Selasa, 30 April 2013

(Review) the GazettE Live 2005 - Maximum Royal Disorder

















Aku suka live2 Gazette yg jadul XDD entah kenapa aura mereka
lebih kerasa dibanding sekarang. Kali ini mau ngereview salah satu live
terbaik mereka , Maximum Royal Disorder. Kebanyakan lagu yang dibawakan
di lagu iniberasal dari album Disorder.

Konser dibuka dengan SE
yang diambil dari track pertama dari album Disorder.Member satu persatu
muncul. Diantara outfit member yang

Minggu, 28 April 2013

Kisah Pelacur yang Menjadi Ahli Surga


Suatu
ketika di suatu negeri, hiduplah seoarang wanita bernama Al-Malikah. Dia adalah
wanita tunasusila keturunan Bani Israil. Al-Malikah dikenal di negerinya
sebagai pelacur kelas atas. Bayaran yang ia peroleh juga cukup tinggi.



Kecantikannya
sangat terkenal sehingga banyak pemuda yang menyukainya. Tidak terkecuali
seorang pemuda bernama Abid. Abid sebenarnya pemuda miskin yang taat ibadah.

Selasa, 16 April 2013

[Download] alice nine - Shadowplay









Tracklist :

1. Shadowplay

2. Scarlet

3. Shadowplay (inst.)





Download



source : hikarinoakariost

Darimana Korut Dapat Sumber Dana Untuk Program Nuklinya?

Image-16Darimana Korut Dapat Sumber Dana Untuk Program Nuklinya? - Ada alasan sejarah pernah menjuluki Korut sebagai �Kerajaan Hermit�, istilah untuk negara yang menutup dirinya dari mata dunia. Baik secara metafora maupun fisik. Tadinya, seluruh Korea adalah Kerajaan Hermit. Namun kini hanya Korut.

Sulit memperoleh informas dari negara yang resminya menyebut diri sebagai Democratic People�s Republic of Korea (DPRK) itu. Apalagi, mencari tahu dari mana mereka memperoleh uang. Akhirnya, banyak yang bermain tebak-tebakan.

Apakah Korut aktif di pasar gelap? Banyak yang menduga demikian. Sebab, pemerintahnya juga enggan melansir neraca perdagangan negara. Namun, sejumlah media melakukan riset tentang cara Pyongyang mengumpulkan pundi-pundinya.

Sebelum 1970-an, Korut merupakan salah satu dari dua sentra industri terbesar Asia, selain Jepang. Meski bukan anggota, Korut diizinkan mengambil untung dari Dewan Bantuan Ekonomi Bersama, sebuah serikat perekonomian internal Uni Soviet.

Begitu Uni Soviet runtuh dan rangkaian bencana alam menimpa, secara perlahan sektor industri Korut turus turun. Uni Soviet juga tak lagi memberikan minyaknya pada Korut. Sektor pertanian melemah sejak 1980-an.

�Mereka terlalu bergantung pada pupuk. Tanahnya sudah tak bisa ditanami lagi, orang-orangnya sudah lelah, dan peralatan jadi rusak,� ujar Jim Hoare dari London�s School of Oriental and African Studies (SOAS).

Krisis listrik kemudian menjadi ujian selanjutnya negara itu. Pyongyang beralasan, inilah sebab utama mereka melaksanakan program nuklir. Bukannya teratasi, sanksi internasional malah mengalir.

Seperti orang putus asa, Korut mulai melakukan apa saja agar bisa menghidupi rakyat. Kabarnya, dalam beberapa tahun terakhir negara komunis ini juga berdagang heroin dan methamphetamine.

Secara keseluruhan, kondisi perekonomian Korut tak bagus. Badan Itelijen AS (CIA) World Factbook, kumpulan data untuk badan-badan pemerintahan Amerika Serikat (AS) menyebutkan, Korut menghadapi masalah ekonomi yang kronis.

�Sektor industrinya sudah rusak parah karena bertahun-tahun kekurangan dana, suku cadang, dan perawatan yang memprihatinkan. Seluruh penghasilan yang bisa untuk investasi dan konsumsi rakyat, digunakan untuk militer,� demikian CIA World Factbook.

Berdasarkan riset Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dari data 1999, PDB Korut per 2011 diperkirakan mencapai US$1.800 per kapita. Ini lebih tinggi 0,8% ketimbang perkiraan PBB yang US$506 dan pertumbuhan minus 0,1%.

Sebagai perbandingan, CIA World Factbook memperkirakan PDB per kapita tetangganya, Korea Selatan (Korsel) per 2011 mencapai US$31.700 dengan pertumbuhan 3,6%. Pada 2012, PDB Korsel US$32.400 dan pertumbuhan 2%.

Perindustrian utama Korut adalah produk militer, mesin, tenaga listrik, kimia, pertambangan, tekstil, pengolahan makanan, dan pariwisata. Ekspor utamanya, mineral, persenjataan, tekstil, pertanian, perikanan dan banyak lagi.

Impornya meliputi bahan bakar, batu bara, mesin dan peralatan, tekstil, serta biji-bijian. Industri diperkirakan mencapai lebih dari setengah total PDB negara ini. Kemudian sektor jasa dan pertanian.

Kementerian Unifikasi Korsel menyebutkan, perdagangan kedua negara per 2011 mencapai US$1,7 miliar. Diantaranya, US$914 juta bersifat inbound dan US$800 juta outbound. Bantuan kemanusiaan Korsel ke Korut mencapai US$17,4 juta.

Meski begitu, perdagangan dengan Korsel hanyalah 19,4% dari total ekspor dan 20% total impor Korut. Mitra dagang terbesar adalah China, dengan 67,2% ekspor dan 61,6% impor. India juga bagian dari 3,6% ekspor dan Uni Eropa 4% impornya.

Pada 2011, UNICEF memperkirakan 25% penduduk Korut atau sekitar enam juta orang kelaparan. Hampir sejuta diantaranya adalah balita. UNICEF menyatakan, Korut mengalami krisis pangan karena kondisi politik, ekonomi, isolasi, dan perubahan iklim.

Sementara World Food Programme (WFP) mencatat, Korut masih terus mengalami kekurangan pangan. �Satu diantara tiga anak mengalami kurang gizi kronis dan mereka terlalu pendek untuk usianya,� demikian WFP.

Maret 2012 lalu, Korut setuju menghentikan sejumlah porsi program nuklir dan rudalnya serta penyelidikan inspeksi nuklir internasional, sebagai ganti bantuan pangan sebesar 240 ribu metrik ton dari Amerika.

Resminya, Korut menggunakan mata uang won seperti Korsel. Tapi selalu dikaitkan (peg) dengan dolar Amerika, termasuk di pasar gelap. Pemimpin redaksi situs New Focus Internasinal, Jang Jin-sung, berpendapat won Korut sudah seperti kertas toilet.

�Semua menggunakan dolar. (Won) hanya digunakan masyarakat kelas bawah. Bahkan, ada yang masih barter,� ujar pemimpin media yang banyak memberitakan Korut itu. Jang yang mengungsi dari Korut pada 2004 pernah menjadi pejabat di Dewan Penyiaran Korut.

Beberapa waktu belakangan, euro juga mulai banyak digunakan karena rakyat Korut khawatir AS akan melemahkan dolar. Mata uang asing masuk ke negara itu melalui perdagangan di perbatasan China dan dari warga negara asing yang berkunjung.

Ancaman Perang Menjadi Senjata Utama Korea Utara

Image-15Ancaman Perang Menjadi Senjata Utama Korea Utara - Korea Utara memiliki sejarah panjang konfrontasi dengan dunia luar terkait program nuklir negara itu.

Pada masa lalu, Pyongyang mencatat kemenangan diplomatik dari Amerika Serikat dan negara lain.

Sejak tahun 1990-an, Korea Utara mencoba beberapa strategi termasuk menggunakan ancaman dan aksi militer terbatas untuk memecah negara tetangga dan musuh serta mendapat konsesi dari mereka.

Bahkan sebagian pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa Kim Jong-il memiliki keterampilan tersendiri.

Namun kekhawatiran sejumlah kalangan adalah putranya, Kim Jong-un, tidak memiliki pendekatan serupa atau strategi jitu sehingga dapat memicu konflik yang tidak diinginkan.

Tujuan strategis Pyongyang adalah senjata nuklir yang mereka anggap dapat menjamin kelangsungan rezim.

Pyongyang ingin memaksa Amerika Serikat mengakui bahwa Korea Utara adalah mitra kekuatan nuklir.

Sanksi yang diterapkan Washington -terutama dengan sasaran keuangan rezim dan militer Korea Utara- tampaknya seperti menyengat King Jong-un dan penasehatnya.

Konfrontasi yang dipicu oleh program nuklir Korea Utara pecah dua dekade lalu.

Kelangsungan rezim

Kim Jong-il mengklaim bisa mengalahkan pemerintah Amerika.

Pada 1994 konfrontasi ini nyaris menyebabkan perang di Semenanjung Korea.

Pada musim semi 1994 ini pemerintah AS di bawah Presiden Bill Clinton bahkan condong untuk menyerang fasilitas nuklir Korea Utara yang tak begitu besar di Yongbyon.

Krisis berlangsung selama beberapa bulan dan Washington akhirnya bersedia berunding langsung dengan Pyongyang, yang memang menjadi keinginan Korea Utara.

Kesepakatan dicapai dan Korea Utara bersedia membekukan program nuklir ini dengan imbalan bantuan ekonomi dan diplomatik.

Waktu berlalu dan ternyata persediaan senjata nuklir bertambah.

Dalam situasi seperti ini, AS jelas tak bisa lagi merencanakan serangan untuk memaksa Korea Utara sama-sama sekali menghapus program nuklir mereka.

Keberhasilan ini membuat Kim Jong-il dianggap sebagai pemimpin jenius yang berhasil mengalahkan negara adidaya.

Ia juga mengklaim menang dalam konfrontasi dengan AS pada 2002.

Presiden AS ketika itu, George W Bush menuduh Pyonyang curang karena masih saja menjalankan program nuklir.

Pyongyang, yang disebut sebagai poros jahat oleh Washington, menyatakan tak lagi terikat dengan kesepakatan terdahulu dan mengancam melancarkan perang.

