

Kesadaran Rakyat

Ternyata lenggang Mursi ke istana kepresidenan Kairo, gagal meredakan ketidakpuasan warga Mesir. SCAF dituding telah lancang ketika berkuasa dengan menetapkan undang-undang penyempurna yang membatasi wewenang presiden baru. Berdasarkan undang-undang baru itu, Mursi nyaris tidak memiliki wewenang apapun.

Bahkan ditetapkan pula bahwa kontrol undang-undang dasar, berada di tangan SCAF sampai terbentuknya parlemen baru. Tidak hanya itu, para jenderal SCAF kini menikmati hak istimewa untuk memveto setiap penetapan undang-undang baru.

Banyak pihak yang menilai kelancangan junta militer Mesir sangat keterlaluan dengan merebut wewenang wewenang penetapan bujet dan menguasai kas negara. Kelompok-kelompok politik dan warga Mesir menilai fenomena ini sebagai "kudeta politik" para jenderal  terhadap pemerintahan revolusioner.

Pelimpahan kekuasaan sesuai jadwal dan anulir keputusan tidak sah pembubaran parlemen oleh SCAF, merupakan di antara tuntutan rakyat Mesir. Dan demo akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka terealiasi.

Memang perundingan menyangkut apakah pemerintahan baru negara ini harus bersifat koalisi atau teknokrat, serta munculnya friksi dalam hal ini tidak diungkap secara meluas di media massa dan cenderung dibahas secara internal. Namun rakyat Mesir menyadari bahwa saat ini para jenderal SCAF sedang bergerilya untuk mendominasi kekuatan dan kekuasaan. Apalagi setelah pembubaran parlemen dan juga hak veto SCAF.

Rakyat Mesir sebagai pemenang dalam revolusi melawan rezim diktator Hosni Mubarak, sekali lagi ingin membuktikan bahwa merekalah poros kekuatan negara, bukan para jenderal. Bangsa Mesir bertekad menunjukkan bahwa roda keadilan yang diperjuangkan dalam revolusi akan mampu menggilas para jenderal meski mereka didukung oleh Barat dan kroninya di Israel. Revolusi terbukti berhasil menggulingkan rezim diktator yang cengkeraman kekuasaannya telah menancap kokoh hampir setengah abad di negara ini. Belum lagi, status rezim Mubarak sebagai mitra terkuat AS dan Israel di kawasan.

Para jenderal SCAF, tampaknya ingin bernostalgia dengan kemegahan mereka di era Mubarak yang baru saja runtuh selain itu ingin menggunakan peluang yang ada saat ini untuk mendominasi kekuasaan bahkan melampaui yang pernah dicicipinya di era Mubarak. Hanya SCAF yang masih bertahan hingga kini sebagai peninggalan rezim Mubarak.

Namun rakyat Mesir kadung bertekad akan menggerus seluruh kekuatan di negara ini selain kekuatan rakyat. Satu per satu cita-cita revolusi akan mereka wujudkan meski harus dengan menempuh jalan terjal yang sama ketika berjuang melawan sang diktator Hosni Mubarak. Karena mereka tidak ingin kembali ke masa lalu yang suram dan menyongsong masa depan cerah dengan penuh wibawa. (IRIB Indonesia/MZ/PH)

Kamis, 28 Juni 2012

Turki, Operator Misi AS di Suriah

turkiSidang darurat NATO atas permintaan Turki untuk membahas penembakan jet tempur F-4 negara itu di atas perairan Suriah memiliki dimensi terselubung. Pertemuan itu lebih tepat disebut sebagai panggung untuk secara berjamaah mengeluarkan ancaman terhadap Suriah ketimbang untuk konsultasi.

Insiden tersebut membuka babak baru hubungan Ankara-Damaskus dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara bertetangga itu. Peristiwa itu mengundang reaksi keras dari para pejabat Turki dan pemerintah Ankara mengatakan bahwa Damaskus menembak jatuh pesawat militer Turki di wilayah udara internasional.

Sementara Suriah menyatakan penembakan dilakukan karena jet tempur Turki melanggar wilayah udaranya dan Damaskus takkan mentoleransi pelanggaran atas kedaulatannya. Pada Senin (25/6), juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi menyatakan bahwa penembakan pesawat militer itu adalah pembelaan diri, sebab jet tempur Turki melanggar kedaulatan Suriah.

Seorang ahli militer Suriah mengatakan bahwa tindakan Turki itu memiliki maksud buruk, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa pesawat tersebut sedang menjalankan misi mata-mata. Dikatakannya, jet itu ingin memperoleh akses ke daerah istana, tampaknya untuk mengirim pesan khusus kepada pemerintah.

Setelah sidang darurat NATO, Perdana Menteri Tayyip Recep Erdogan mengatakan, Turki akan memperlakukan setiap satuan militer Suriah, yang mendekati perbatasannya sebagai ancaman dan target militer. Erdogan juga mengatakan, Turki berada di jalan yang benar menyangkut tindakan Suriah, yang menembak jatuh jet tempur Turki, dan tanggapan rasional Ankara agar tidak dikira lemah.

Manuver Turki bagaimanapun harus ditafsirkan sebagai sebuah tindakan provokatif, karena jet tempur negara itu memasuki wilayah udara Suriah dengan terbang rendah dan kecepatan tinggi. Mungkin mereka sedang menguji sistem pertahanan atau kegiatan mata-mata.

Tindakan seperti itu jelas menunjukkan sikap bermusuhan, terlebih dukungan-dukungan Turki terhadap kelompok pemberontak Suriah yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Turki terlibat langsung dalam perang Amerika Serikat terhadap Suriah. Mereka ikut mempersenjatai pemberontak dan menyediakan tempat. Ankara telah bertindak provokatif dan kemungkinan itu atas perintah Washington.

AS memiliki rencana perubahan rezim di Suriah. Pada awal 2011, Barat menyusun skenario untuk menciptakan kekerasan di negara Arab itu. Washington ingin Assad digantikan oleh pemimpin boneka yang tunduk kepada AS. Jika langkah-langkah yang diambil sekarang tidak berhasil, Barat mengharapkan perang bisa pecah di Suriah.

Insiden seperti itu juga dapat dengan mudah digunakan sebagai dalih untuk memperburuk konflik. Kini, Turki telah mengerahkan tank-tank tempur dan kendaraan lapis baja lainnya ke perbatasan Suriah. Menurut laporan Press TV, Rabu (27/6/), 15 kendaraan lapis baja telah dikerahkan, begitu pula dengan kendaraan-kendaraan militer lainnya dan senjata-senjata jarak jauh. (IRIB Indonesia/RM/NA)

Mossad Di Balik Pembunuhan Senior HAMAS

mossadSeorang pejabat Palestina mengatakan, Dinas Intelijen Rezim Zionis Israel (Mossad) berada di balik pembunuhan seorang anggota senior Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) di Damaskus, ibukota Suriah.

Menurut pejabat Pelestina itu, Kamal Hussein Ghannaja tewas di pinggiran kota Damaskus pada Rabu (27/6).

Ia menambahkan bahwa sebelum ia ditemukan tewas, sekelompok orang memasuki rumahnya di Qudsaya.

"Menurut informasi kami, Mossad berada di balik pembunuhan itu,"kata pejabat Pelestina yang tidak bersedia menyebutkan namanya, sebagaimana dilangsir Press TV.

Ghannaja adalah salah satu deputi dari Mahmud al-Mabhuh, seorang komandan senior Hamas yang tewas di sebuah kamar hotel di Dubai pada bulan Januari 2010.

Hasil dari penyelidikan atas insiden ini menunjukkan bahwa Mossad juga memiliki peran dalam pembunuhan al-Mabhuh pada tahun 2010.

Sementara itu, Menteri Urusan MiliterRezim Zionis untuk Ehud Barak menyatakan bahwa hal itu tidak benar bahwa agen mata-mata Israel berada di balik pembunuhan pada Rabu. (IRIB Indonesia/RA)

Selasa, 26 Juni 2012

China Vs AS: Sebuah Kompetisi Global

chinaDua per tiga rakyat Amerika Serikat (AS) saat ini melihat China sebagai potensi ancaman militer serius bagi negara mereka. Sementara warga China meyakini bahwa negara ditakdirkan untuk menjadi Negara Adidaya.

Hampir enam dari 10 dari warga China mengira bahwa AS terus berusaha keras untuk mencegah China meraih status Negara Adidaya. Tetapi banyak juga yang menyebutkan, Pemerintah China salah dalam menjaga hubungan dengan AS.

Hasil poling yang dilakukan oleh Comittee of 100 -sebuah kelompok LSM China-Amerika yang mempromosikan pertukaran budaya- menunjukan persepsi publik AS dan China antara satu dengan lainnya. Survei ini dilakukan pada Desember 2011 dan Januari tahun ini, dengan mewawancara 4.153 warga China dan 1.400 warga AS.

Poling itu menemukan 55 persen warga AS amat berminat dengan China, sementara 59 persen publik China memiliki pemikiran yang sama tentang Negeri Paman Sam.

"Kedua warga dari negara ini saling menyukai satu sama lain," ujar anggota Committee 100 Charlie Woo, seperti dikutip The New York Times, Rabu (27/6/2012).

Dalam survey yang dilakukan oleh Gallup-Daily China USA menunjukkan 42 persen warga AS menyukai pandangan China, ternyata 44 persen lainnya tidak menyukainya. Sementara delapan dari 10 warga AS berpikir hubungan dekat China memang baik, namun enam dari 10 warga AS juga memandangnya sebagai hal yang buruk.

Ketika Gallup mengeluarkan pertanyaan siapa musuh utama AS pada Februari lalu, China berada di posisi kedua di bawah Iran. Warga AS merasa khawatir akan kekuatan China. Mereka menilai China lebih kuat dari musuh-musuh AS lainnya, seperti Korea Utara, Afghanistan, Irak dan Iran.

Woo pun mengakui antara China dan AS memang kurang saling mempercayai. Survei dari komite ini juga menunjukkan urutan negara yang dianggap penting bagi AS. Negara itu antara lain China, Inggris, Jepang dan Israel. Sementara untuk China adalah, AS, Rusia, Inggris dan Jepang.

Islam Liberal: Drink Responsibly

liberalismeDrink Responsibly. Minum atau mabuklah secara bertanggung-jawab. Kampanye itu terpampang dalam iklan sebuah minuman keras di arena pertandingan Liga Inggris. Kampanye ini juga layak ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla dan kawan-kawan liberalnya di JIL, atau sekalian juga di Partai Demokrat.

Inilah kebebasan itu. Siapa saja yang mabuk janganlah menyetir mobil. Siapa saja yang banci janganlah berusaha menularkannya ke orang lain. Siapa saja yang korup janganlah mengelak ketika ketahuan. Siapa saja yang ingin berbuat sesuka hati jangan membuat kekacauan.