Tapi, lagi-lagi krisis ini berakhir di meja perundingan. Kali ini Korea Selatan, Rusia, dan Cina ikut berunding.

Belum jelas

Kim Jong-un lebih sering tampil di depan umum dibandingkan sang ayah.

Tidak ada hasil nyata dari perundingan ini sementara di sisi lain teknologi rudal dan senjata nuklir Korea Utara makin maju.

Ada satu pelajaran yang sepertinya dipegang erat-erat oleh rezim di Pyongyang, bahwa ancaman perang selalu membuat lawan mundur dan bahkan memberi mereka konsesi.

Mereka tahu agar ancaman ini kredibel Korea Utara harus mengesankan bahwa kalau sampai perang pecah, dampaknya akan luar biasa.

Salah satu masalah yang mengemuka saat ini adalah tak banyak yang tahu soal pemimpin Korea Utara sekarang ini, Kim Jong-un.

Bahkan di dalam negeri sendiri namanya tak begitu dikenal sampai kemudian ia diangkat menjadi pemimpin dua tahun silam.

Ia mengesankan seperti jenderal hebat, tampil di garis depan dan mengeluarkan ancaman-ancaman spesifik, sesuatu yang berbeda dengan sang ayah.

Agar ancamannya diperhitungkan, lawan-lawannya harus yakin bahwa ancaman yang ia keluarkan bukan sekedar bualan.

Di sisi lain banyak kalangan berbendapat Korea Selatan, AS, dan Cina tak akan tinggal diam bila Korea Utara mengobarkan perang.

Kim Jong-un dan para penesehatnya sangat tergantung dengan pendekatan lama. Cuma, kali ini belum jelas apakah mereka kembali berhasil atau tidak.

Jokowi Tak Mau Follow Twitter SBY

Image-14Jokowi Tak Mau Follow Twitter SBY - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyambut baik berita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki akun Twitter. Lantaran mengaku sebagai trendsetter, orang nomor satu Jakarta tersebut tak berniat memfollow akun sang presiden.

"Saya gak pernah follow siapapun. Karena Jokowi bukan follower, Jokowi trendsetter, sombong ya," ujar Jokowi diiringi tawa khasnya saat ditemui di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (15/4) malam.

Pria yang akrab dengan sapaan Jokowi ini menilai, dengan adanya akun Twitter yang dimiliki sang presiden, komunikasi antara rakyat dan pimpinan negara bisa terjalin.

"Bagus sekali, artinya supaya ada komunikasi antara pimpinan negara dengan rakyatnya, siapapun yang ada di negeri ini," imbuhnya.

Jokowi sendiri mengaku, banyak para warga Jakarta yang berkeluh-kesah tentang kondisi ibukota melalui akun Twitternya. "Berkaitan dengan keluhan, misal busway-nya sudah nunggu 2 jam, selokan kotor dan lain-lain," bebernya.

(Review) the GazettE live - Heisei Banka

Yap, salah satu live mereka ketika masih indie (kalo gak salah live ini tahun 2004an) .... X3
Live ini
merupakan salah satu live tercadas milik mereka .... Ruki yang seperti
gak kehabisan suara walaupun banyak scream dan growl dan member2 lain
yang tampil penuh dengan semangat ..... Sayang kualitas videonya
termasuk jelek, bahkan bila dibanding live terdahulu mereka , Tokyo
Saihan.


Setlist

Sabtu, 13 April 2013

[New Band] JILUKA

Band baru lagi , hohoho .... Band-band Jepang udah bejibun, eh nambah lagi 1 ....

Band baru kali ini bernama JILUKA dan akan memulai aktivitas mereka pada 6 Mei mendatang di Shibuya REX.



Vokalis : Kanata (Kiri Bawah)
Gitaris : Sena (Kanan Bawah)
Bassis : Boogie (Kiri Atas)
Drummer : Jail (Kanan Atas)

Mereka akan merilis maxi single pertama mereka "Sick"

Single Baru dari Deathgaze !







Infonya udah lama sih sejak Februari lalu , tapi ini sebagai pelengkap aja , hehe ....



Single baru Deathgaze yang diberi titel "ALLURE" akan dirilis pada 22 Mei mendatang, dan tumben cuman ada 1 type doank, hehe ^^V

Berikut tracklist dari single baru mereka.

1. ALLURE
2. Behind The Scene

DVD :
"ALLURE" Music Video


source :

Jumat, 12 April 2013

[Download] DIR EN GREY - The Unraveling





Tracklist :



1. The Unravelling

2. Karma

3. Kasumi

4. Karasu

5. Bottom of the Death Valley

6. Unknown.Despair.Lost

7. The Final













Download







source : hikarinoakarikost

[Download] Alice Nine - Daybreak

Maaf ya semua karena udah mulai jarang update , Yosh kali ini mau kasih link(lagi) download nih ..... Walau gitu tetep support artis yang bersangkutan ya dengan cara membeli karya original mereka (^_^)

Kali ini mau ngasih alice nine lewat single Daybreak versi regular edition ...










01. Daybreak


02. Himitsu



03.

Rabu, 10 April 2013

Waga Yogyakarta Dukung Kopassus Tumpas Premanisme

Image-398Waga Yogyakarta Dukung Kopassus Tumpas Premanisme - Aksi dukungan masyarakat terhadap Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terus berdatangan paska penyerangan ke LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang menewaskan empat orang tahanan.

Aksi dukungan ini menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan karena dilakukan saat penyidikan kasus ini tengah berlangsung.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengatakan, hal tersebut harus dilihat dari konteks sosial yang ada di masyarakat. Mengingat kejadian berdarah itu terjadi di Cebongan, Yogyakarta.
�Informasi yang saya terima masyarakat di sana sudah cukup lama resah dengan merebaknya premanisme di sana, karena keberadaan premanisme juga mengganggu ekonomi masyarakat lokal. Sehingga sebagian masyarakat menilai premanisme di kawasan itu merasa leluasa melakukan tindakan yang merugikan karena tidak ada tindakan-tindakan hukum yang tegas � katanya saat berbincang dengan Media, Rabu (10/4/2013).
Untuk itu, lanjut dia, dengan aksi yang dilakukan oleh sejumlah anggota Kopassus di LP Cebongan itu justru malah menyulut keberanian masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap premanisme.

Artinya dukungan terhadap Kopassus yang dilakukan masyarakat di Yogyakarta itu bisa dikatakan dilakukan secara spontan. Tetapi, untuk aksi serupa yang dilakukan di daerah lain memang belum bisa dipastikan, apakah itu dilakukan secara spontan atau memang ada yang sengaja menggerakkan.
�Mungkin saja ada yang sengaja mengembangkan dukungan dan ada yang mengelola kegiatan tersebut. Tetapi yang perlu kita cermati, ini pesan penting kepada instansi Kepolisian terhadap pemberantasan premanisme,� pungkas politisi PKS ini.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, sejumlah aksi dukungan terhadap Kopassus di Yogyakarta dilakukan oleh pemuda yang tergabung dalam FKPPI, Jogja Otomotif, Rembang Jogja, Paksikaton, GP Anshor, dan lainnya, bentuk dukungan yang dilakukan diantaranya seperti kegiatan gerakan mengumpulkan semiliar koin untuk almarhum Serka Heru Santoso.

Kemudian, kegiatan serupa denga mengumpulkan 11 ribu tanda tangan dukungan kepada Kopassus yang dilakukan di Markas Komando (Mako) Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur.

Gandeng Penghusaha SBY Hantam Jokowi

Image-397Gandeng Penghusaha SBY Hantam Jokowi - Hubungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selama ini diketahui baik-baik saja. Tapi, siapa sangka kepala pemerintahan itu menyindir anak buahnya di ibu kota pada sebuah forum besar.

Di hadapan ratusan peserta Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kemarin, SBY menyindir soal Upah Minimum Provinsi (UMP). Presiden meminta agar persoalan upah buruh tidak dikaitkan dengan kepentingan politik untuk menjadi populis di mata masyarakat.

"Jangan dikaitkan dengan politik. Saya ingatkan politisi, kolega-kolega saya, janganlah mendorong sesuatu yang bisa jadi bom waktu, harus rasional, jernih. Populisme membabi buta tidak baik. Keberpihakan pada kaum lemah, ya. Tapi harus dengan cara cerdas," tegas SBY.

Hal itu dikatakan SBY saat memberi sambutan dalam Munas Apindo di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin. Hadir dalam acara Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pertanian Suswono, Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

SBY melanjutkan, upah buruh yang terlampau rendah tidaklah adil dan tepat. Namun, kenaikan upah juga harus berlandaskan kepada kemampuan perusahaan kepada buruh. Jika tidak, kenaikan secara paksa dapat membebani pengusaha.

"Kalau bangkrut nanti ada PHK. Kalau PHK yang menderita juga pekerja," tambahnya.

SBY memang tidak mengatakan pernyataannya itu ditujukan langsung kepada Jokowi. Namun, untuk diketahui, yang paling meresahkan pengusaha belakangan ini adalah UMP DKI 2013 yang ditetapkan naik menjadi Rp 2,2 juta, dari tahun sebelumnya Rp 1,5 juta.

Kenaikan UMP DKI itu diakui sangat berat oleh pengusaha. "UMP telah ditetapkan. Gara-gara Pak Jokowi ini kita semua jadi pusing," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi sebelumnya pada forum yang sama.

Mendengar 'kritikan' SBY dan pengusaha itu, Jokowi bersikap santai. Menurut dia, UMP DKI telah disepakati oleh semua pihak, yakni buruh, pemerintah dan pengusaha.

"Gubernur itu hanya tanda tangan, yang menetapkan mereka sendiri. Mereka di ruangan ada Apindo, serikat pekerja, pemerintah, sama komisi, tokoh mereka bicara dan mereka menentukan," ujar Jokowi usai menghadiri acara.

Jokowi menegaskan lagi, kalau dia hanya menandatangani keputusan yang sudah dibuat oleh buruh, pemerintah dan pengusaha.

"Mereka udah sepakat baru masuk ke meja saya, saya tanda tangan. Yang menentukan dan menetapkan bukan kita. Jangan keliru, bukan Pemrov. Saya enggak pernah nengok kamarnya. Artinya itu sudah sepakat," kata Jokowi seraya tersenyum.

Rombongan Manusia Kerdil Gegerkan Lampung

Image-396Rombongan Manusia Kerdil Gegerkan Lampung - Warga Lampung digegerkan dengan kabar penampakan manusia kerdil atau manusia liliput di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Bahkan beberapa media setempat juga ramai memberitakan penampakan manusia liliput yang diyakini penunggu hutan itu.

Menurut pemberitaan itu, tak hanya sekali petugas polisi hutan (polhut) yang bertugas di TNWK yang mengaku bertemu dengan sekelompok manusia liliput atau manusia kerdil itu. Dua kali petugas hutan itu melihat penampakan manusia liliput dalam rentang waktu yang berdekatan.

"Betul memang petugas polhut kita yang saat itu bertugas melihat ada 'manusia lain' seperti itu. Bukan cuma satu orang petugas saja. Tapi semua tim yang waktu itu bertugas melihat mereka. Mereka melihatnya dalam keadaan sadar. Kejadian pertama itu pada hari Minggu (17/3). Tapi manusia yang dipergoki itu tidak bertubuh kerdil semua," ujar Humas Balai TNWK Sukatmoko seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/4).

Penampakan manusia aneh yang kedua kembali terjadi saat rombongan petugas polhut TNWK berpatroli di lokasi yang hampir sama pada pertemuan pertama, pada Rabu (20/3) lalu.

"Teman-teman yang patroli kembali melihat. Tapi waktunya sangat singkat. Rombongan manusia aneh yang dipergoki itu bergegas lari menyelinap ke dalam hutan," ujar dia lagi.

Hanya saja, lagi-lagi keberadaan mereka yang saat itu terdeteksi di dalam hutan Way Kambas tak berhasil diabadikan atau direkam.

Para petugas setempat juga tidak bisa memastikan apakah rombongan yang mereka temui tersebut merupakan manusia kerdil seperti cerita misteri adanya manusia kerdil di dalam hutan di Kerinci maupun Bone yang dikabarkan sebelumnya.

Serupa Manusia Purba? Namun, belasan 'manusia hutan' yang ditemui bergerombol di TNWK tersebut berciri layaknya gambaran manusia purba dalam film kartun Mr Flintstones, yaitu tidak berbaju, berambut gondrong, serta memegang tombak kayu.

"Ya seperti itu kira-kira gambaran mereka. Mereka memakai celana atau tidak, teman-teman polhut juga tidak jelas melihatnya. Yang jelas mereka tidak pakai baju. Kita juga tidak tahu mereka sedang apa atau mau apa. Apa mau berburu atau bagaimana, kita tidak bisa simpulkan apa-apa," kata dia lagi.

Sukatmoko mengakui, pihak TNWK hingga kini belum berani mengambil sebuah kesimpulan terkait pertemuan polhut dengan 'manusia hutan' beberapa waktu lalu itu. Apalagi kemudian muncul sebutan mereka sebagai manusia kerdil, kata dia, mengingat jarak pandang saat pertemuan relatif cukup jauh, ditambah cahaya alam yang pada waktu itu dalam perubahan dari sore menjelang malam hari.

Selasa, 09 April 2013

Peta Kekuatan Militer Korea Utara Terus Meningkat

Image-391Peta Kekuatan Militer Korea Utara Terus Meningkat - Tak ada yang mengerti mengapa tiba-tiba Korea Utara menebar ancaman bahkan berencana menyerang Amerika Serikat segala. Namun latar belakang uji coba rudal balistik ditenggarai menjadi penyebabnya. Selain itu lantaran Amerika dan Korea Selatan getol meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki dan melihat dari dekat kekuatan rudal itu.

Korea Utara jelas berang. Apalagi ketambahan Korea Selatan mengadakan latihan perang besar-besaran dengan Amerika. Ini membuat mereka seolah menjadi tertuduh hingga masyarakat memberi sanksi internasional hanya karena uji coba rudal yang terbuka dan tidak ditutupi, ujarnya.

Mereka geram dengan tetangganya yang dinilai berlebihan menyikapi uji coba rudal itu. "Menurut kami setiap negara berhak mengembangkan program persenjataan mereka termasuk nuklir untuk senjata pemusnah massal," ujar Ibu Kota Pyongyang seperti dilansir kantor berita Reuters (29/3).

Tebaran ancaman hampir saban hari dilakukan Korea Utara dan sejak Maret tensi kedua negara mulai tinggi. Bukan hanya Korea Selatan kena ejek namun juga Amerika tidak luput dari teror disebarkan Pyongyang.

Sejumlah pihak memperkirakan Korea Utara berani mengambil risiko memulai perang terbuka. Mereka tak lagi menggubris gencatan senjata pada perang 1950-1953 dilakukan kedua belah pihak. Pyongyang bilang gencatan itu sudah tidak berlaku lagi.

Kepercayaan diri Korea Utara tidak terlepas dari alutsista alias perlengkapan persenjataan militer. International Institute of Strategic Studies yang berbasis di Ibu Kota London, Inggris, pada 2011 melaporkan gambaran peta kekuatan Korea Utara.

Korea Utara pada tahun 2008 menganggarkan belanja militer sebesar USD 8.2 miliar atau 22-24 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara itu. Ini selengkapnya.

Korea Utara:

Angkatan Darat

Pasukan Aktif 1.2 juta
Cadangan/Paramiliter 5-7.7 juta
Tank 4.100
Kendaraan pengangkut 2.500
Kendaraan artileri 8.500
Roket 5.100
Mortir 7.500
Senjata Pertahanan Udara 11.000

Angkatan Laut

Kapal selam 92
Pesawat rudal 43
Kapal patroli besar 158
Torpedo 103
Kapal patroli 334
Kapal amfibi 10

Angkatan Udara

Pesawat Tempur 820
Helikopter 300
Angkatan Laut
Kapal Tempur 3
Kapal Patroli 383
Kapal Selam 70
Hovercraft 135
Kapal Pendaratan 130

Dengan alutsista itu Pyongyang yakin memenangkan pertarungan ini lantaran persenjataan mereka belum ditambah dengan dukungan China.

Korut Peringatkan Warga Asing Untuk Keluar Dari Wilayah Korsel

Image-390Korut Peringatkan Warga Asing Untuk Keluar Dari Wilayah Korsel - Korea Utara memperingatkan warga asing di Korea Selatan untuk segera mengungsi sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya perang.

"Kami tidak ingin melukai warga asing di Korea Selatan jika terjadi perang," kata pernyataan dari kantor berita KCNA mengutip juru bicara dari Komite Perdamaian Korea Asia-Pasifik, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (9/4).

Korea Utara kemarin mengumumkan akan menarik 53 ribu pekerja dari kawasan industri Kaesong yang dioperasikan bersama dengan Korea Selatan dan menutup segala bentuk operasi di kawasan itu.

"Korea Utara akan menarik semua pekerjanya dari Kaesong," kata pejabat senior dari partai berkuasa Korea Utara, Kim Yang-gon, dalam pernyataan yang dikutip KCNA kemarin.

Sementara itu Menteri Persatuan Korea Selatan Ryoo Kihl-jae tiga hari lalu mengatakan pemerintah Korea Selatan kemungkinan akan menarik para pekerjanya dari kawasan industri Kaesong di Korea Utara jika situasi antar kedua negara tidak dapat dipertahankan dan menyebabkan ketegangan lintas perbatasan.

Kaesong merupakan kawasan industri bersama antara Korea Utara dengan Korea Selatan yang saat ini menjadi medan pertaruhan militer di Semenanjung Korea.

Minggu, 07 April 2013

Hantaman Roket Dari Gaza Sambut Kunjunan Menlu AS ke Israel

Image-374Hantaman Roket Dari Gaza Sambut Kunjunan Menlu AS ke Israel - Sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel selatan, Minggu, namun tidak ada korban atau kerusakan, tak lama setelah kedatangan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang sedang dalam misi perdamaian, kata polisi.

Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld mengatakan kepada AFP, roket itu jatuh di sebuah tempat tak berpenghuni di gurun Negev, ketika Kerry memulai kunjungan tiga hari ke Israel dan wilayah-wilayah Palestina, lapor AFP.

Kerry akan mengadakan babak baru pembicaraan dengan para pemimpin Israel dan Palestina mengenai cara mengatasi kebuntuan bertahun-tahun dalam negosiasi perdamaian langsung.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon memperingatkan, Rabu, pihaknya akan membalas setiap serangan terhadap wilayah Israel dan tidak akan membiarkan rakyat diserang.

Perbatasan Gaza-Israel umumnya tenang sejak gencatan senjata dicapai pada November.

Namun, sejak akhir Februari, ada empat kasus penembakan roket ke Israel, tiga diantaranya dikalim oleh kelompok Salafi.

Gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza telah berupaya melakukan penertiban terhadap kelompok-kelompok Salafi bersenjata, yang mendukung garis keras dan sering berusaha menembakkan roket ke Israel dalam pembangkangan atas gencatan senjata de fakto Palestina.

Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel -- empat warga sipil dan dua prajurit.

Kekerasan itu meletus pada 14 November, dengan pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel.

Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel, 421 diantaranya disergap oleh sistem anti-rudal Iron Dome.

Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel dicapai Rabu (21/11), sehari setelah diplomasi bolak-balik yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon -- yang tercoreng oleh kekerasan lintas batas yang semakin mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza.

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr, yang berbicara pada jumpa pers bersama Hillary, mengatakan di Kairo, penghentian permusuhan Hamas-Israel mulai berlaku pada Rabu pukul 19.00 GMT (Kamis pukul 02.00 WIB).

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Sabtu, 06 April 2013

Empat Aksi Brutal Kopassus

Image-372Empat Aksi Brutal Kopassus

1. Aksi Tim Mawar

Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Kopassus Grup IV. Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi.