Satu, dua, beberapa, ratusan atau ribuan sekalipun aktivis Islam Liberal yang anti-Islam -yang tidak "liberal" seperti mereka- sekarang ini masih harus berhadapan dengan jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta orang Islam Indonesia lainnya yang �dianggap- tidak modern. Jika mereka sudah tidak tahan ingin mengubah kondisi masyarakat itu secepatnya, dunia hari ini tidak sempit lagi. Ikuti saja jejak Salman Rushdie ke Inggris, atau bergabung dengan Geert Wilders di Belanda, atau hijrah bersama Irshad Manji ke Kanada. Orang-orang ini ingin menikmati kehidupan damai di tengah masyarakat muslim Indonesia namun mendorong-dorong negara memberikan kebebasan kepada mereka untuk mengusik kedamaian tersebut.

Panitia bedah buku Irshad Manji di Salihara itu tidak memiliki izin, melanggar aturan, tapi tetap bersikeras menolak dibubarkan. Mereka seperti orang yang diberhentikan Polisi di tengah jalan karena mengemudi dalam keadaan mabuk tapi menolak berhenti. Mereka tidak peduli bahwa banyak masyarakat muslim yang menolak Irshad Manji. Mereka merasa menjadi orang paling berhak berbuat bebas sekehendaknya di Republik ini, barangkali karena orang-orang lain di luar itu mereka anggap kolot, tak berbudaya, bukan orang Islam sebenarnya, kaum terbelakang, ekstrimis, teroris dan lain sebagainya -ataukah karena ada Ulil, lalu menjadi berani dan menganggap SBY berdiri di belakangnya?

Bahkan Muhammadiyah yang moderat menolak Irshad Manji. Secara sangat meyakinkan, seratus persen, Islam yang asli mengharamkan homoseksualitas. Dan Irshad Manji yang seorang lesbian menulis buku tentang hakikat Islam? Judul bukunya itu Allah, Liberty and Love -Allah, Kebebasan dan Cinta. Mengetahui jika penulisnya seorang lesbian yang menuntut kebebasan sekuler liberal di dalam agama Islam, judul tersebut berangsur-angsur berubah menjadi Allah dan Kebebasan Bercinta. Tidak aneh jika ada pembacanya yang menilai, di dalam buku-bukunya orang ini hanya mengedepankan egonya yang luarbiasa. Seorang lesbian tentu saja merasa resah karena ajaran agamanya sendiri mengecam kesenangannya itu lalu memimpikan sebuah perubahan.

Jika orang-orang anti-Islam ini ingin membangun paham baru tidak ada yang melarang. Namun, mengajak orang-orang Islam meninggalkan nilai-nilai Islam tentu sudah melanggar wilayah, mengganggu kebebasan berkeyakinan umat Islam. Jadi wajar jika organisasi militan seperti FPI turun ke lapangan. Untungnya, dalam kejadian kemarin kepolisian mampu menjadi penengah yang baik.

Orang Islam yang bukan aktivis, penonton dari kejauhan, hanya bisa mencoba membubarkan ide-ide tentang kebebasan yang memabukkan itu di dalam wilayahnya masing-masing. Mungkin mereka tidak sepintar Ulil Abshar Abdalla tapi sebagian besar umat Islam Indonesia yang "bodoh" itu masih mempunyai Kitab Suci dan Hadis Nabi sebagai sandaran. Sekali waktu mereka akan keliru dalam berpikir dan bertindak, namun mereka selalu memiliki tempat bagi akalnya untuk kembali. Mereka tidak mau membiarkan alam pikirannya berkelana jauh sampai benua lain, terpesona oleh kemegahan, gagap melihat kemajuan ilmu pengetahuan, lalu tersesat jalan.

Umat Islam Indonesia tidak menjadi berkurang pluralitasnya sebelum muncul orang-orang yang menamakan diri Islam liberal itu. Sudah lama umat Islam Indonesia hidup dalam diversifikasi keyakinan dan pemikiran. Tidak ada permasalahan dengan pluralitas dan kebebasan selama itu, selama tidak ada yang mabuk dan melanggar aturan. (IRIB Indonesia/Kompas/SL)

Legalisasi Sesama Jenis dan Dekadensi Moral Barat

homoPara pendukung hubungan sesama jenis kian meningkatkan aktivitasnya dan bahkan berusaha menyebarkan ideologinya ini ke negara muslim dengan dibungkus isu demokrasi serta slogan membela hak asasi manusia (HAM). Kebijakan anti Islam pemerintah sekular Azerbaijan telah membuka peluang lebar-lebar bagi perluasan aktifitas kelompok sesama jenis di negara ini. Para petinggi Azerbaijan dalam hal ini sama sekali tidak mengindahkan nilai-nilai agama dan keselamatan moral masyarakat muslim  di negara ini. Mereka sangat mendukung setiap gerakan anti agama.

Sementara itu, Rusia, negara tetangga Azerbaijan justru mengambil sikap kontradiktif dengan Baku. Negara yang mayoritasnya berpenduduk Kristen Ortodoks ini melarang aksi demo sesama jenis. Walikota Moskow melarang aksi demo sesama jenis dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan izin untuk aksi semacam ini serta kelompok ini jangan berharap akan mendapat izin. Para pejabat dewan kota Moskow menegaskan, izin untuk aksi seperti ini tidak akan dikeluarkan hingga 100 tahun mendatang.

Sementara itu, di negara Eropa seperti Denmark, parlemen negara ini menyepakati perkawinan sesama jenis. Mayoritas anggota parlemen Denmark memberikan suara mufakat untuk perkawinan sesama jenis termasuk perkawinan di gereja. Draf tuntutan perkawinan sesama jenis diajukan oleh pemerintah sosialis demokrat Denmark ke parlemen. Denmark merupakan negara pertama yang menyetujui perkawinan sesama jenis pada tahun 1999.

Saat ini, prilaku tak bermoral tersebut mulai marak di Barat, sampai-sampai diplomat sesama jenis pun mampu meraih posisi puncak di kancah politik. Johanna Sigurdardottir, 62 tahun pemimpin Partai Sosialis dan  perdana menteri Republik Islandia merupakan pemimpin Eropa yang memiliki kecenderungan sesama jenis. Ia menjadi perdana menteri Republik Islandia pada tahun 2009. Guido Westerwelle, Menteri Luar Negeri Jerman sosok lain petinggi Eropa yang mengaku sebagai kelompok sesama jenis. Jika kita ingin menelusuri nama-nama politikus Barat dan Eropa dari kelompok sesama jenis maka kita akan mendapatkan list yang panjang sekali.

Belgia telah menjadi negara kedua di dunia (setelah Islandia) yang memilih seorang gay sebagai pemimpin negeri itu. Elio di Rupo yang terang-terangan mengaku dirinya gay, telah dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Belgia yang baru. Selama karirnya di dunia politik, Elio di Rupo mempunyai banyak cerita. Elio di Rupo terlahir dari ayah dan ibu Italia yang buta huruf di sebuah kota kumuh pada tahun 1951. Di Rupo adalah menteri pertama dari partai sosialis dalam empat dekade terakhir.

Di Rupo menggantikan Yves Leterme untuk mengakhiri kebuntuan politik terpanjang dalam sejarah negara tersebut, selama 541 hari tanpa pemerintah. Di Rupo adalah anak terakhir dari tujuh bersaudara dan dirinya berumur satu tahun saat ayahnya meninggal dunia. Dalam biografinya, saat bersekolah Di Rupo hanya memiliki sepasang celana panjang. Salah satu gurunya menambahkan, sementara remaja lainnya memiliki dua kemeja dan dua pasang celana, ibu Di Rupo setiap hari harus mencuci pakaian anaknya.

Di masa mudanya, Di Rupo termasuk anak yang cerdas, orator berbakat, dan seorang pemimpin yang alami. Di Rupo melanjutkan studinya ke universitas dan mendapatkan gelar PhD dalam bidang studi kimia. Pada tahun 1999, Di Rupo memenangkan kursi pemilihan berturut-turut sebagai anggota parlemen, senator, anggota parlemen Eropa, wakil perdana menteri, dan walikota kota Mons.

Dalam bukunya juga, pada tahun 1990-an dirinya dituduh melakukan pelecehan dan terkait dengan pembunuh berantai anak-anak Belgia, Marc Dutroux. Di Rupo mengatakan: "Ini benar-benar palsu".  Namun salah seorang wartawan bertanya kepada Di Rupo apakah dirinya seorang homokseksual? Ketika itu juga Di Rupa membenarkannya. "Ya, jadi kenapa?" jawabnya. "Aku tidak akan pernah melupakan saat itu, setelah mendengar jawaban saya, semua terdiam. Itu adalah jawaban yang tulus, kebenaran," tulis Di Rupo dalam biografinya.

Kelompok sesama jenis di Barat berusaha memunculkan prilaku dan ideologi tak bermoralnya ini  menjadi sebuah partai atau gerakan masyarakat. Mereka menilai penentangan terhadap gerakan sesama jenis sebagai bentuk kemunduran dan diskriminasi kepada kelompok ini.  Sebaliknya mereka mempropagandakan bahwa mendukung gerakan sesama jenis

Di mayoritas negara Barat dan negara kapitalis, gerakan sesama jenis mendapat legalisasi. Bahkan partai politik, khususnya sayap kiri memanfaatkan dukungannya terhadap perkawainan sesama jenis dan aktivitas mereka di bidang sosial, budaya dan militer sebagai sarana untuk menarik simpati dan suara di pemilu. Dalam hal ini dukungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama terhadap perkawinan sesama jenis menjadi contoh utama. Obama bahkan berani mencabut undang-undang pelarangan masuknya sesama jenis ke militer negara ini.

Merebaknya kecenderungan sesama jenis di masyarakat Barat dan upaya untuk mengekspor perilaku tak bermoral ini ke masyarakat Timur khususnya masyarakat muslim harus dipahami sebagai dekadensi moral di Barat. Ketika Liberalisme dengan dasar Humanisme berkuasa di Barat  dan nilai-nilai moral dianggap hanya relatifitas belaka maka proses kemunduran di Berat pun dimulai. Legalitas terhadap perilaku tak bermoral ini menjadi salah satu indikasi dari dekadensi moral di samping kecenderungan telanjang para wanita serta hubungan haram serta munculnya kelompok sesat dan tak bermoral.

Hubungan sesama jenis bila kita perhatikan dari berbagai sisi tidak dapat disebut sebagai tindakan alami dan wajar. Oleh karena itu, bukan hanya secara fitrah dan agama, bahkan dari sisi anatomi tubuh, perilaku sesama jenis pun tidak dapat dikatakan tindakan wajar. Dengan demikian maraknya perilaku seperti ini menimbulkan dampak sangat negatif bagi masyarakat. Rusaknya tatanan rumah tangga merupakan efek kecil dari perilaku sesama jenis. Susunan anatomi tubuh manusia diciptakan untuk hubungan antara wanita dan pria. Ilmu biologi pun mendukung penuh hubungan antara wanita dan pria. Di sisi lain, ilmu ini tidak membenarkan hubungan sesama jenis.

Sementara itu, dalam pandangan agama hubungan sesama jenis pun mendapat celaan dan kutukan serta menyebutnya sebagai dosa besar. Tiga agama besar samawi Yahudi, Kristen dan Islam menentang keras hubungan sesama jenis. Agama Yahudi menyatakan hubungan sesama jenis tidak benar dan tertolak. Kristen sendiri baik di kitab perjanjian baru maupun lama mengutuk hubungan ini. Mayoritas pemimpin Kristen Katolik Roma dengan bersandar pada kitab perjanjian baru dan hukum alam menolak hubungan sesama jenis.