Kasus penculikan ini menyeret 11 anggota tim ke pengadilan mahkamah militer (Mahmil) II pada bulan April 1999. Saat itu Mahmil II Jakarta diketuai Kolonel CHK Susanto memutus perkara nomor PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999. Hasilnya Mahmil memvonis Mayor Infantri Bambang Kristiono (Komandan Tim Mawar) kurungan 22 bulan penjara dan memecatnya sebagai anggota TNI.

Pengadilan juga memvonis Kapten Infantri Fausani Syahrial Multhazar (Wakil Komandan Tim Mawar), Kapten Infantri Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Infantri Yulius Selvanus dan Kapten Infantri Untung Budi Harto, masing-masing 20 bulan penjara dan memecat mereka sebagai anggota TNI.

Sedangkan 6 prajurit lain dihukum penjara tetapi tidak dikenai sanksi pemecatan sebagai anggota TNI. Mereka itu adalah Kapten Infantri Dadang Hendra Yuda, Kapten Infantri Djaka Budi Utama, Kapten Infantri Fauka Noor Farid masing-masing dipenjara 1 tahun dan 4 bulan.

Sementara Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi hanya dikenai hukuman penjara 1 tahun. Menurut pengakuan Komandan Tim Mawar, Mayor Bambang Kristiono di sidang Mahkamah Militer, seluruh kegiatan penculikan aktivis itu dilaporkan kepada komandan grup, yakni Kolonel Chairawan. Tetapi sang komandan tidak pernah diajukan ke pengadilan.

Sementara itu tanggung jawab komando diberlakukan kepada para Perwira pemegang komando. Dewan Kehormatan Perwira telah memberikan rekomendasi kepada Pimpinan ABRI. Atas dasar rekomendasi itu Pangab menjatuhkan hukuman terhadap mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto berupa pengakhiran masa dinas TNI (Pensiun).

Pejabat lain yang dipensiunkan adalah Danjen Kopassus Mayjen TNI Muchdi PR. Serta Group 4 Kolonel Infantri Chairawan berupa pembebasan tugas dari jabatannya karena tidak mampu mengetahui segala kegiatan bawahannya.

2. Bentrok Kopassus Vs TNI AU

Grup 2 Kopassus Karangmenjangan, Kartosuro, Solo pernah terlibat bentrok dengan TNI Angkatan Udara pada 23 Agustus 1999. Diawali dari perkelahian antara anggota di Kafe 2000 Jalan Slamet Riyadi, yang terkenal sebagai tempat tongkrongan anggota Kopassus maupun TNI AU.

Perkelahian itu berakibat tertusuknya bokong seorang anggota TNI AU. Hal ini membuat marah anggota kawan mereka. Esoknya tersebar berita hingga ke Lanud Iswahyudi, Madiun, Jatim. Begitu pun di markas Kopassus tersebar cerita anggota Kopassus tertusuk anggota TNI AU.

Akibatnya terbanglah dua jet tempur F-16, Fighting Falcon dari Tim Aerobik Elang Biru, Skuadron 3 Lanud Iswahyudi menuju ke Kandang Menjangan. Beberapa saksi mata menceritakan, desingan suara F-16 itu begitu memekakkan telinga dan terbang rendah sekali.

Beberapa manuver yang dilakukan dengan sangat rendah menyulut kegusaran anggota Grup 2 Kopassus di Kandang Menjangan. Namun aksi itu cepat dicegah sebelum berlanjut ke bentrokan.

3. Bentrok Kopassus Vs Pasukan Front Hisbullah di Banten

Peristiwa bentrok ini berawal dari sebuah hajatan dengan hiburan dangdut jaipong di Desa Petir, Serang, Banten pada tahun 2000. Ratusan anggota Front Hizbullah (FH) meminta Muhammad, tuan rumah, agar menghentikan acara itu.

Tapi tuan rumah dibekingi Pratu Enjat Supriatna, seorang anggota Kopassus menolak. Ketegangan memuncak ketika Enjat melepaskan dua kali tembakan ke udara, dan melukai kening anggota FH.

Salah satu anggota FH langsung berkelahi dengan Enjat. Dalam perkelahian itu anggota Kopassus tewas. Insiden berdarah malam itu berbuntut. Bengkel mobil Srimaju yang berlokasi di Serang, diobrak-abrik beberapa orang pria bertubuh kekar.

Hari berikutnya pimpinan FH, Haji Cecep tewas diberondong timah panas di jalanan. Diduga aksi itu sebagai bentuk balas dendam kematian Enjat.

4. Penyerangan Kopassus ke Lapas Cebongan

Peristiwa ini terjadi 23 Maret 2013 lalu. Sebelas orang menyerang Lapas Cebongan, Sleman Yogyakarta, lantas membunuh 4 tahanan yang dititipkan di Lapas. Diduga penyerang adalah anggota Kopassus yang membalas dendam atas tewasnya kawan mereka setelah dibunuh empat napi itu.

Benar saja. Tim investigasi yang dibentuk Mabes TNI AD menyampaikan hasil penyelidikan terhadap kasus penembakan 4 tahanan itu. Mereka mengakui pelaku penembakan adalah anggota Group 2 Kopassus Karangmenjangan, Kartosuro.

Dalam jumpa pers di Dinas Penerangan TNI AD, Kamis (4/4), Ketua Tim Investigasi Brigjen Unggul K Yudhoyono menjelaskan, penyelidikan dilakukan sejak 29 Maret lalu. Hasilnya, para pelaku adalah rekan-rekan Serka Heru Santoso yang tewas dalam perkelahian di Hugo's Cafe.

Unggul juga menjelaskan, peristiwa penyerangan itu terkait dengan pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santoso pada 19 Maret 2013 dan peristiwa pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 23 maret oleh para korban.

Empat tahanan yang tewas tertembak adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaja, Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto, yang salah satunya desertir polisi.

Secara Politik Aceh Adalah Wilayah Merdeka

Image-371Secara Politik Aceh Adalah Wilayah Merdeka - Anggota Dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Cut Justisia mengatakan, Perjanjian Helsinki yang dibuat antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) merupakan sebuah bentuk kemerdekaan secara de facto yang diberikan kepada Aceh. Pemerintah diharapkan mampu memahami isi dari perjanjian tersebut. Jika tidak, hal ini dikhawatirkan akan menelurkan gerakan-gerakan separatis lain yang justru akan memecah-belah kesatuan negara.

"Di dalam isi perjanjian itu Aceh bisa membuat partai sendiri, mata uang, bahkan bisa melakukan perdagangan internasional sendiri. Itu artinya Aceh sudah berdaulat secara de facto," kata Justisia di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).

Justiani mengatakan, meski saat ini Aceh masih belum membuat mata uangnya sendiri, akan tetapi pergerakan menuju kemerdekaan Aceh sudah mulai ditunjukkan. Hal itu diperlihatkan dengan adanya pengibaran bendera di sejumlah wilayah di Aceh.

"Bendera dan mata uang sebenarnya adalah hal yang sama. Itu adalah simbol suatu negara. Seharusnya pemerintah itu sadar karena apa yang terjadi di Aceh juga bisa terjadi di wilayah lain," katanya.

Anggota Dewan Pakar PEKAT lainnya, Mayor Jendral TNI (Purn) Saurip Kadi mengatakan, secara politik, Aceh merupakan sebuah wilayah yang merdeka. Hal itu terlihat dari isi Perjanjian Helsinki yang telah diakui secara internasional.

"Bedanya, Aceh tidak perlu mendirikan kedutaan besar di setiap negara. Karena pasti akan memerlukan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Untungnya, Saurip mengatakan, saat ini Aceh belum melaksanakan seluruh isi perjanjian Helsinki. Karena jika Aceh telah melaksanakan seluruh isi perjanjian tersebut maka tidak menutup kemungkinan akan muncul "Aceh" baru di sejumlah wilayah negara ini.

Sementara itu, Sekretaris Jendral PEKAT Bob Hasan beranggapan, pembentukan bendera Aceh telah melanggar konstitusi negara. "Apalagi mereka menaikkan bendera itu diiringi dengan kumandang adzan, itu merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap konstitusi," katanya.

Hasan menilai, pengibaran bendera yang lalu sarat dengan adanya intervensi pihak asing. Namun, saat ditanya intervensi dari negara manakah, dirinya enggan membeberkannya.

"Ada intervensi intelejen asing di Aceh. Jadi pergerakan Aceh itu bukan karena pergerakan rakyat. Asing memiliki kepentingan untuk mengeksploitasi kekayaan alam yang ada di Aceh," katanya.

Jumat, 05 April 2013

Korut Memanas, Himbau kedutaan asing evakuasi warganya

Image635007955818721406Korea Utara meminta kedutaan asing yang ada di Ibu Kota Pyongyang untuk mengevakuasi seluruh staf dan warga mereka dari negara itu. Ini lantaran meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea.

Kantor berita Reuters melaporkan, Jumat (5/4), juru bicara kedutaan Rusia Denis Samsonov mengatakan negaranya telah menerima permintaan dari perwakilan menteri luar negeri Korea Utara. Rusia tengah menimbang permintaan ini namun tidak bisa dilaksanakan secepatnya. Lagipula tidak ada tanda-tanda keadaan mulai siaga di Pyongyang.

Selain Rusia kedutaan asing lain menerima permintaan serupa. "Kata mereka situasi semakin tegang. Kami diminta memikirkan untuk memulangkan seluruh karyawan," ujar Samsonov.

Korea Utara telah mengumumkan perang nuklir bisa terjadi setiap saat di semenanjung Korea. Apalagi selama sebulan mereka membombardir Amerika Serikat dengan propaganda di pelbagai media. Ulah mereka membuat Amerika memindahkan alutsista mereka ke wilayah itu.

Menurut media Korea Selatan, Pyongyang telah menempatkan dua rudal jarak menengak dan peluncurnya di bagian timur pantai negara itu. Langkah ini bisa mengancam Jepang atau pangkalan militer Amerika di pasifik.

Wikileaks Bocorkan Aktivitas AS Goyang Chavez

Image635007952853211788Dalam sebuah kawat rahasia yang disebarkan Wikileaks, bekas duta besar AS untuk Venezuela William Brownfield ternyata pernah membuat rancangan melakukan infiltrasi dan mengguncang posisi Presiden Hugo Chavez.

Dokumen rencana yang dibuat Brownfield pada 2006 ini, kini Brownfield menjadi Asisten Menter Luar Negeri AS, menyebutkan lima tujuan utama AS di Venezuela sejak 2004, yakni: menyusup masuk ke lingkaran politik Chavez, memecah belah Chavismo, melindung bisnis penting AS dan mengisolasikan Chavez secara internasional.

Memo yang dibocorkan Wikileaks Kamis (4/4/2013), yang secara redaksional tak disadur, dengan terang benderang memperlihatkan tujuan-tujuan utama Kedubes AS di Venezuela dan keterlibatan dua lembaga yang beroperasi di luar negeri atas nama kepentingan AS. Yaitu USAID (US Agency for International Development) dan Kantor Prakarsa Transisi (Office of Tansition Initiatives/OTI).

Menurut Brownfield, dua lembaga penting ini�USAID dan OTI�membantu kedubes AS dalam mewujudkan tujuan-tujuan utamanya dalam menyusup dan menguncang partai politik pendukung Chavez, tulis RT Online, Jumat (5/4).

Secara total, USAID membelanjakan sekitar sejuta dolar untk menggalang 3.000 forum yang bertujuan membuat rujuk antara pendukung Chavez dan oposisi, dengan harapan mereka makin kendur dari ikatan kuat paham Bolivarian. Simon Bolivar adalah pahlawan Venezuela yang menentang penjajajahan.

Brownfield bersama OTI mengembangkan program pendidikan yang berjuluk �Demokrasi di Antara Kita,� yang dirancang bekerja sama dengan LSM di kawasan-kawasan miskin dan telah menjangkau 600.000 warga Venezuela.

Secara total antara 2004 dan 2006, USAID menyumbangkan sekitar 15 juta dolar untuk 300 organisasi, dan menawarkan bantuan teknis melalui tangan OTI dalam menggapai tujuan AS yang dikategorisasikan mempekuat lembaga-lembaga demokrasi.

Kebanyakan detail memo sang Dubes berupaya mengorek pelanggaran hak-hak asasi dan aktif mengirim para aktivis menghadiri pertemuan-pertemuan di luar negeri serta menyuarakan keprihatinan mereka terhadap pemerintahan Chavez. Mereka dikirim ke Turki, Skotlandia, Meksiko, Republik Dominika, Cile, Uruguay, AS (Washington DC), Argentina, Brasil dan Kolombia.

Dalam pemilihan presiden Venezuela 2006, Brownfield mengatakan �atmosfer kerja kami di Venezuela� makin rumit. Namun Chavez memenangi pilpres 2006 dan mengancam mendepak dubes Brownfield ke Washington, karena dituduh mencampuri urusan dalam negeri Venezuela. [mdr]

Hegemoni Global: Perampokan Terbesar Amerika di Gold Mountain Papua

Image635007868766552306 Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia, namun termurah dalam sisi biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil dari perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua, Indonesia. Freeport juga banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi yang senantiasa menikmati hidup dengan bergelimang harta haram dengan memiskinkan bangsa ini.

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan menarik oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah JFK, Indonesia, CIA and Freeport.

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulis dalam sebuah buku berjudul "The Conquest of Cooper Mountain". Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak. Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia.

Semua berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak Angkatan Darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!.

Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul Grasberg setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. [IT/HJ]

Sumber :Islam Times

"Pembunuhan Ilmiah" Adalah Bagian dari Modus Operandi CIA

Image635007865898548266Jurnalis surat kabar Guardian yang juga pakar Venezuela Rory Carroll secara terang-terangan menyatakan tuduhan serius bahwa mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez Frias dibunuh oleh senjata biologi yang dibuat AS sebagaimana yang dilakukannya untuk sejumlah kasus dengan pola yang sama �para pakar teori konspirasi bertanya-tanya tentang alien di Roswell dan NASA yang memalsukan pendaratannya di bulan. Sejumlah pejabat Venezuela dan internasional percaya pihak yang memusuhi diam-diam melancarkan serangan agresif dengan menghadirkan kanker ke presiden berusia 58 tahun itu.

Carroll juga menulis bahwa Chavez sendiri percaya, kanker yang menimpa para mantan pemimpin kiri Amerika Latin, termasuk Presiden Argentina Nestor Kirchner, yang didiagnosa menderita kanker usus besar dan Presiden Brasil Ignacio Lula da Silva, yang dirawat karena kanker tenggorokan, merupakan bagian dari plot CIA yang diarahkan terhadap para pemimpin sayap kiri. Anehnya, Carroll menunjukkan bahwa mantan presiden Uruguay yang berhaluan kiri, Tabare Vazquez, ternyata sembuh dari kanker.
Bahkan, Vazquez tidak pernah menderita kanker. Selain itu, ia adalah seorang ahli onkologi terkenal yang dibina di Perancis.

Adalah mantan presiden Paraguay, Fernando Lugo yang digulingkan dalam kudeta kelompok sayap kanan yang didukung CIA  pada 2012, yang didiagnosis terkena limfoma, kanker dari sistem kekebalan tubuh. Carroll hanya menyatakan bahwa karena ketiga mantan pemimpin sembuh dari kanker, maka tidak ada cerita senjata pembunuhan kanker oleh AS.


Carroll dengan mudah menghilangkan kanker yang telah melanda para pemimpin Amerika Latin lainnya, termasuk Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, yang menderita kanker tiroid, dan Presiden Brazil Dilma Rousseff, yang terserang limfoma. Setelah memulai pembicaraan damai dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang berhaluan kiri, Presiden konservatif Kolombia Juan Manuel Santos didiagnosa dengan kanker prostat.


Presiden sementara Venezuela Nicolas Maduro menuduh bahwa Chavez diserang dalam sebuah skenario "serangan ilmiah" yang dilancarkan oleh "musuh sejarah" Venezuela. Departemen Luar Negeri AS menyatakan pandangan itu absurd (tidak masuk akal). Pemimpin Partai Komunis Rusia Gennady Zyuganov berspekulasi bahwa ini adalah jauh dari kebetulan bahwa enam pemimpin sayap kiri semuanya terserang kanker pada  waktu yang hampir bersamaan.


Presiden Kuba Fidel Castro sendiri menjadi target upaya pembunuhan biologi oleh CIA, kata Chavez: �Chavez menuding. Orang-orang ini [Amerika] telah mengembangkan teknologi. Anda sangat ceroboh. Berhati-hatilah apa yang Anda makan, apa yang mereka berikan pada Anda untuk dimakan ... jarum kecil dan mereka menyuntik Anda dengan apa yang saya sendiri tidak tahu�.


Castro hampir meninggal dari sakit perut misterius dan penyakit usus dia idap setelah menghadiri sebuah paralel �People's Summit� yang diselenggarakan bersamaan dengan Cordoba MERCOSUR pertemuan tingkat tinggi (Common Market of the South) pada Juli 2006 bersama dengan Chavez dan Nestor Kirchner.


Kabel Kedubes AS Buenos Aires tanggal 26 Juli 2006, menunjukkan ketidaksenangan Washington dengan kehadiran Castro dan Chavez di Cordoba dengan Kirchner: �Apa yang luar biasa tentang pertemuan tingkat tinggi itu adalah sejauh mana Argentina dan Brasil, dua protagonis utama dalam MERCOSUR sejak didirikan, memainkan peran sekunder di KTT ini, sementara Chavez dan Castro mendominasi�.


Dari tiga peserta KTT Rakyat ini, Kirchner dan Chavez yang sekarang meninggal. Kirchner pun meninggal karena serangan jantung mendadak dan kanker agresif Chavez dimulai pada daerah pinggulnya.


Chavez mengatakan kemungkinan dari begitu banyaknya pemimpin Amerika Latin yang terkena kanker pada saat yang sama adalah �sulit untuk dijelaskan�.


Jenderal Jose Ornella, kepala Pengawal Presiden Venezuela, mengatakan mungkin lima puluh tahun sebelum rincian mengenai �tangan musuh� dalam kematian Chavez diungkapkan dalam dokumen yang terdeklasifikasi.


Jenderal Ornella dan yang lainnya tidak mungkin harus menunggu lima puluh tahun untuk 'dokumen senjata asap rokok' di persenjataan kanker Amerika untuk diungkapkan. Catatan-catatan tersebut telah dideklasifikasi dan masih ada, meskipun banyak catatan yang dihancurkan oleh CIA di bawah sutradara Richard Helms pada awal tahun 1970an.


Meskipun Konvensi Senjata Biologi dan Toksin tahun 1972 yang diratifikasi oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Britania Raya, melarang penggunaan dan kepemilikan senjata biologi, Divisi Operasi Khusus Angkatan Darat-CIA di Fort Detrick, Maryland dan Departemen Pelayanan Teknis CIA terus mempertahankan dan mengembangkan persediaan agen penyebab kanker biologi yang digunakan dalam senjata pengiriman khusus.


Agen-agen biologi dan senjata mereka secara khusus dikembangkan sebagai bagian dari proyek MKNAOMI rahasia, sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh CIA dan US Army Medical Research Institute for Infectious Diseases (USAMRIID) di Fort Detrick.


Tapi penggunaan agen senjata biologis penyebab kanker oleh Amerika sudah berlangsung jauh sebelum awal Perang Dingin dan korban pertama dari senjata tersebut adalah Amerika Latin. Pada tahun 1931, Dr Cornelius P. Rhoads, seorang ilmuwan Amerika kulit putih rasis dan anti Amerika Latin dengan Lembaga Rockefeller untuk Investigasi Medis di San Juan, melakukan percobaan terhadap 13 warga Puerto Rico dengan menyuntikkan agen penyebab kanker biologi ke tubuh mereka.
Pemimpin Partai Nasionalis Puerto Rico, Pedro Albizu Campos, yang juga dikenal sebagai �El Maestro,� memperoleh surat dari Rhoads untuk seorang teman dimana Rhoads menulis tentang Puerto Rico:


�Saya bisa mendapatkan pekerjaan baik yang terkutuk sini dan saya tergoda untuk mengambilnya. Ini akan menjadi ideal kecuali untuk orang-orang Porto [sic] Rico.