Dalam hal ini Islam telah memberikan argumentasi terkuat terkait penolakan hubungan sesama jenis. Allamah Muhammad Taqi Jafari, salah satu ulama kontemporer Islam saat menjawab pertanyaan Bertrand Russel, ilmuwan Barat yang bertanya mengapa Islam memberikan perhatian besar terhadap perkawinan serta memberikan undang-undang tertentu, beliau mengatakan,"Dengan perkawinan Islam menghendaki munculnya generasi baru. Dalam hal ini yang sangat ditekankan Islam adalah masalah kelahiran manusia baru."

Islam sangat memperhatikan urusan manusia dan tidak bersedia menolerir ideologi yang membuat kemunduran manusia. Ketenangan, keseimbangan jiwa, fisik dan syahwat tidak akan dapat diraih dengan hubungan sesama jenis. Al-Quran di surat al-Shuara' ayat 165-166 kepada mereka yang melakukan hubungan sesama jenis mengatakan," Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".

Di surat al-Rum ayat 21, Allah Swt berfirman:" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Mengingat nilai-nilai moral dan ideologi terkait tuntutan dasar manusia, sangat jelas bahwa sikap dan perilaku manusia harus ada batasnya. Jika kita meyakini bahwa keberadaaan kita adalah suatu kebetulan dan dikarenakan percampuran antara sperma lak-laki dan perempuan maka pantas jika kita memiliki ideologi bahwa tidak ada kekuatan yang besar di atas kita dan kita sendiri yang menentukan undang-undang untuk kehidupan kita. Namun jika mengimani adanya Tuhan Yang Maha Pengasih dan memprogam kelahiran kita serta memberikan tuntutan bagi kelanjutan hidup kita maka kita harus mengikuti perintah-Nya.

Melalui al-Quran, Allah Swt memberikan tuntunan kepada manusia dan memberikan teladan bagi mereka serta mengajarkan manusia nilai-nilai kebahagiaan untuk meraih keselamatan fisik dan jiwa. Hubungan sesama jenis merupakan penyakit jiwa, dosa besar dan indikasi dekadensi moral. Peradaban sebelum kita pernah musnah, gara-gara masyarakatnya memiliki kecenderungan sesama jenis. Kecenderungan tak bermoral ini bertentangan dengan undang-undang alam dan Tuhan serta bukan indikasi dari pencerahan dan kemajuan. Namun sebaliknya menunjukkan kebodohan dan kemunduran manusia. Dengan melegalkan hubungan sesama jenis, masyarakat tidak akan mencapai kesempurnaan, malah akan membuat sebuah masyarakat mengalami kemunduran dan kehancuran.

Promosi Homoseksualitas di Buku Manji

manjiSetelah membaca buku Irshad Manji yang berjudul "Allah, Liberty, and Love", saya melihat buku ini sebetulnya bukan berisi promosi homoseksualitas. Benar, dalam beberapa bagiannya berisi uraian Manji seputar homoseksualitas, namun terlalu dini untuk mengatakannya promosi, yang bermakna ajakan untuk menjadi homoseksual. Di sini Manji hanya berupaya untuk membela keyakinannya. Membela keyakinan tentu berbeda dengan promosi, karena membela keyakinan tidak berarti "mengajak".

Dengan demikian, terlalu dini pula untuk mengatakan bahwa Manji berbohong saat berkata bahwa bukunya bukan tentang homoseksualitas. Karena, hanya sebagian kecil yang membahas seputar homoseksualitas menurut pandangan dan pemahamannya. Kecuali, bila seluruh atau sebagian besar buku itu berbicara tentang homoseksualitas.

Terkait isu "islamo-tribalisme". Pada bab tiga, Manji cukup panjang lebar mengulas istilah tersebut, yang sebenarnya berasal dari budaya "penjagaan kehormatan keluarga dan masyarakat" yang lebih ditekankan pada anak perempuan. Ini berasal dari budaya kesukuan masyarakat Arab, yang melebur dalam praktik keislaman. Bentuk lain dari islamo-tribalisme adalah budaya penokohan yang begitu kental, sehingga ucapan Syaikh A atau Kyai B atau Habib C adalah segalanya dan seolah mewakili keinginan Tuhan.

Di banyak negara Muslim, budaya ini memang telah dipraktikkan secara ekstrem, sehingga amat memasung kebebasan wanita dan bahkan mengancam nyawa wanita. Sebagai contoh dari islamo-tribalisme adalah kisah Aqsa Parvez, yang disampaikan Manji. Aqsa menolak mengenakan jilbab dengan alasan bahwa itu adalah bagian dari budaya Arab, bukan ajaran Islam. Tekanan yang ia rasakan pernah membuatnya kabur dari rumah. Ayahnya yang kelahiran Pakistan bersumpah demi al-Quran bahwa ia akan membunuh Aqsa jika kabur lagi dari rumah. Teman-temannya meyakinkan kalau ayahnya tidak mungkin serius. Tiga puluh menit setelah Aqsa kembali ke rumah, dari percobaan kaburnya yang kedua, ayahnya mencekiknya hingga tewas. Aqsa dianggap telah mencemarkan nama baik keluarga. [hal. 136-137]

Menurut saya, islamo-tribalisme memang sesuatu yang tidak bisa dibenarkan, bila dipraktikkan secara ekstrem. Namun sayangnya, para penolaknya juga terjebak ke dalam ekstremitas yang lain. Penolakan terhadapnya membuat mereka mengusung kebebasan yang seolah tanpa batas. Bahkan, membela kehormatan agama dalam bentuk apa pun dianggap sebagai budaya tribal, termasuk pada kasus Salman Rushdie. [hal. 154]

Sebagai seorang yang ingin membela keyakinannya, menurut saya sah-sah saja bila Manji menyampaikannya kepada siapa pun, termasuk dunia akademik, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Manji toh tidak memaksakan pandangannya, tidak mengajak orang lain untuk menjadi homoseks, dan tidak pula mengklaim sesat bagi yang tidak sejalan dengannya. Bandingkan dengan kelompok-kelompok radikal yang menolaknya, dan bahkan memukuli orang-orang yang hadir dalam sebuah diskusi Manji di Yogyakarta.

Kalau dunia akademik yang dianggap sebagai institusi paling rasional dan toleran saja sudah tunduk pada arogansi sekelas ormas, maka apalagi yang tertinggal dari negeri ini? Lembaga yang diharapkan menghasilkan insan cerdas telah sedemikian dipasung dengan dalih subversif atas nama agama. Tuhan telah sedemikian jauh diperalat. Padahal kelompok-kelompok penekan yang radikal itu kerap mendatangkan ustad-ustad Timteng untuk "tour de Indonesia" dalam rangka propaganda pengafiran. Lebih "nakal" mana dibanding Manji?

Mestinya kedatangan Manji bisa menjadi kesempatan untuk mengkritisi pandangan-pandangannya secara ilmiah dan santun. Kekerasan hanya akan menjadikan Manji dan kaum islamofobik menang sebelum bertanding. Seperti pengakuan Manji sendiri:

"Cercaan justru semakin membuatku berani berterus terang mengapa aku meyakini apa yang kuyakini, dan apakah aku perlu mempercayainya secara mutlak. Dari sisi ini, para pengritik yang sarkastis pun bisa menjadi sahabat dalam evolusiku. Merekalah yang berulang kali mengajarkanku bahwa beberapa hal lebih penting dari sekadar rasa takut. Pena mereka adalah zenku." [hal. 25]

Tanggapan atas Irshad Manji

Kekurangan Manji yang pertama adalah kurangnya (atau bahkan tiadanya) pembahasan ilmiah seputar isu-isu penting yang diangkat dalam bukunya tersebut. Seperti saat menyeru tentang kebebasan untuk berijtihad, Manji tidak menyertakan argumen tentang ijtihad itu sendiri dalam Islam. Bagaimanakah ijtihad dalam Islam menurut pemahamannya? Berbeda dengan tulisan pemikir modern Khaled Abou el-Fadhl misalnya, yang sarat dengan argumen ilmiah seputar ijtihad. Demikian pula halnya dengan penafsiran ayat-ayat al-Quran.

Terkait isu homoseksualitas, Manji tampak terlalu dini dalam menyampaikan pandangannya. Bahkan tampak mengandung paradoks. Di satu sisi, ia mengatakan bahwa homoseksualitas adalah kebebasan (yang berarti pilihan). Namun, di sisi lain, ia berkata bahwa homoseksualitas adalah sesuatu yang deterministik (ketetapan Tuhan).

Penentangan atas homoseksualitas bukanlah budaya tribal, melainkan masalah agama dan moral. Setidaknya demikian yang diyakini oleh sebagian besar ulama, berdasarkan teks al-Quran dan Hadis. Selain itu, homoseksualitas juga lebih merupakan problema psikologis ketimbang genetis. Penelitian laboratorium membuktikan hal itu.

Namun demikian, kalaupun homoseksualitas bisa dikaitkan dengan problema genetis, maka tentu tidak terkait dengan "kehendak Tuhan". Alias, homoseksualitas bukan sesuatu yang deterministik. Melainkan, boleh jadi disebabkan oleh faktor kesalahan orang tua dalam mengonsumsi makanan, atau saat berhubungan seksual, dan sebagainya. Buktinya, homoseksualitas dapat disembuhkan dan dicegah. Selain itu, ayat-ayat al-Quran juga menjelaskan bahwa Allah hanya menciptakan dua jenis jender: laki-laki dan perempuan. Tidak ada jender ganda.

Dengan demikian, orientasi seksual sebenarnya hanya dua: laki-laki terhadap perempuan dan sebaliknya. Bagi pengidap homoseksual, syariat sebenarnya juga telah memberi jalan dalam bentuk pilihan untuk menjadi lelaki atau perempuan, tergantung kecenderungan seksualnya. Untuk itu, syariat bahkan mengizinkan ganti kelamin.

Di Amerika sendiri, meskipun sangat terbuka dengan homoseksualitas, namun ternyata mayoritas masyarakatnya belum merestui. Data polling sekitar tahun 2007 menunjukkan bahwa 51 persen warga AS menganggap homoseksualitas keliru secara moral, dan hampir 60 persen menolak perkawinan gay. Bahkan pada 2004, gubernur New Jersey, James McGreevey, mengumumkan pengunduran dirinya, seiring dengan pengakuannya sebagai seorang gay, meskipun ia telah beristri dan memiliki anak. [Mark J. Penn, Microtrends, hal. 120-123]

Dampak buruk homoseksualitas, baik secara fisik maupun mental, juga kerap dikemukakan oleh para pakar. Secara fisik, homoseksualitas telah menjadi kontributor munculnya penyakit AIDS. WHO melaporkan bahwa di Belanda kaum homoseksual menyumbang 68,6 persen pada kasus HIV/AIDS. Sedangkan di Inggris, kontribusi mereka sebesar 65,8 persen. Selain AIDS, homoseksualitas juga mengakibatkan penyakit sipilis, herpes kelamin, kanker dubur, kanker kelenjar getah bening, dan lain-lain.

Secara mental, kaum homoseksual memiliki kecenderungan melakukan upaya bunuh diri sebesar 6,5 kali lebih besar, memiliki ide bunuh diri sebesar 4,1 kali lebih besar, dan memiliki keinginan untuk mati sebesar 4,4 kali lebih besar, ketimbang kaum normal. Selain itu, kaum homoseksual memiliki karakter posesif yang kebablasan. Mereka rela melakukan apa saja demi memuaskan libidonya dan mempertahankan pasangannya, termasuk dengan cara merampok, membunuh, hingga mutilasi.

Mengingat dampak buruk yang bisa ditimbulkan homoseksualitas�secara fisik, psikologis, dan sosial�maka melakukan penyembuhan tentu lebih baik dan bijaksana ketimbang mempertahankan identitas sebagai homoseks. (IRIB Indonesia/PH)

Oleh: Muhammad Anis

Putin: Iran harus dilibatkan dalam perundingan Suriah

Image634763850090426023Iran harus diundang dalam pertemuan internasional mengenai konflik Suriah di Jenewa akhir pekan ini. Permintaan itu ditegaskan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sebagai tanggapan. Amerika Serikat langsung menolak usul Rusia.

"Jauh lebih baik untuk melibatkan Iran dalam penyelesaikan krisis Suriah," ujar Putin dalam jumpa pers," Selasa (26/6) di Yordania. Putin menegaskan itu usai melakukan pembicaraan dengan Raja Abdullah II di kawasan Laut Mati, Yordania.

"Jika Iran diabaikan, hanya akan merumitkan proses penyelesaian," ujarnya. Penekanan itu ia buat sebagai akhir dari kunjungan satu hari ke Yordania, dalam rangka tur Timur Tengah yang telah diawali dengan kunjungan ke Israel dan Tepi Barat, Palestina.

"Dukungan Iran terhadap masalah ini sangat dibutuhkan."

Freeport: Pesta Emas di tengah keterpurukan

freeportKeresahan terus mendera Markus Bugaleng. Tokoh masyarakat suku Amungme, Mimika, Papua ini mengaku prihatin atas kehidupan warganya yang tak kunjung lepas dari kemiskinan. Persoalan gizi buruk masih merajalela di sekitar tempat tinggalnya. Padahal di tanah mereka berdiri perusahaan raksasa PT Freeport Indonesia. Tambang emas terbesar di dunia asal Amerika.

"Keberadaan Freeport di daerah kami tidak membawa kesejahteraan terhadap masyarakat, utamanya bagi suku Amungme dan suku Komoro," tutur Markus.

Dua suku inilah pemilik tanah yang berlimpah tembaga dan emas itu. "Total tanah kami yang digunakan Freeport adalah 1,6 juta hektar," tambahnya. Namun anggota masyarakat kedua suku ini yang bekerja di Freeport bisa dihitung dengan jari.

PT Freeport Indonesia yang merupakan anak perusahaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. diketahui telah hadir di Bumi Cenderawasih itu sejak tahun 1967. Tercatat sebagai perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani presiden Soeharto. Kontrak Karya I Freeport dengan pemerintah ditandatangani pada 7 April 1967 (No.82/EK/KEP/4/1967). KK ini berlaku selama 30 tahun.

Saat itu, Freeport hanya mengambil biji tembaga di atas tanah seluas 100.000 hektar. Dalam perkembangannya, Freeport menemukan emas dan perak serta diam-diam menambangnya dan baru ketahuan pada tahun 1978. Namun pemerintah tak memberikan sanksi apa-apa.

Kewajiban membayar royalti emas itu baru terjadi ketika ada pembaruan Kontrak Karya II tertanggal 30 Desember 1991 dimana luas wilayah kontrak karya PT Freeport bertambah menjadi 212.950 hektar. Freeport memperoleh kembali hak eksplorasi selama 30 tahun. Dapat diperpanjang dua kali, masing-masing sepuluh tahun.

Dalam rentang itu entah telah berapa banyak keuntungan yang diraup Freeport. Namun dalam laporan keuangan 2010 saja, Freeport menjual sebanyak 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata 3,69 dolar AS per pound atau setara dengan Rp 39,42 triliun.

Selain itu, Freeport juga menjual sebanyak 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata pada 2010 sebesar 1.271 dolar AS per ounce atau setara Rp 20,59 triliun. Jadi total penjualannya mencapai Rp 60,01 triliun.

Tak aneh jika produktivitas dan kontribusi PT Freeport Indonesia jauh di atas rata-rata perusahaan lain yang tergabung dalam grup FCX (Freeport-McMoran Cooper Gold Inc). Grup FCX sendiri terdiri dari 14 perusahaan, sedangkan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi sebanyak 50,75 persen kepada FCX pada tahun 2010.

Ironisnya, di tengah besarnya keuntungan yang diraup Freeport, kehidupan kedua suku yang tanahnya dipakai itu tak berubah, bahkan kian miskin. Sehari-hari, masyarakat suku Amungme bertani, sementara masyarakat suku Komoro tetap meramu untuk sekadar bertahan hidup. "Di sini gizi buruk masih tinggi. Kemiskinan

juga makin tinggi," ujar Markus.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait yang dikonfirmasi menyatakan pihaknya berkomitmen akan terus berkontribusi terhadap pemerintah Indonesia, pemerintah daerah dan masyarakat Papua. Kontribusi itu menurut dia diwujudkan dalam bentuk kepatuhan membayar pajak, royalti dan deviden. Serta pengembangan masyarakat yang didanai langsung dari perusahaan.

Selain suku Amungme dan suku Komoro yang merasa kurang mendapatkan manfaat, kesepakatan perjanjian Freeport dengan pemerintah juga dinilai merugikan negara. Pasalnya, royalti emas yang diberikan Freeport ke pemerintah hanya 1 persen. Padahal jika mengacu PP Nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil tambang menyebutkan, royalti bagi pemerintah untuk emas sebesar 3,75 persen, tembaga 4,00 persen, dan perak 3,25 persen dari perhitungan seluruh hasil tambang yang diolah perusahaan.

"Tapi Freeport menolak ketentuan itu dan berpedoman pada Kontrak Karya II yang bersifat lex specialist," kata Gunawan, Sekretaris Jendral Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS). Memang, lanjut Gunawan, dalam pembaharuan Kontrak Karya II PT Freeport Indonesia menyebutkan, royalti emas yang harus dibayarkan ke pemerintah Indonesia antara 1 hingga 1,5 persen.

Tapi secara hukum, kata Gunawan, dalih lex spesialist itu secara otomatis tak berlaku lagi karena sudah lahir peraturan hukum baru, yaitu PP No. 45 tahun 2003. "Dengan begitu, maka perjanjian Kontrak Karya II Freeport itu batal demi hukum," ujarnya.

Gunawan mengaku heran dengan keengganan Freeport mematuhi peraturan tersebut. Padahal angka 3,7 persen itu tak seberapa jika dibanding keuntungan yang didulang Freeport. Serta jika dibanding aturan royalti di negara-negara Afrika yang berkisar antara 5-8 persen untuk emas.

Dari Annual Report PT Freeport, mereka membayarkan royalti periode 2003-2010 sebesar 110,3 juta dolar AS. Jika dihitung berdasarkan PP Nomor 45, terhitung sejak 31 Juli 2003, seharusnya mereka membayar royalti emas 366,5 juta dolar AS. "Ada kerugian negara sebesar 256,1 juta dolar AS," ujarnya.

Ketidakadilan ini membuat banyak kalangan geram. Hingga muncul suara-suara yang menuntut renegosiasi ulang kontrak pertambangan PT Freeport. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, menyebut pihaknya masih memproses rencana renegosiasi ulang tersebut. Di tengah upaya pemerintah memperjuangkan renegosiasi ulang kontrak karya, nasib Markus yang ingin terangkat ke sejahteraannya dengan keberadaan Freeport tak kunjung terpenuhi. (IRIB Indonesia/Prioritas)

Menit-menit yang Luput dari Catatan Sejarah Indonesia

indonesiaBukanlah maksud saya hendak mengutik-ngutik �nasi yang sudah menjadi bubur� dengan tulisan ini. Semata-mata saya bersaksi. Kesaksian harus disampaikan, betapapun tidak populernya. Betapapun terpinggirkannya. Kebetulan saya saksi. Saksi harus bicara.

Atau, kalau kata �kesaksian� terdengar teralu resmi. Ya sudah, saya menuliskan sebuah kenangan saja. Namun lebih dari itu semua, saya merasa ada pelajaran sangat berharga dari beberapa saat di masa lalu ini. Dan saya ingin orang-orang muda Indonesia belajar sesuatu dari ini.

�Nasi sudah menjadi bubur� yang saya maksud adalah Timor Timur, yang sekarang bernama Timor Leste.



SAYA dikirim kantor berita saya, the IPS Asia-Pacific, Bangkok, pada tanggal 28 Agustus 1999, untuk meliput �Jajak Pendapat Timor-Timur� yang diselenggarakan UNAMET [United Nations Mission in East Timor], 30 Agustus 1999.

Jajak pendapat itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah referendum, adalah buah dari berbagai tekanan internasioal kepada Indonesia yang sudah timbul sejak keruntuhan Uni Soviet tahun 1989. Belakangan tekanan itu makin menguat dan menyusahkan Indonesia. Ketika krisis moneter menghantam negara-negara Asia Tenggara selama tahun 1997-1999, Indonesia terkena. Guncangan ekonomi sedemikian hebat; berimbas pada stabilitas politik; dan terjadilah jajak pendapat itu.

Kebangkrutan ekonomi Indonesia dimanfaatkan oleh pihak Barat, melalui IMF dan Bank Dunia, untuk menekan Indonesia supaya melepas Timor Timur. IMF dan Bank Dunia bersedia membantu Indonesia lewat paket yang disebut bailout, sebesar US$43 milyar, asal Indonesia melepas Timtim.

Apa artinya ini? Artinya keputusan sudah dibuat sebelum jajak pendapat itu dilaksanakan. Artinya bahwa jajak pendapat itu sekedar formalitas.

Namun meski itu formalitas, toh keadaan di kota Dili sejak menjelang pelaksanan jajak pendapat itu sudah ramai nian. Panita jajak pendapat didominasi bule Australia dan Portugis. Wartawan asing berdatangan. Para pegiat LSM pemantau jajak pendapat, lokal dan asing, menyemarakkan pula � untuk sebuah sandiwara besar. Hebat bukan?

Sekitar Jam 1 siang, tanggal 28 Agustus 1999, saya mendarat di Dili. Matahari mengangkang di tengah langit. Begitu menyimpan barang-barang di penginapan [kalau tidak salah, nama penginapannya Dahlia, milik orang Makassar], saya keliling kota Dili. Siapapun yang berada di sana ketika itu, akan berkesimpulan sama dengan saya: kota Dili didominasi kaum pro-integrasi. Mencari orang Timtim yang pro-kemerdekaan untuk saya wawancarai, tak semudah mencari orang yang pro-integrasi.

Penasaran, saya pun keluyuran keluar kota Dili, sampai ke Ainaro dan Liquica, sekitar 60 km dari Dili. Kesannya sama: lebih banyak orang-orang pro-integrasi. Di banyak tempat, banyak para pemuda-pemudi Timtim mengenakan kaos bertuliskan Mahidi [Mati-Hidup Demi Integrasi], Gadapaksi [Garda Muda Penegak Integrasi], BMP [Besi Merah Putih], Aitarak [Duri].