Mereka adalah orang-orang kotor, pemalas, ras manusia yang paling rendah dan  punya kebiasaan mencuri yang pernah menghuni bumi ini. Itu membuat Anda sakit menghuni pulau yang sama dengan mereka. Mereka bahkan lebih rendah dari orang-orang Italia.
Apa yang dibutuhkan pulau itu bukanlah kerja kesehatan publik tetapi gelombang pasang atau sesuatu untuk benar-benar membasmi penduduk. Kemudian mungkin ditinggali. Saya telah melakukan yang terbaik untuk memajukan proses pemusnahan dengan membunuh 8 dan tanam kanker ke banyak lagi yang lain. Yang terakhir ini tidak menghasilkan malapetaka apa pun sejauh ini. . . Masalah pertimbangan untuk kesejahteraan pasien 'tidak memainkan peranan di sini - pada kenyataannya semua dokter bersenang-senang dalam penyalahgunaan dan penyiksaan terhadap subyek-subyek yang malang �.


Albizu mengeluhkan peristiwa tragis itu ke Liga Bangsa-Bangsa tetapi sia-sia. Pada tahun 1950, Albizu justru ditangkap dalam suatu upaya penindakan tegas terhadap aksi nasionalis  Puerto Rico di pulau itu dan Albizu menjadi sasaran luka bakar radiasi dan keracunan.

Kepala NSA Sebut CIA 'Diluar Kontrol'

Ada sedikit keraguan bahwa Rhoads, yang mengarahkan program senjata kimia dan biologi  Angkatan Darat di Fort Detrick, the Dugway Proving Ground and Deseret Test Center in Utah, dan Panama Canal Zone, menjadikan Albizu untuk eksperimentasi balas dendam. Rhoads kemudian pergi ke staf Komisi Energi Atom, yang juga menjadikan warga Amerika untuk tes radiasi berbahaya.


Albizu menderita stroke di penjara pada tahun 1956. Pada tahun 1964, ia diampuni namun meninggal tak lama setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1965. The Guardian, Departemen Luar Negeri AS, dan Pentagon dapat terus-menerus menceritakan pada semua yang mereka inginkan tentang tuduhan-tuduhan �yang tak masuk akal� dan �teori konspirasi� tapi itu adalah fakta bahwa pemimpin nasionalis Puerto Rico dibunuh oleh AS dalam percobaan medis brutal ketika ia di penjara. Dan jika itu adalah apa yang AS bersedia lakukan untuk warga negaranya sendiri, musuh asing seperti apa yang menjadi sasaran AS?


MKNAOMI merencanakan untuk membunuh Fidel Castro dan Perdana Menteri Kongo Patrice Lumumba dengan senjata biologi yang �eksotis�. Pekerjaan pada senjata tersebut dilakukan oleh Kepala Layanan Teknis CIA Dr Sidney Gottlieb. program senjata biologi yang berafiliasi dengan CIA dan Angkatan Darat AS lainnya memiliki nama kode DORK dan OFTEN / CHICKWIT.


The National Cancer Institute, ketika mencari obat untuk kanker, berputar dari proyek badan intelijen di bawah Proyek Kanker Viral yang meneliti aplikasi militer untuk agen biologi penyebab kanker.


Pekerjaan tersebut dipusatkan di Fort Detrick dan, setelah Konvensi Senjata Biologi 1972 ditandatangani oleh Presiden Richard Nixon, pekerjaan rahasia �produksi skala besar virus onkogenik dan dicurigai onkogenik� dilanjutkan dengan hasil bersih sehingga pada tahun 1977 berhasil memproduksi 60.000 liter virus onkogenik dan imunosupresif.


Pada tahun 1970, Wakil Direktur CIA untuk Rencana, Thomas Karamessines, merekomendasikan bahwa jika Konvensi Perang Biologi yang diusulkan itu  disahkan, persediaan agen senjata biologi CIA harus ditransfer dari Detrick ke Pusat Penelitian Huntingdon Perusahaan Becton-Dickinson, di Baltimore.


Program rahasia CIA dan Pentagon di Fort Detrick termasuk dalam penyediaan  toksin botulinum, yang dapat menyebabkan keracunan makanan yang mematikan. Penelitian lain termasuk transmisi aerosol dari virus penyebab kanker dan produksi virus  �spesies melompat� yang mana virus itu bisa berpindah dari spesies hewan ke manusia yang menyebabkan kanker.


Salah satu korban senjata kanker pertama dari operasi pembunuhan biologi CIA mingkin presiden pertama Angola, Agostinho Neto.


Neto, yang ditargetkan oleh CIA yang melanggar larangan kongres, dengan cepat terkena kanker pada tahun 1979 dan meninggal di sebuah rumah sakit Moskow sebelum usia 57. Korban CIA lainnya mungkin mantan Presiden Cile Eduardo Frei, yang menjadi musuh vokal diktator Jenderal Augusto Pinochet yang didukung CIA . Frei meninggal di sebuah rumah sakit Santiago pada 22 Januari 1982 setelah tertular infeksi yang mencurigakan setelah operasi rutin.


CIA mempelopori dalam penggunaan agen penyebab kanker yang bisa menginfeksi korbannya melalui suntikan, inhalasi, kontak kulit melalui pakaian yang terkontaminasi, terutama pakaian dalam- Formasi agresif  Chavez di daerah pinggulnya erat kaitannya dalam hal ini, dan kontak dengan sistem pencernaan melalui penggunaan makanan, minuman, dan bahkan pasta gigi yang terkontaminasi.
Ada semacam kekayaan dokumentasi pada penggunaan senjata kanker oleh CIA dalam melawan musuh-musuhnya bahwa keberadaan senjata tersebut tidak menjadi masalah. Satu-satunya masalah adalah bagaimana Venezuela dan negara-negara korban lainnya mengetahui agen penyebab kanker yang lancarkan dan identitas para pembunuh dan calon pembunuh ...

Sumber :The Global Review

Narkoba Tetap Elemen Penting Smart Power ala Amerika Serikat

Image635007864337038953 Menelisik kembali Narkoba sebagai salah satu kejahatan trans nasional, memang satu hal. Namun ada hal lain yang jauh lebih krusial. Membuka kembali file lama diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Global Future Institute pada 16 Juli 2012, ada beberapa butir pemikiran penting yang kiranya perlu kami ketengahkan kembali kepada anda sekalian, sidang pembaca.

Narkoba sebagai kejahatan lintas negara, sejatinya juga digunakan sebagai bagian integral dari strategi sekaligus modus baru kolonialisme yang diterapkan Amerika dan sekutu-sekutu baratnya. Baik pemerintah Amerika yang menerapkan Hard Power ala mantan Presiden George W Bush maupun smart power ala Presiden Barrack Obama yang menerapkan strategi non-militer, Perang Candu/Opium tetap dijadikan bagian integral dari strategi melemahkan negara-negara yang secara geopolitik dijadikan sasaran utama untuk dikuasai karena melimpahnya kekayaan sumber daya alamnya di bidang minyak, gas alam dan tambang.

Melalui modus tersebut, peredaran narkoba/candu dan minuman keras ditingkatkan pada skala yang lebih luas di negara-negara yang jadi sasaran utama penaklukkan dengan tujuan untuk melumpuhkan moral masyarakat dan bangsa dari dalam negeri.

Menurut menyimak analisis Dr Peter Dale Scott dalam sebuah konferensi internasional pada 1990. Menurut Scott, adanya campur tangan AS dengan dalih pemberantasan narkoba, bukannya mengurangi justru semakin meningkatan produksi dan arus perdagangan. Ia pun menarik asumsi, bahwa intevensi dan keterlibatan Paman Sam baik militer ataupun politik di suatu negara, adalah bagian dari masalah bukan memecahkan masalah.

Dengan kata lain, bila CIA melakukan intervensi di sebuah negara maka produksi dan perdagangan narkoba cenderung meningkat, sebaliknya jika ia menurunkan (tensi) intervensinya niscaya produksi dan arus perdagangan narkoba bakal menurun. Ini dia! Dari tesis Scott sebenarnya bisa diambil asumsi lagi, bahwa Perang Candu sebagai modus penjajahan diyakini akan senantiasa  melekat dalam ragam dan bentuk kolonialisme yang dikembangkan oleh AS dan sekutu di berbagai negara. Ini yang mutlak harus jadi catatan kita bersama.

Mari kita simak sebuah catatan penting berikut ini, terkait peningkatan peredaran narkoba di Afghanistan. Pada akhir invasi Uni Soviet 1989, Afghanistan adalah produsen opium kedua terbesar dunia dengan jumlah 1350 metrik ton, setelah Segitiga Emas : Laos-Thaildand-Burma-Vietnam yang memproduksi 2645 Metrik ton, jauh di atas Amerika Latin yang hanya memproduksi 112 Metrik ton, demikian menurut badan anti narkoba AS.

Saat Amerika di bawah kepresidenan George W Bush menginvasi Afghanistan dengan dalih Taliban dan al Qaeda telah terlibat dalam aksi terror pemboman gedung World Trade Center dan Pentagon pada September 2001. Ketika AS menginvasi Afghanistan, sebenarnya Pentagon punya daftar 25 laboratorium dan gudang obat bius, tetapi ia menolak menghancurkan gudang-gudang tersebut dengan alasan milik CIA dan sekutu lokalnya. Bahkan James Risen mencatat, penolakan untuk menghancurkan laboratorium narkoba justru dari pentolan Neo-Konservatif yang menguasai birokrasi Keamanan Nasional di AS seperti Douglas Feith, Paul Wolfowitz, Zalmay Khalilzad, dan sang patron Donald Rumsfeld. Berarti, peredaran dan penjualan narkoba bukan saja didukung oleh eselon puncak pemerintahan Bush di Gedung Putih, melainkan telah menjadi bagian integral dari strategi pelumpuhan Afghanistan dari dalam negeri.