Setelah seharian berkeliling, saya berkesimpulan Timor Timur akan tetap bersama Indonesia. Bukan hanya dalam potensi suara, tapi dalam hal budaya, ekonomi, sosial, tidak mudah membayangkan Timor Timur bisa benar-benar terpisah dari Indonesia. Semua orang Timtim kebanyakan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Para penyedia barang-barang kebutuhan di pasar-pasar adalah orang Indonesia. Banyak pemuda-pemudi Timtim yang belajar di sekolah dan universitas Indonesia, hampir semuanya dibiayai pemerintah Indonesia. Guru-guru di sekolah-sekolah Timtim pun kebanyakan orang Indonesia, demikian juga para petugas kesehatan, dokter, mantri.

Selepas magrib, 28 Agustus 1999, setelah mandi dan makan, saya duduk di lobi penginapan, minum kopi dan merokok. Tak lama kemudian, seorang lelaki berusia 50an, tapi masih terlihat gagah, berambut gondrong, berbadan atletis, berjalan ke arah tempat duduk saya; duduk dekat saya dan mengeluarkan rokok . Rupanya ia pun hendak menikmati rokok dan kopi.

Mungkin karena dipersatukan oleh kedua barang beracun itu, kami cepat akrab. Dia menyapa duluan: �Dari mana?� sapanya.

�Dari Jakarta,� jawabku, sekalian menjelaskan bahwa saya wartawan, hendak meliput jajak pendapat.

Entah kenapa, masing-masing kami cepat larut dalam obrolan. Dia tak ragu mengungkapkan dirinya. Dia adalah mantan panglima pasukan pro-integrasi, yang tak pernah surut semangatnya memerangi Fretilin [organisasi pro-kemerdekaan], �karena bersama Portugis, mereka membantai keluarga saya,� katanya. Suaranya dalam, dengan tekanan emosi yg terkendali. Terkesan kuat dia lelaki matang yang telah banyak makan asam garam kehidupan. Tebaran uban di rambut gondrongnya menguatkan kesan kematangan itu.

�Panggil saja saya Laffae,� katanya.

�Itu nama Timor atau Portugis?� Saya penasaran.

�Timor. Itu julukan dari kawan maupun lawan. Artinya �buaya�,� jelasnya lagi.

Julukan itu muncul karena sebagai komandan milisi, dia dan pasukannya sering tak terdeteksi lawan. Setelah lawan merasa aman, tiba-tiba dia bisa muncul di tengah pasukan lawannya dan melahap semua yang ada di situ. Nah, menurut anak buah maupun musuhnya, keahlian seperti itu dimiliki buaya.

Dia pun bercerita bahwa dia lebih banyak hidup di hutan, tapi telah mendidik, melatih banyak orang dalam berpolitik dan berorganisasi. �Banyak binaan saya yang sudah jadi pejabat,� katanya. Dia pun menyebut sejumlah nama tokoh dan pejabat militer Indonesia yang sering berhubungan dengannya.

Rupanya dia seorang tokoh. Memang, dilihat dari tongkrongannya, tampak sekali dia seorang petempur senior. Saya teringat tokoh pejuang Kuba, Che Guevara. Hanya saja ukuran badannya lebih kecil.

�Kalau dengan Eurico Guterres? Sering berhubungan?� saya penasaran.

�Dia keponakan saya,� jawab Laffae. �Kalau ketemu, salam saja dari saya.�

Cukup lama kami mengobrol. Dia menguasai betul sejarah dan politik Timtim dan saya sangat menikmatinya. Obrolan usai karena kantuk kian menyerang.

Orang ini menancapkan kesan kuat dalam diri saya. Sebagai wartawan, saya telah bertemu, berbicara dengan banyak orang, dari pedagang kaki lima sampai menteri, dari germo sampai kyai, kebanyakan sudah lupa. Tapi orang ini, sampai sekarang, saya masih ingat jelas.

Sambil berjalan menuju kamar, pikiran bertanya-tanya: kalau dia seorang tokoh, kenapa saya tak pernah mendengar namanya dan melihatnya? Seperti saya mengenal Eurico Gueterres, Taur Matan Ruak? Xanana Gusmao? Dan lain-lain? Tapi sudahlah.

Pagi tanggal 29 Agustus 1999. Saya keluar penginapan hendak memantau situasi. Hari itu saya harus kirim laporan ke Bangkok. Namun sebelum keliling saya mencari rumah makan untuk sarapan. Kebetulan lewat satu rumah makan yang cukup nyaman. Segera saya masuk dan duduk. Eh, di meja sana saya melihat Laffae sedang dikelilingi 4-5 orang, semuanya berseragam Pemda setempat. Saya tambah yakin dia memang orang penting � tapi misterius.

Setelah bubar, saya tanya Laffae siapa orang-orang itu. �Yang satu Bupati Los Palos, yang satu Bupati Ainaro, yang dua lagi pejabat kejaksaan,� katanya. �Mereka minta nasihat saya soal keadaan sekarang ini,� tambahnya.

Kalau kita ketemu Laffae di jalan, kita akan melihatnya �bukan siapa-siapa�. Pakaiannya sangat sederhana. Rambutnya terurai tak terurus. Dan kalau kita belum �masuk�, dia nampak pendiam.

Saya lanjut keliling. Kota Dili makin semarak oleh kesibukan orang-orang asing. Terlihat polisi dan tentara UNAMET berjaga-jaga di setiap sudut kota. Saya pun mulai sibuk, sedikitnya ada tiga konferensi pers di tempat yang berbeda. Belum lagi kejadian-kejadian tertentu. Seorang teman wartawan dari majalah Tempo, Prabandari, selalu memberi tahu saya peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Dari berbagai peristiwa itu, yang menonjol adalah laporan dan kejadian tentang kecurangan panitia penyelenggara, yaitu UNAMET. Yang paling banyak dikeluhkan adalah bahwa UNAMET hanya merekrut orang-orang pro-kemerdekaan di kepanitiaan. Klaim ini terbukti. Saya mengunjungi hampir semua TPS terdekat, tidak ada orang pro-integrasi yang dilibatkan.

Yang bikin suasana panas di kota yang sudah panas itu adalah sikap polisi-polisi UNAMET yang tidak mengizinkan pemantau dan pengawas dari kaum pro-integrasi, bahkan untuk sekedar mendekat. Paling dekat dari jarak 200 meter. Tapi pemantau-pemantau bule bisa masuk ke sektratriat. Bahkan ikut mengetik!

Di sini saya perlu mengungkapkan ukuran mental orang-orang LSM dari Indonesia, yang kebanyakan mendukung kemerdekaan Timtim karena didanai asing. Mereka tak berani mendekat ke TPS dan sekretariat, baru ditunjuk polisi UNAMET saja langsung mundur. Tapi kepada pejabat-pejabat Indonesia mereka sangat galak: menuding, menuduh, menghujat. Berani melawan polisi . Di hadapan polisi bule mereka mendadak jadi inlander betulan.

Tambah kisruh adalah banyak orang-orang pro-integrasi tak terdaftar sebagai pemilih. Dari 4 konferensi pers, 3 di antaranya adalah tentang ungkapan soal ini. Bahkan anak-anak Mahidi mengangkut segerombolan orang tua yang ditolak mendaftar pemilih karena dikenal sebagai pendukung integrasi.

Saya pun harus mengungkapkan ukuran mental wartawan-wartawan Indonesia di sini. Siang menjelang sore, UNAMET menyelenggarakan konferensi pers di Dili tentang rencana penyelenggaraan jajak pendapat besok. Saya tentu hadir. Lebih banyak wartawan asing daripada wartawan Indonesia. Saya yakin wartawan-wartawan Indonesia tahu kecurangan-kecurangan itu.

Saat tanya jawab, tidak ada wartawan Indonesia mempertanyakan soal praktik tidak fair itu. Bahkan sekedar bertanya pun tidak. Hanya saya yang bertanya tentang itu. Jawabannya tidak jelas. Pertanyaan didominasi wartawan-wartawan bule.

Tapi saya ingat betapa galaknya wartawan-wartawan Indonesia kalau mewawancarai pejabat Indonesia terkait dengan HAM atau praktik-praktik kecurangan. Hambatan bahasa tidak bisa jadi alasan karena cukup banyak wartawan Indonesia yang bisa bahasa Inggris. Saya kira sebab utamanya rendah diri, seperti sikap para aktifis LSM lokal tadi.

Setelah konferensi pers usai, sekitar 2 jam saya habiskan untuk menulis laporan. Isi utamanya tentang praktik-praktik kecurangan itu. Selain wawancara, saya juga melengkapinya dengan pemantauan langsung.

Kira-kira 2 jam setelah saya kirim, editor di Bangkok menelepon. Saya masih ingat persis dialognya:

�Kafil, we can�t run the story,� katanya.

�What do you mean? You send me here. I do the job, and you don�t run the story?� saya berreaksi.

�We can�t say the UNAMET is cheating�� katanya.

�That�s what I saw. That�s the fact. You want me to lie?� saya agak emosi.

�Do they [pro-integrasi] say all this thing because they know they are going to loose?�

�Well, that�s your interpretation. I�ll make it simple. I wrote what I had to and it�s up to you,�

�I think we still can run the story but we should change it.�

� I leave it to you,� saya menutup pembicaraan.

Saya merasa tak nyaman. Namun saya kemudian bisa maklum karena teringat bahwa IPS Asia-Pacific itu antara lain didanai PBB.

***

Kira-kira jam 5:30 sore, 29 Agustus 199, saya tiba di penginapan. Lagi-lagi, Laffae sedang dikerumuni tokoh-tokoh pro-integrasi Timtim. Terlihat Armindo Soares, Basilio Araujo, Hermenio da Costa, Nemecio Lopes de Carvalho, nampaknya mereka sedang membicarakan berbagai kecurangan UNAMET.

Makin malam, makin banyak orang berdatangan. Orang-orang tua, orang-orang muda, tampaknya dari tempat jauh di luar kota Dili. Kelihatan sekali mereka baru menempuh perjalanan jauh.

Seorang perempuan muda, cukup manis, tampaknya aktifis organisasi, terlihat sibuk mengatur rombongan itu. Saya tanya dia siapa orang-orang ini.

�Mereka saya bawa ke sini karena di desanya tidak terdaftar,� katanya. �Mereka mau saya ajak ke sini. Bahkan mereka sendiri ingin. Agar bisa memilih di sini. Tidak ada yang membiayai. Demi merah putih,� jawabnya bersemangat.

Saya tergetar mendengar bagian kalimat itu: ��demi merah putih.�

Mereka semua ngobrol sampai larut. Saya tak tahan. Masuk kamar. Tidur. Besok jajak pendapat.

Pagi 30 Agustus 1999. Saya keliling Dili ke tempat-tempat pemungutan suara. Di tiap TPS, para pemilih antri berjajar. Saya bisa berdiri dekat dengan antrean-antrean itu. Para �pemantau� tak berani mendekat karena diusir polisi UNAMET.

Karena dekat, saya bisa melihat dan mendengar bule-bule Australia yang sepertinya sedang mengatur barisan padahal sedang kampanya kasar. Kebetulan mereka bisa bahasa Indonesia: �Ingat, pilih kemerdekaan ya!� teriak seorang cewek bule kepada sekelompok orang tua yang sedang antre. Bule-bule yang lain juga melakukan hal yang sama.

Sejenak saya heran dengan kelakuan mereka. Yang sering mengampanyekan kejujuran, hak menentukan nasib sendiri. Munafik, pikir saya. Mereka cukup tak tahu malu.

Setelah memantau 4-5 TPS saya segera mencari tempat untuk menulis. Saya harus kirim laporan. Setelah mengirim laporan. Saya manfaat waktu untuk rileks, mencari tempat yang nyaman, melonggarkan otot. Toh kerja hari itu sudah selesai.

Sampailah saya di pantai agak ke Timur, di mana patung Bunda Maria berdiri menghadap laut, seperti sedang mendaulat ombak samudra. Patung itu bediri di puncak bukit. Sangat besar. Dikelilingi taman dan bangunan indah. Untuk mencapai patung itu, anda akan melewati trap tembok yang cukup landai dan lebar. Sangat nyaman untuk jalan berombongan sekali pun. Sepanjang trap didindingi bukit yang dilapisi batu pualam. Di setiap kira jarak 10 meter, di dinding terpajang relief dari tembaga tentang Yesus, Bunda Maria, murid-murid Yesus, dengan ukiran yang sangat bermutu tinggi. Indah. Sangat indah.

Patung dan semua fasilitasnya ini dibangun pemerintah Indonesia. Pasti dengan biaya sangat mahal. Ya, itulah biaya politik.

Tak terasa hari mulai redup. Saya harus pulang. Besok pengumuman hasil jajak pendapat.

Selepas magrib, 30 September 1999. Kembali saya menunaikan kewajiban yang diperintahkan oleh kebiasaan buruk: merokok sambil minum kopi di lobi penginapan. Kali ini, Laffae mendahului saya. Dia sudah duluan mengepulkan baris demi baris asap dari hidung dan mulutnya. Kami ngobrol lagi.

Tapi kali ini saya tidak leluasa. Karena banyak tamu yang menemui Laffae, kebanyakan pentolan-pentolan milisi pro-integrasi. Ditambah penginapan kian sesak. Beberapa pemantau nginap di situ. Ada juga polisi UNAMET perwakilan dari Pakistan.

Ada seorang perempuan keluar kamar, melihat dengan pandangan �meminta� ke arah saya dan Laffae. Kami tidak mengerti maksudnya. Baru tau setelah lelaki pendampingnya bilang dia tak kuat asap rokok. Laffae lantas bilang ke orang itu kenapa dia jadi pemantau kalau tak kuat asap rokok. Kami berdua terus melanjutkan kewajiban dengan racun itu. Beberapa menit kemudian cewek itu pingsan dan dibawa ke klinik terdekat.

Saya masuk kamar lebih cepat. Tidur.

Pagi, 4 September 1999. Pengumuman hasil jajak pendapat di hotel Turismo Dili. Bagi saya, hasilnya sangat mengagetkan: 344.508 suara untuk kemerdekaan, 94.388 untuk integrasi, atau 78,5persen berbanding 21,5persen.

Ketua panitia mengumumkan hasil ini dengan penuh senyum, seakan baru dapat rezeki nomplok. Tak banyak tanya jawab setelah itu. Saya pun segera berlari mencari tempat untuk menulis laporan. Setelah selesai, saya balik ke penginapan.

Di lobi, Laffae sedang menonton teve yang menyiarkan hasil jajak pendapat. Sendirian. Saat saya mendekat, wajahnya berurai air mata. �Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Mereka curang..� katanya tersedu. Dia merangkul saya. Lelaki pejuang, tegar, matang ini mendadak luluh. Saya tak punya kata apapun untuk menghiburnya. Lagi pula, mata saya saya malah berkaca-kaca, terharu membayangkan apa yang dirasakan lelaki ini. Perjuangan keras sepanjang hidupnya berakhir dengan kekalahan.

Saya hanya bisa diam. Dan Laffae pun nampaknya tak mau kesedihannya terlihat orang lain. Setelah beberapa jenak ia berhasil bersikap normal.

�Kota Dili ini akan kosong..� katanya. Pelan tapi dalam. �Setelah kosong, UNAMET mau apa.�

Telepon berbunyi, dari Prabandari Tempo. Dia memberi tahu semua wartawan Indonesia segera dievakuasi pakai pesawat militer Hercules, karena akan ada penyisiran terhadap semua wartawan Indonesia. Saya diminta segera ke bandara saat itu juga. Kalau tidak, militer tidak bertanggung jawab. Semua wartawan Indonesia sudah berkumpul di bandara, tinggal saya. Hanya butuh lima menit bagi saya untuk memutuskan tidak ikut. �Saya bertahan, nDari. Tinggalkan saja saya.�

Laffae menguping pembicaraan. Dia menimpali: �Kenapa wartawan kesini kalau ada kejadian malah lari?� katanya. Saya kira lebih benar dia mikirnya.

Saya lantas keluar, melakukan berbagai wawancara, menghadiri konferensi pers, kebanyakan tentang kemarahan atas kecurangan UNAMET. �Anggota Mahidi saja ada 50 ribu; belum Gardapaksi, belum BMP, belum Halilintar, belum masyarakat yang tak ikut organisasi,� kata Nemecio Lopez, komandan milisi Mahidi.

Kembali ke penginapan sore, Laffae sedang menghadapi tamu 4-5 orang pentolan pro-integrasi. Dia menengok ke arah saya: �Kafil! Mari sini,� mengajak saya bergabung.

�Sebentar!� saya bersemangat. Saya tak boleh lewatkan ini. Setelah menyimpan barang-barang di kamar, mandi kilat. Saya bergabung. Di situ saya hanya mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan.

�Paling-paling kita bisa siapkan seribuan orang,� kata ketua Armindo Soares, saya bertemu dengannya berkali-kali selama peliputan.

�Saya perlu lima ribu,� kata Laffae.

�Ya, lima ribu baru cukup untuk mengguncangkan kota Dili,� katanya, sambil menengok ke arah saya.

�Kita akan usahakan,� kata Armindo.

Saya belum bisa menangkap jelas pembicaraan mereka ketika seorang kawan memberitahu ada konferensi pers di kediaman Gubernur Abilio Soares. Saya segera siap-siap berangkat ke sana. Sekitar jam 7 malam, saya sampai di rumah Gubernur. Rupanya ada perjamuan. Cukup banyak tamu. Soares berbicara kepada wartawan tentang penolakannya terhadap hasil jajak pendapat karena berbagai kecurangan yang tidak bisa dimaklumi.

Setelah ikut makan enak, saya pulang ke penginapan sekitar jam 8:30 malam. Sudah rindu bersantai dengan Laffae sambil ditemani nikotin dan kafein. Tapi Laffae tidak ada. Anehnya, penginapan jadi agak sepi. Para pemantau sudah check-out, juga polisi-polisi UNAMET dari Pakistan itu. Tak banyak yang bisa dilakukan kecuali tidur.

Namun saat rebah, kantuk susah datang karena terdengar suara-suara tembakan. Mula-mula terdengar jauh. Tapi makin lama makin terdengar lebih dekat dan frekuensi tembakannya lebih sering. Mungkin karena perut kenyang dan badan capek, saya tertidur juga.

Tanggal 5 September pagi, sekitar jam 09:00, saya keluar penginapan. Kota Dili jauh lebi lengang. Hanya terlihat kendaran-kendaraan UNAMET melintas di jalan. Tak ada lagi kendaraan umum. Tapi saya harus keluar. Apa boleh buat � jalan kaki. Makin jauh berjalan makin sepi, tapi tembakan nyaris terdengar dari segala arah. Sesiang ini, Dili sudah mencekam.

Tidak ada warung atau toko buka. Perut sudah menagih keras. Apa boleh buat saya berjalan menuju hotel Turismo, hanya di hotel besar ada makanan. Tapi segera setelah itu saya kembali ke penginapan. Tidak banyak yang bisa dikerjakan hari itu.

Selepas magrib 5 Setember 1999. Saya sendirian di penginapan. Lapar. Tidak ada makanan. Dili sudah seratus persen mencekam. Bunyi tembakan tak henti-henti. Terdorong rasa lapar yang sangat, saya keluar penginapan.

Selain mencekam. Gelap pula. Hanya di tempat-tempat tertentu lampu menyala. Baru kira-kira 20 meter berjalan, gelegar tembakan dari arah kanan. Berhenti. Jalan lagi. Tembakan lagi dari arah kiri. Tiap berhenti ada tarikan dua arah dari dalam diri: kembali atau terus. Entah kenapa, saya selalu memilih terus, karena untuk balik sudah terlanjur jauh. Saya berjalan sendirian; dalam gelap; ditaburi bunyi tembakan. Hati dipenuhi adonan tiga unsur: lapar, takut, dan perjuangan menundukkan rasa takut. Lagi pula, saya tak tau ke arah mana saya berjalan. Kepalang basah, pokoknya jalan terus.

Sekitar jam 11 malam, tanpa disengaja, kaki sampai di pelabuhan Dili. Lumayan terang oleh lampu pelabuhan. Segera rasa takut hilang karena di sana banyak sekali orang. Mereka duduk, bergeletak di atas aspal atau tanah pelabuhan. Rupanya, mereka hendak mengungsi via kapal laut.

Banyak di antara mereka yang sedang makan nasi bungkus bersama. Dalam suasa begini, malu dan segan saya buang ke tengah laut. Saya minta makan! �Ikut makan ya?� kata saya kepada serombongan keluarga yang sedang makan bersama. �Silahkan bang!.. silahkan!..� si bapak tampak senang. Tunggu apa lagi, segera saya ambil nasinya, sambar ikannya. Cepat sekali saya makan. Kenyang sudah, sehingga ada tenaga untuk kurang ajar lebih jauh: sekalian minta rokok ke bapak itu. Dikasih juga.

Sekitar jam 3 malam saya berhasil kembali ke penginapan.

Pagi menjelang siang, tanggal 6 September 1999. Saya hanya duduk di lobi penginapan karena tidak ada kendaraan. Tidak ada warung dan toko yang buka. Yang ada hanya tembakan tak henti-henti. Dili tak berpenghuni � kecuali para petugas UNAMET. Nyaris semua penduduk Dili mengungsi, sebagian via kapal, sebagian via darat ke Atambua. Orang-orang pro-kemerdekaan berlarian diserang kaum pro-integrasi. Markas dan sekretariat dibakar. Darah tumpah lagi entah untuk keberapa kalinya.

Sekarang, saya jadi teringat kata-kata Laffae sehabis menyaksikan pengumuman hasil jajak pedapat kemarin: �Dili ini akan kosong..�

Saya pun teringat kata-kata dia: �Saya perlu lima ribu orang untuk mengguncang kota Dili..� Ya, sekarang saya berkesimpulan ini aksi dia. Aksi pejuang pro-integrasi yang merasa kehilangan masa depan. Ya, hanya saya yang tahu siapa tokoh utama aksi bumi hangus ini, sementara teve-teve hanya memberitakan penyerangan mililis pro-integrasi terhadap kaum pro-kemerdekaan.