Sekadar latarbelakang. Keputusan Amerika melancarkan invasi militer Afghanistan ternyata bukan dimotivasi oleh serangan balasan terhadap aksi terorisme yang dimotori oleh Osama bin Laden dan Al-Qaeda. Misi utama adalah menguasai sumberdaya minyak di kawasan Asia Tengah. Terbukti bahwa serangan militer Amerika ke Afghanistan terjadi menyusul desakan kuat dari Perusahaan minyak trans-nasional UNOCAL yang mulai tidak nyaman dengan semakin kuatnya pengaruh politik kelompok Islam Taliban.

Merebaknya Perdagangan Narkoba di Afghanistan

Dalam tulisan saya pada 7 Oktober 2009 bertajuk Misteri Pemberantasan Perdagangan Narkotika Amerika di Afghanistan (http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=755&type=4#.UVFQdDdP1kh), sejak Juni 2003 Tak lama setelah Amerika berhasil menduduki Afghanistan secara militer, pemerintahan Bush diam-diam mendanai pembangunan kembali  Afghanistan dan mengizinkan para tuan tanah setempat (Warlord)  meraih kekuasaan kembali. Mereka ini pada umumnya terlibat dalam bisnis barang-barang terlarang seperti Narkoba dan Candu.

Tak heran ketika itu muncul berbagai pemberitaan mengenai meningkatnya produksi obat-obatan terlarang seperti Narkotika dan Opium di Afghanistan. Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini. Kala pasukan multinasional pimpinan Bush Jr menyerbu Afghanistan (2001) berdalih menumpas al-Qaeda dan terorisme pasca WTC, produksi opium seketika meningkat dari 165.000 ton (2006) menjadi 193.000 ton (2007). Kendati dekade 2008-an terdapat penurunan sekitar 157.000 ton semata-mata karena over produksi, barang tidak terserap oleh pasar.

Fakta-fakta ini dengan jelas menggambarkan bahwa sejak Perang Dunia II usai dan Perang dingin antara Kapitalis Liberal versus Komunis semakin memanas, CIA menggunakan para pedagang narkoba sebagai aset dalam berbagai operasi terselubung di berbagai negara. Artinya selain melindungi para pengedar dari jerat hukum, ada kecenderungan produksi dan arus perdagangan narkoba malah meningkat ketika Amerika meningkatnya intervensinya di negara-negara target. Sebaliknya bila ia menurunkan intervensinya maka perdagangan dan  produksi narkoba pun menurun.

Contoh lain bisa kita saksikan di Myanmar (dulunya Burma). akibat campur tangan CIA tahun 1950 mampu meningkatkan produksi narkoba dari 40 ton (1939) menjadi 600 ton (1970). Di Thailand pun demikian, dari sebelumnya hanya 7 ton (1939) naik menjadi 200 ton (1968). Luar biasa! Di Laos tidak mau ketinggalan, dari produksi 15 ton tahun 1939 menjadi 50 ton pada tahun 1973. (Untuk mendalami aspek ini, baca M Arief Pranoto, Perang Candu: Modus Kolonialisme Menghancurkan Bangsa dengan Harga Murah!, (http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=9022&type=4#.UVFSVTdP1kh).

Bahkan catatan Prof Peter Dale Scott untuk kasus di Kolombia (1980) dianggap paling dramatis. Oleh sebab naiknya produksi opium justru diakibatkan kehadiran militer AS dengan modus perang terhadap narkoba. Disini semakin terbukti asumsi Pepe Escobar, bahwa politik praktis itu bukannya yang tersurat melainkan apa yang tersirat (2007). Maksud asumsi Escobar terkait data-data produksi opium di negara-negara tadi adalah: di permukaan seolah-olah Paman Sam gencar memberantas narkoba, namun di bawah permukaan justru mengendalikan produksi dan peredarannya.

Kembali pada kasus Afghanistan. Maka tak heran jika PBB sempat melansir sebuah data menarik bahwa produksi opium yang resminya dilarang oleh pemerintahan Hamid Karzai yang mendapat dukungan Amerika sejak Januari 2002, ternyata telah mencapai 3400 ton pada tahun yang sama. Para pakar memperkirakan pada panen 2003 Afghanistan telah menjadi penghasil 3/4 opium dunia.

Bukan itu saja. Menurut berbagai sumber Global Future Institute, Afghanistan di bawah pemerintahan Hamid Karzai yang didukung Amerika, sekarang berstatus sebagai sumber opium terbesar di dunia. Data tahun 2002 dan perkiraan pada 2003 menunjukkan lonjakan produksi dibandingkan dengan tingkatan yang terjadi pada tahun 2000. Penurunan  justru terjadi pada 2001, yaitu sekitar 180 ton, berkat larangan menanam madat yang diberlakukan oleh Taliban.

Bahkan ada sebuah buku yang ditulis oleh Andrew McCoy, The Politics of Heroin: CIA Complicity in the Global Drug Trade, yang berpendapat bahwa opium merupakan obat ideal bagi rekonstruksi Afghan. Dengan kata lain, perdagangan Narkoba selain memang dianggap memberi keuntungan bisnis bagi para tokoh-tokoh masyarakat setempat dan menyerap tenaga kerja, beberapa pemain kunci dari CIA pun ikut meraup keuntungan bisnis haram tersebut.

Karena gambaran tersebut di atas, PBB memperkirakan bahwa pendapatan kotor Afghanistan dari produksi opium pada 1994-2000 yang berada pada kisaran 150 juta dolar AS atau 750 dolar AS per-keluarga, pada 2002 angka ini melonjak hingga 1,2 miliar dolar AS, atau 6500 dolar per-keluarga. Sehingga pendapatan dari perdagangan tahun 2002 diperkirakan mencapai 91,4 triliun dolar Amerika.

Bayangkan, itu data tahun 2002. Masuk akal jika Amerika dan pemerintahan Barrack Obama sekarang bersikeras dan berketetapan hati untuk menambah jumlah pasukan militernya di Afghanistan. Namun, adakah kesungguhan Amerika untuk menanggulangi perdagangan Narkotika dan Opium di Afghan dengan merujuk pada data-data yang tergambar di atas? Apalagi dengan fakta bahwa 75 persen heroin dunia sekarang ini berasal dari Afghanistan.

Tanpa dukungan aktif Pentagon dan CIA,  rasa-rasanya tidak mungkin Afghanistan bisa mengekspor 8000 metrik ton opium ke luar Afghanistan. Hal ini bisa dijelaskan melalui fakta bahwa Hubungan AS dengan Aliansi Utara setelah Taliban jatuh ternyata telah member lisensi besar pada seluruh produsen maupun pedagang opium di Afghanistan.

CIA dan Pentagon mempunyai jaringan dengan kelompok-kelompok kriminal untuk mengamankan suplai narkoba dan mengeskpornya dengan pesawat militer AS. Banyak laporan yang menerangkan bahwa pesawat-pesawat militer yang digunakan CIA mengangkut peti mati ternyata berisi narkoba.

Untuk memastikan jalur peredaran tidak terganggu, AS menunjuk seluruh bandar-bandar narkoba Aliansi Utara yang berada dalam kendali Presiden Hamid Karzai di setiap pos-pos kunci di Afghanistan. Salah satunya adalah Ahmed Wali Karzai, Saudara Presiden Hamid Karzai. Wali Karzai adalah gubernur provinsi Kandahar dekat perbatasan Iran.

Agaknya, peredaran narkoba yang meluas di Afghanistan, sangat menguntungkan beberapa kalangan di Eropa Barat.

Berbagai bursa keuangan di Amerika seperti Wall Street, dan Eropa Barat, pun kabarnya mendapat keuntungan dari meningkatnya perdagangan Narkotika dan Opium di Afghanistan. Karena sebagian besar opium dikonsumsi oleh warga masyarakat Eropa Barat dan negara-negara Balkan.

Bahkan berbagai sumber yang berhasil dihimpun tim riset Global Future Institute, sebelum serangan ke WTC, sempat  masuk uang dalam jumlah 250-300 miliar dolar AS per tahunnya ke Wall Street. Dan uang transferan ke Wall Street dan sejumlah Bank AS tersebut diduga keras merupakan hasil pemasukan dari obat-obatan terlarang.

Dari gambaran tersebut, selain bisnis Narkotika di Afghanistan tersebut sulit diberantas mengingat keterlibatan berbagai pelaku bisnis di Amerika sendiri, pada saat yang sama beberapa agen CIA maupun beberapa perwira militer Amerika di Afghanistan, ternyata juga ikut memfasilitasi perdagangan Narkotika tersebut, sebagai sarana melindungi akses mata uang kertas di negara tersebut.

Di sinilah misteri di balik kebijakan pemberantasan Narkotika Amerika di Afghanistan. Ketika kebijakan tersebut diterapkan di Kolombia bisa berhasil dan dinilai efektif, ternyata di Afghanistan praktis pemberantasan perdagangan Narkotika di Afghanistan menjadi tidak efektif sama sekali.

Dengan kata lain, Pemerintah Amerika dipandang tidak serius memberantas narkoba. Bahkan Presdiden Obama pun tidak sungguh-sungguh dalam memberantas peredaran dan perdagangan narkoba di Afghanistan. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa 30 ribu orang yang tewas akibat penggunaan heroin, 90 persen berasal dari Afghanistan.

Lebih daripada itu, ada sebuah pernyataan menarik dari Antonio Maria Costa, Direktur Eksekutif United Nations Office of Drug Control (UNODC). Menurut pengungkapan Costa, dana narkoba (black budget) menjadi satu-satunya sumber modal saat krisis pendanaan pada akhir tahun.   Dan dana dari narkoba itu seringkali lolos audit dan laporan resmi, karena itu terdapat sejumlah kejadian dimana CIA tidak pernah memberikan laporan detil setiap operasi dengan siapa pun di Washington.

Maria Costa kiranya tidak berlebihan, mengingat CIA sejak dulu punya sejarah kelam bersekongkol dengan beberapa gembong mafia. Pada Perang Dunia II, CIA memanfaatkan pengaruh Lucky Luciano untuk menggalang dukungan rakyat Sicilia sebelum pendaratan pasukan Sekutu di pulau tersebut dan mengusir pasukan Jerman. Kini, CIA merentangkan tali kendalinya di berbagai belahan dunia yang diketahui sebagai pusat-pusat produksi opium di Segitiga Emas dan Afghanistan, kokain di Nikaragua maupun tempat lain. (Sofyan Ahmad, Narko-Kolonialisme Ala CIA, Majalah Intelijen No. 06/Th VIII/2011).