Tentu, orang-orang pro-integrasi pun mengungsi. Laffae dan pasukannya ingin semua orang Timtim bernasib sama: kalau ada satu pihak yang tak mendapat tempat di bumi Loro Sae, maka semua orang timtim harus keluar dari sana. Itu pernah diucapkannya kepada saya.

Inilah hasil langsung jajak pendapat yang dipaksakan harus dimenangkan. Hukum perhubungan antar manusia saat itu sepasti hukum kimia: tindakan lancung dan curang pasti berbuah bencana.

***

Saya harus pulang, karena tidak banyak yang bisa dilihat dan ditemui. Untung masih ada omprengan yang mau mengantara ke bandara. Sekitar jam 11 pagi saya sampai di pelabuhan udara Komoro. Keadaan di bandara sedang darurat. Semua orang panik. Semua orang ingin mendapat tiket dan tempat duduk pada jam penerbangan yang sama. Karena hura-hara sudah mendekati bandara. Lagi pula penerbangan jam itu adalah yang satu-satunya dan terakhir.

Bule-bule yang biasanya tertib kini saling sikut, saling dorong sampai ke depan komputer penjaga kounter. Ada bule yang stres saking tegangnya sampai-sampai minta rokok kepada saya yg berdiri di belakang tenang-tenang saja. Beginilah nikmatnya jadi orang beriman.

Banyak yang tidak kebagian tiket. Entah kenapa saya lancar-lancar saja. Masuk ke ruangan tunggu, di situ sudah ada Eurico Gutteres. Saya hampiri dia, saya bilang saya banyak bicara dengan Laffae dan dia menyampaikan salam untuknya. Eurico memandang saya agak lama, pasti karena saya menyebut nama Laffae itu.

Sore, 7 Novembe3, 1999, saya mendarat di Jakarta.

Penduduk Timtim mengungsi ke Atambua, NTT. Sungguh tidak mudah mereka mengungsi. Polisi UNAMET berusaha mencegah setiap bentuk pengungsian ke luar Dili. Namun hanya sedikit yang bisa mereka tahan di Dili.

Di kamp-kamp pengungsian Atambua, keadaan sungguh memiriskan hati. Orang-orang tua duduk mecakung; anak-anak muda gelisah ditelikung rasa takut; sebagian digerayangi rasa marah dan dendam; anak-anak diliputi kecemasan. Mereka adalah yang memilih hidup bersama Indonesia. Dan pilihan itu mengharuskan mereka terpisah dari keluarga.

Pemerintah negara yang mereka pilih sebagai tumpuan hidup, jauh dari menyantuni mereka. Kaum milisi pro-integrasi dikejar-kejar tuntutan hukum atas �kejahatan terhadap kemanusiaan�, dan Indonesia, boro-boro membela mereka, malah ikut mengejar-ngejar orang Timtim yang memilih merah putih itu. Eurico Guterres dan Abilio Soares diadili dan dihukum di negara yang dicintai dan dibelanya.

Jendral-jendral yang dulu menikmati kekuasaan di Timtim, sekarang pada sembunyi. Tak ada yang punya cukup nyali untuk bersikap tegas, misalnya: �Kami melindungi rakyat Timtim yang memilih bergabung dengan Indonesia.� Padahal, mereka yang selalu mengajarkan berkorban untuk negara; menjadi tumbal untuk kehormatan pertiwi, dengan nyawa sekalipun.

Sementara itu, para pengungsi ditelantarkan. Tak ada solidaritas kebangsaan yang ditunjukkan pemerintah dan militer Indonesia.

Inilah tragedi kemanusiaan. Melihat begini, jargon-jargon negara-negara Barat, media asing, tentang �self determination�, tak lebih dari sekedar ironi pahit. Sikap negara-negara Barat dan para aktifis kemanusiaan internasional yang merasa memperjuangkan rakyat Timtim jadi terlihat absurd. Sebab waktu telah membuktikan bahwa yang mereka perjuangkan tak lebih tak kurang adalah sumberdaya alam Timtim, terutama minyak bumi, yang kini mereka hisap habis-habisan.

Pernah Laffae menelepon saya dari Jakarta, kira-kira 3 bulan setelah malapetaka itu. Ketika itu saya tinggal di Bandung. Dia bilang ingin ketemu saya dan akan datang ke Bandung. Saya sangat senang. Tapi dia tak pernah datang..saya tidak tahu sebabnya. Mudah-mudahan dia baik-baik saja.

***
12 tahun beralu sudah. Apa kabar bailout IMF yang 43 milyar dolar itu? Sampai detik ini, uang itu entah di mana. Ada beberapa percik dicairkan tahun 1999-2000, tak sampai seperempatnya. Dan tidak menolong apa-apa. Yang terbukti bukan mencairkan dana yang dijanjikan, tapi meminta pemerintah Indonesia supaya mencabut subsidi BBM, subsidi pangan, subsidi listrik, yang membuat rakyat Indonesia tambah miskin dan sengsara. Anehnya, semua sarannya itu diturut oleh pemerintah rendah diri bin inlander ini.

Yang paling dibutuhkan adalah menutupi defisit anggaran. Untuk itulah dana pinjaman [bukan bantuan] diperlukan. Namun IMF mengatasi defisit angaran dengan akal bulus: mencabut semua subsidi untuk kebutuhan rakyat sehingga defisit tertutupi, sehingga duit dia tetap utuh. Perkara rakyat ngamuk dan makin sengsara, peduli amat.

Melengkapi akal bulusnya itu IMF meminta pemerintah Indonesia menswastakan semua perusahaan negara, seperti Bank Niaga, BCA, Telkom, Indosat.

Pernah IMF mengeluarkan dana cadangan sebesar 9 milyar dolar. Tapi, seperti dikeluhkan Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie ketika itu, seperak pun dana itu tidak bisa dipakai karena hanya berfungsi sebagai pengaman. Apa bedanya dengan dana fiktif?

Lagi pula, kenapa ketika itu pemerintah Indonesia seperti tak punya cadangan otak, yang paling sederhana sekalipun. Kenapa mau melepas Timtim dengan imbalan utang? Bukankan semestinya kompensasi? Adakah di dunia ini orang yang hartanya di beli dengan utang? Nih saya bayar barangmu. Barangmu saya ambil, tapi kau harus tetap mengembalikan uang itu. Bukankah ini sama persis dengan memberi gratis? Dan dalam kasus ini, yang dikasih adalah negara? Ya , Indonesia memberi negara kepada IMF secara cuma-cuma.

Kalau saya jadi wakil pemerintah Indonesia waktu itu, saya akan menawarkan �deal� yang paling masuk akal: �Baik, Timor Timur kami lepas tanpa syarat. Ganti saja dana yang sudah kami keluarkan untuk membangun Timtim selama 24 tahun.� Dengan demikian, tidak ada utang piutang.

Sampai hari ini Indonesia masih menyicil utang kepada IMF, untuk sesuatu yang tak pernah ia dapatkan. Saya harap generasi muda Indonesia tidak sebodoh para pemimpin sekarang. [Islam Times/on]

Sumber: http://kafilyamin.wordpress.com/2011/02/18/menit-menit-yang-luput-dari-catatan-sejarah-indonesia/

AS Cegah Kebocoran Data Intelejen

asJames Clapper, direktur intelijen nasional, Senin (25/6/12) mengumumkan serangkaian langkah yang dimaksudkan untuk menghentikan kebocoran setelah reaksi marah dari Kongres atas laporan berita yang mengungkapkan rahasia yang dijaga ketat.

Tindakan yang paling signifikan adalah penambahan pertanyaan baru untuk tes poligraf yang digunakan oleh badan-badan intelijen. Para pejabat akan akan ditanyai dengan tes kebohongan apakah mereka telah mengungkapkan informasi rahasia kepada anggota media, menurut Shawn Turner, juru bicara Clapper.

Kepala intelejen Presiden Obama juga memerintahkan kajian sehubungan dengan badan-badan intelijen yang dilaporkan memiliki kontak dengan anggota media, dan akan mempertimbangkan perubahan jika dia menemukan kebijakan yang tidak konsisten atau tidak cukup.

Direktif kedua dalam pengumuman Senin (25/6) itu adalah permintaan untuk Inspektur Jenderal Komunitas Intelijen untuk memimpin penyelidikan kebocoran ketika Departemen Kehakiman menolak untuk melakukannya.

Program Clapper berlaku untuk 16 badan intelijen, termasuk CIA, FBI, National Security Agency dan Badan Pertahanan Intelijen. Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah-langkah baru adalah "hal yang benar" dan "demi kepentingan keamanan nasional kita." Hill

Sementara anggota parlemen dari kedua pihak telah menyatakan keprihatinan tentang kebocoran, Partai Republik menyalahkan pejabat Gedung Putih, bukan badan intelijen, atas terungkapnya apa yang mereka katakan mungkin memoles kredensial keamanan nasional Obama menjelang pemilu November. Bloomberg

Presiden Barack Obama membantah bahwa pejabat Gedung Putih membocorkan informasi rahasia, menyebut gagasan bahwa mereka akan berbuat demikian adalah "ofensif." Bloomberg

Jaksa Agung AS, Eric Holder telah menunjuk dua jaksa federal untuk menyelidiki kebocoran informasi rahasia. Partai Republik, yang ingin pejabat Gedung Putih diselidiki, menuntut konsultan khusus dari luar. Antara

Di antara pengungkapan yang tidak sah terakhir adalah bahwa AS dan Israel menciptakan virus komputer Stuxnet yang menargetkan sentrifugal nuklir Iran dan bahwa Presiden Barack Obama secara pribadi menyetujui sasaran serangan pesawat tak berawak. The Hill [IT/r]

Pejabat di CIA, FBI dan lembaga intelijen lainnya akan menjalani tes poligraf di bawah arahan pemerintahan Obama baru yang bertujuan mencegah kebocotan (data) keamanan nasional.

Hubungan Narkotika Dengan Agenda Zionis

zionis"Zionis memainkan peran kunci dalam produksi dan distribusi narkotika di seluruh dunia, karena menghancurkan masyarakat manusia dan mengeksploitasi kebajikan mereka adalah salah satu tujuan Zionis," kata Rahimi ketika memperingati Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan Obat dan Perdagangan Gelap di ibukota Iran Tehran pada hari Kamis (21/6).

Sejumlah penelitian telah membuktikan dengan fakta bahwa kaum Zionis menganggap diri mereka sebagai ras unggul dan mereka melihat ras lain sebagai budak mereka yang harus digunakan untuk mencapai tujuan Zionis, katanya.

Sementara Zionis memanfaatkan narkotika untuk menghancurkan masyarakat lain, mereka melindungi masyarakat mereka sendiri terhadap obat tersebut, dia menunjukkan.

Wakil presiden Iran menyatakan kesiapan Teheran untuk mensponsori penyelidikan internasional atas peran entitas Zionis dalam produksi dan distribusi narkotika di seluruh dunia.