Mewaspadai Peredaran Narkoba di Indonesia dan Asia Tenggara

Mengingat karakteristik Narkoba sebagai bagian integral strategi AS menaklukkan negara-negara sasaran, kiranya mendesak bagi Indonesia untuk memantau secara intensif peredaran dan perdagangan narkoba di Indonesia. Dan Asia Tenggara pada umumnya.

Jika kita telisik sejak 1950, CIA mendukung pembentukan gerilyawan nasionalis Cina di Burma (Myanmar), grup yang masih mengendalikan setidaknya setengah suplai opium dunia, dan di Laos menciptakan bandar senjata  gelap Meo yang dimana komandannya mengolah heroin untuk dijual termasuk pada tentara Amerika di Vietnam Selatan.  Akhir 1969, laboratorium heroin menjamur di tiga perbatasan yang meliputi Burma, Thailand dan Laos. Hasil pengolahan heroin di Asia Tenggara tersebut mulai membanjiri Amerika Serikat dalam jumlah yang tak dapat diprediksikan, Efeknya tentu terlihat pada meroketnya jumlah pecandu narkoba.

Dari serangkaian fakta-fakta ini, secara historis analisis sudah bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa kawasan Asia Tenggara sampai hari ini masih tetap rawan sebagai basis sekaligus sarana peredaran dan perdagangan narkoba berskala regional di kawasan Asia Tenggara.

Bahkan menurut bocoran informasi dari dalam internal CIA itu sendiri, setidaknya telah teridentifikasi sekitar 21 pusat pengolahan opium yang terdapat di perbatasan tiga negara Myanmar, Thailand dan Laos. 7 di antaranya bahkan mampu memproduksi heroin kualitas 4 dengan kemurnian 90-99 persen. Adapun ketujuh laboratorium tersebut berlokasi  di Tachilek (Myanmar), Ban Houei Sai dan Nam Keung (Laos), dan Mae Salong (Thailand). Tentu saja saat ini lokasi tersebut sudah tidak bisa lagi dilacak jejaknya. Namun ketiga negara tersebut kiranya masih tetap menjadi basis, sarang dan sekaligus sarana peredaran narkoba di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya.

Lemahnya pengawasan di perairan laut Indonesia dan pelabuhan Tanjung Priok sudah terbukti beberapa waktu lalu sehingga peredaran narkoba berhasil lolos masuk ke wilayah kedaulatan kita. Dan bahkan menurut informasi yang sempat dilansir oleh sebuah stasiun televise swasta, telah melibatkan beberapa oknum TNI dalam melindungi peredaran dan penjualan narkoba tersebut.

Nampaknya, jaring laba-laba kekuatan asing sudah menanamkan �kuku-kuku� pengaruhnya di jajaran aparat keamanan Indonesia.

 

http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=11536&type=99#.UV7BFTdy02M

Dialog Nuklir; AS, Rusia, China, Perancis, Inggris, dan Jerman

Image635007861046940770Enam negara yakni AS, Rusia, China, Perancis, Inggris, dan Jerman menghelat kembali dialog nuklir Iran. Kali ini, Almaty, ibu kota Kazakstan, menjadi lokasi penyelenggaraan, tulis AP pada Jumat (5/4/2013).

Selama dua hari ke depan, mitra dialog enam negara itu adalah juru runding Iran. Sebelumnya, pembicaraan terakhir mengenai dugaan pengayaan uranium oleh Iran itu diselenggarakan pada Februari.

Dalam kesempatan itu, Kepala Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, meminta agar pihak Iran memberikan jawaban nyata dan resmi. "Hal ini diperlukan untuk membangun kepercayaan lebih baik," katanya.

Sampai kini, Iran dan pihak Barat memang belum menemukan kata sepakat terkait dugaan pengayaan uranium tersebut. Barat khawatir upaya Iran bisa menciptakan bom nuklir yang mengancam stabilitas dunia. Iran mengatakan bahwa program nuklirnya hanya dimanfaatkan untuk energi dan perdamaian.

Korut Makin Memanas

korutKorea Utara secara dramatis semakin memanaskan situasi di Semenanjung Korea. Pada Kamis (4/4/2013), Pemerintah Korea Utara mengatakan telah menyetujui serangan nuklir ke Amerika Serikat.


"Saat-saat ledakan terjadi semakin dekat," demikian pernyataan militer Korea Utara seraya mengingatkan perang dapat pecah "hari ini atau esok".


Ancaman baru Korea Utara ini muncul tak lama setelah kabar Amerika Serikat menyiagakan pertahanan misilnya di Guam dan mengerahkan dua kapal perusak ke perairan Korea Selatan.


Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan kantor berita KCNA, para jenderal Tentara Rakyat Korea memperingatkan Washington DC atas ancaman ini.
"Amerika Serikat akan dihantam misil berhulu ledak nuklir yang berukuran kecil, ringan, dan sudah direkayasa," demikian KCNA.


"Operasi militer tanpa ampun yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami yang sangat revolusioner akhirnya dievaluasi dan diratifikasi," demikian pernyataan Korea Utara.
Bulan lalu, Korea Utara mengancam akan melakukan serangan nuklir ke Amerika Serikat, dan pekan lalu panglima Angkatan Darat Korea Utara memerintahkan semua roket strategis dalam keadaan siaga tempur.

Kamis, 04 April 2013

Respon Ancaman Korut, AS Tempatkan Sistem Pertahanan Rudal Di Guam

Image-357Respon Ancaman Korut, AS Tempatkan Sistem Pertahanan Rudal Di Guam - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel mengatakan, dalam beberapa pekan mendatang, mereka akan mengerahkan sebuah sistem pertahanan rudal balistik atau yang dikenal dengan Terminal High Altitude Area Defense System (THAAD) di pangkalan Guam.

Hagel mengatakan, langkah tersebut merupakan langkah pencegahan, sekaligus memperkuat postur pertahanan regional untuk melawan ancaman rudal balistik Korut.

"Sebab, Korut terus menyebar ancaman berbahaya yang menimbulkan ancaman nyata dan jelas terhadapan kepentingan sekutu kami, yakini Korea Selatan (Korsel) dan Jepang," ujar Hagel.

Ancaman serangan yang dilontarkan Korea Utara (Korut) adalah sebuah bentuk bahaya yang nyata dan jelas terhadap AS dan juga sekutunya, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

"Saat ini, mereka punya kapasitas nuklir dan juga mampu melancarkan serangan dengan menggunakan rudal," ungkap Hagel.

"Kami menangapi ancaman itu dengan serius dan kami juga akan menyikapi ancaman tersebut dengan serius. Saat ini, kami sedang bekerja sama dengan pemerintah China dan sejumlah negara lain untuk meredakan situasi yang terjadi di Semenanjung Korea," terang Hagel

"Saya berharap Korut menghentikan retorika berbahaya ini," imbuh Hagel. Ia menuturkan, bahwa AS telah mencoba membujuk Korut.

"Ada jalan lain yang lebih bertanggung jawab bagi Korut untuk menciptakan perdamaian. Mereka harus bekerjasama dengan tetangga mereka dan juga menjadi bagian dari masyarakat internasional yang bertangggung jawab," terang Hagel.

Seperti diketahui, Staf Umum Tentara Korut, bahwa pemerintah negara komunis itu akhirnya setuju melancarkan serangan militer tanpa belas kasih kepada AS. Serangan yang akan dilancarkan oleh Korut akan melibatkan penggunaan senjata nuklir mutakhir.

"Ledakan dari senjata ini terjadi sangat cepat dan perang dapat pecah di Semenanjung Korea hari ini atau besok," ungkap pernyataan tersebut.

Wilayah Hawai Akan Jadi Sasaran Pertama Nuklir Korut

Image-356Wilayah Hawai Akan Jadi Sasaran Pertama Nuklir Korut - Tentara Korea Utara (Korut) mengatakan, pemerintah akhirnya setuju melancarkan serangan militer tanpa ampun ke Amerika Serikat (AS), Kamis (4/4/2013). Serangan tersebut kemungkinan akan melibatkan penggunaan senjata nuklir mutakhir.

"Korut secara formal rutin mengabarkan ke Washington, bahwa ancaman nekad AS akan dihancurkan oleh kekuatan nuklir mutakhir yang lebih kecil, ringan, dan tentunya menghasilkan serangan yang lebih berarti," ungkap pernyataan Staf Umum militer Korut, seperti dilansir KCNA, kantor berita Korut.

"Operasi tanpa ampun angkatan bersenjata revolusioner kami telah diuji dan disahkan," lanjut pernyataan tersebut.

Staf Umum militer Korut menambahkan, ledakan dari senjata ini terjadi sangat cepat. "Perang dapat pecah di Semenanjung Korea hari ini atau besok," ungkap pernyataan tersebut.

"Dalam kondisi ini, Staf Umum Tentara Korut akan bertanggung jawab atas semua operasi dan akan mengunakan tindakan militer yang sangat kuat dalam masa suksesi," lanjut pernyatan tersebut.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan ini, Korut selalu melancarkan ancaman provokastif, tidak hanya kepada AS tetapi juga terhadap tetangganya, Korea Selatan (Korsel). Sebulan yang lalu, Korut mengancam akan melancarkan serangan nuklir pendahuluan ke AS.

Kemudian, dua pekan yang lalu, pemerintah Korut memerintahkan militer untuk mengarahkan roket mereka dan bersiap melancarkan serangan ke wilayah daratan AS di Guam, Hawai, bahkan di Washington.

Pangkalan AS di Hawai dan Guam kabarnya berada dalam jangkauan rudal jarak jauh Korut. Tapi, keberadaan pangkalan AS di Jepang dan Korsel jauh lebih mencolok dari dua pangkalan tersebut.

Pernyataan Pemimpin Korut Kim Jong-un dilontarkan, setelah militer Korsel dan AS menandatangani penjanjian baru, sebuah protkol yang membahas respon provokasi terbatas atas aksi penembakan yang terjadi di wilayah perbatasan Korsel dan Korut.