Rahimi mengecam Barat untuk tidak bertindak terhadap kenaikan 60-persen produksi opium di Afghanistan selama beberapa tahun terakhir, menekankan bahwa lonjakan telah terjadi walaupun intensifikasi teknologi tinggi pengawasan militer Barat di negara yang dilanda perang .

Menurut laporan, antara 2001 dan 2011, produksi opium tahunan telah meningkat dari 185 ton menjadi 5.800 ton. Tahun lalu saja, meningkat sebesar 61 persen.

Dengan batas 900-kilometer (560 mil) perbatasan dengan Afghanistan, Iran telah digunakan sebagai saluran utama untuk penyelundupan narkoba Afghanistan untuk gembong narkotika di Eropa.

Iran telah menghabiskan lebih dari USD 700 juta untuk menutup perbatasan yang keropos dan mencegah transit narkotika yang ditujukan ke negara-negara Asia Eropa, Arab dan Tengah.

Perang melawan perdagangan narkoba yang berasal dari Afghanistan telah menewaskan hampir 3.700 petugas polisi Iran selama 30 tahun terakhir.[IT/r]

Wakil Pertama Presiden Iran Mohammad Reza Rahimi mengatakan bisnis narkotika internasional merupakan agenda Zionis yang disponsori dengan rtujuan mendatangkan malapetaka pada masyarakat manusia di seluruh dunia.

Ambisi Turki Mengobar Perang di Suriah

turkiSebuah jajak pendapat terbaru oleh Ankara Social Research Center menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga rakyat Turki menentang intervensi di Suriah, meskipun adanya insiden penembakan pesawat militer Turki di atas perairan Suriah. Jajak pendapat yang dilaporkan dalam mingguan Turki, al-Akhbar juga menemukan bahwa mayoritas warga ingin Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan untuk mengambil sikap yang lebih netral terkait konflik Suriah.

Jajak pendapat itu mencerminkan sebuah realitas baru. Hal ini semakin sulit untuk digunakan guna memprovokasi dan memanipulasi publik untuk mendukung perang.

Di masa lalu, para pemimpin akan melakukan provokasi atau mengambil keuntungan dari insiden seperti Jumat lalu untuk memperoleh dukungan luas publik untuk pergi berperang. Namun saat ini, orang-orang Turki semakin skeptis terhadap provokasi perang.

Kedewasaan politik rakyat Turki mencerminkan pelajaran dalam dekade panjang perjuangan mereka untuk Islam dan demokrasi serta melawan fasisme sekuler Kemalis. Seorang presenter TV Turki, Ceylan Ozbudak sepakat bahwa pemerintah Turki harus mengambil sikap yang lebih netral dalam krisis Suriah. Ozbudak menegaskan bahwa rakyat Turki menginginkan solusi damai dan diplomatik untuk krisis Suriah.

Editor senior Veteran Today, James Fetzer mengatakan bahwa ia tidak terkejut ketika rakyat Turki menanggapi dengan tenang insiden penembakan pesawat tempur militer Turki di Suriah. Reaksi tenang rakyat Turki terhadap insiden tersebut menawarkan alasan untuk optimis. Jika ketenangan seperti ini terus terjadi, prediksi Mantan Presiden Amerika Serikat Dwight David Eisenhower mungkin suatu hari menjadi kenyataan, "Orang-orang di dunia benar-benar ingin perdamaian. Suatu hari para pemimpin dunia harus menyerah dan memberikannya kepada mereka. "

Masyarakat internasional juga menyeru kedua negara agar menahan diri dan menghindari pamer kekuatan militer. Akan tetapi, pejabat kedua negara masih berbalas pernyataan soal penembakan pesawat militer Turki oleh Suriah.

Tehran juga mendesak Ankara dan Damaskus untuk menahan diri. Menlu Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, Tehran meminta kedua pihak tenang dan menahan diri, dan mengharapkan masalah ini dievaluasi dengan bijaksana dan toleransi serta dialog melalui satu penyelesaian damai, tenang dan menjaga stabilitas di kawasan ini.

Namun, Erdogan mengatakan, Ankara akan mengumumkan sikap akhir dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan setelah insiden itu dijernihkan seluruhnya. Juru bicara pemerintah Turki juga mengatakan peristiwa penembakan pesawat tersebut takkan berlalu tanpa hukuman.

Turki secara resmi akan berkonsultasi dengan sekutunya di NATO mengenai reaksi yang semestinya dilakukan. Utusan negara anggota NATO dijadwalkan bertemu di Brussels hari ini untuk membahas masalah tersebut. (IRIB Indonesia/RM/NA)

Mursi Menang, Camp David Diambang Kehancuran

turkiPembatalan perjanjian perdamaian Camp David dinilai sebagai tuntutan utama rakyat Mesir kepada Muhammad Mursi, Presiden Mesir yang baru terpilih, dan hal itulah yang menjadi kekhawatiran rezim Zionis Israel.

Posisi Mesir sebagai negara penting dan poros di dunia Arab serta tentangga terbesar Palestina pendudukan adalah masalah yang tidak dapat dipungkiri oleh Israel. Oleh sebab itu, Tel Aviv terus berupaya mempertahankan perjanjian Camp David dan hubungannya dengan Mesir.

Pasca pengumuman kemenangan Mursi sebagai presiden baru Mesir, Perdana Menteri Rezim Zionis Benyamin Netanyahu berharap kerjasama antara Tel Aviv dan Kairo tetap berlanjut. Namun, kelompok Ikhwanul Muslimin dimana Mursi adalah anggota kelompok ini, sebelumnya telah berjanji kepada rakyat Mesir untuk meninjau kembali kesepakatan Camp David.

Tidak diragukan bahwa kemenangan Muhammad Mursi menunjukkan tekad rakyat Mesir untuk merealisasikan cita-cita revolusi, dimana penghapusan perjanjian perdamaian antara Mesir dan Israel dari lembaran sejarah negara itu menjadi prioritas tuntutan mereka.

Pengalaman pahit perjanjian Camp David dan dampak kediktatoran rezim Hosni Mubarak selama 30 tahun telah mendorong rakyat Mesir untuk merekonstruksi negara mereka.

Banyak analis menilai kemenangan kubu Islam di Mesir dianggap sebagai referendum rakyat. Dari satu sisi mereka mengatakan "tidak" kepada para pemimpin anasir Mubarak dan dari sisi lainnya, mereka menuntut reformasi politik, sosial, budaya dan ekonomi di Mesir pasca 30 tahun pemerintahan otoriter Mubarak.

Oleh sebab itu, Barat menyebut pemilu presiden Mesir sebagai "gempa bumi politik". Sementara Israel dengan penuh kekhawatiran berharap kerjasama antara Kairo dan Tel Aviv yang didasarkan pada kesepakatan Camp David tetap berlanjut.

Perjanjian Camp David dapat dianggap sebagai kesepakatan bersejarah hubungan antara Israel dan Mesir dan merupakan pengkhianatan terbesar terhadap negara itu, serta menjadi pengalaman pahit dalam sejarah Mesir.

Pada tahun 1979, Mesir dan Israel menandatangai perjanjian perdamaian yang dikenal dengan Camp David guna menormalkan hubungan antarkedua belah pihak. Dengan menandatangani perjanjian tersebut, Mesir menjadi terpisah dari dunia Arab dan terisolasi.

Sebenarnya, yang meraup keuntungan dari kesepakatan Camp David adalah rezim Zionis Israel, karena rezim ini selama tiga dekade mendapat suplai gas secara gratis dari Mesir dan Israel mampu menekan Palestina dengan bantuan pejabat Kairo. Melihat kenyataan ini, maka tidak diragukan bahwa blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan krisis kemanusiaan di kawasan itu adalah dampak dari kerjasama antara rezim Mesir sebelumnya dan Israel.

Kini rakyat Mesir telah bangkit dan menuntut diakhirinya perjanjian hina tersebut dan tentunya hal itu merupakan tantangan bagi Mursi sebagai pemimpin baru di negara itu.

Saat ini, semua pihak menunggu sikap Mursi terhadap perjanjian Camp David dan langkah apa yang akan diambil untuk menghadapi ancaman Amerika Serikat yang akan menghentikan bantuan tahunannya kepada Mesir jika Kairo membatalkan kesepakatan tersebut. (IRIB Indonesia/RA/NA)

Senin, 25 Juni 2012

Merapatnya Mesir Ke Iran Adalah Mimpi Buruk AS Dan Israel

Image-6915Merapatnya Mesir Ke Iran Adalah Mimpi Buruk AS Dan Israel - Presiden baru Mesir Muhammad Mursi mengatakan berencana memperluas hubungan dengan Iran. Dalam wawancara dengan Fars (kantor berita semiresmi Iran), ia menegaskan hubungan dengan Teheran akan menciptakan keseimbangan strategis di Timur Tengah.

"Ini bakal menciptakan keseimbangan tekanan di kawasan dan ini bagian dari program saya," kata Mursi kepada Fars, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (25/6).

Hubungan kedua negara memburuk setelah Revolusi Islam menang di teheran pada 1979. Di tahun sama, Mesir membina hubungan diplomatik dengan Israel melalui Perjanjian Camp David. Di bawah rezim Mullah, Iran tidak pernah mengakjui keberadaan negara Zionis itu.

Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Iran mengucapkan selamat atas kemenangan Mursi. "Negara itu dalam tahap kebangkitan Islam," kata mereka seperti dilansir kantor berita ISNA.

Langkah Mursi ini menjadi mimpi buruk bagi Israel dan Amerika serikat, kedua negara ini paling gencar memusuhi Iran dan menuduh negara itu memiliki senjata nuklir. Mereka tengah memikirkan serangan militer ke iran

Meski demikian, sesaat setelah dinyatakan menang, Mursi mengatakan akan menghormati seluruh perjanjian internasional pernah diteken oleh Mesir. Ia berjanji merangkul seluruh kalangan untuk menciptakan Mesir lebih baik.

Sabtu, 23 Juni 2012

Profil Sukarno Dan Karir Politiknya

Image-6904Nama Lengkap : Soekarno
Alias : Bung Karno | Pak Karno
Kategori : Politikus
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Kamis, 6 Juni 1901
Zodiac : Gemini
Hobby :
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Raden Soekemi Sosrodihardjo
Ibu : Ida Ayu Nyoman Rai
Istri : Oetari,Inggit Garnasih,Fatmawati,Kartini Manoppo,Ratna Sari Dewi,Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar
Saudara : Taufiq Kiemas
Anak : Megawati Soekarno Putri,Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra,Guntur Soekarnoputra,Rachmawati Soekarnoputri,Sukmawati Soekarnoputri,Taufan Soekarnoputra ,Bayu Soekarnoputra,Totok Suryawan,Kartika Sari Dewi Soekarno

BIOGRAFI

Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali. Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.

Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS. di Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya. Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.

Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr. Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927. Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.

Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan,, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang. Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.

Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.

Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.

Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia. Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia. Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.

Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati. Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, dimana kemudian dikeluarkan Resolusi No. 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan. Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947 Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran. Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata, dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.

Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia. Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir. Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan. Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karenamenilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).

Sikap Soekarno yang menolak membuabarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden berhalangan. Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.

Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.

Ir. Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir.Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir.Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.

Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh
PENDIDIKAN

   - Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
   - Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
   - Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  -  Technische Hoge School , Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920)

PENGHARGAAN

-   Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
-   Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).