Rabu, 28 November 2012

Pesawat 'Hantu' Gaza Kelabui Radar Israel

Image634897390861662500Mungkinkah pesawat mata-mata Palestina memiliki peran nyata dalam pertempuran delapan hari lawan Gaza beberapa waktu lalu. Jika demikian, kenapa keberadaannya tidak terdeteksi oleh pesawat-pesawat Israel.

Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Musa Abu Marzuq, mengatakan untuk pertama kali tentang kepemilikan pesawat tanpa awak oleh al Qassam.

''Pesawat ini memiliki peran dalam mendeteksi sejumlah target militer Zionis Israel,'' tegas Abu Marzuq kepada kantor berita Arab 'Quds Press' seperti dikutip Infopalestina.
Abu Marzuq menegaskan bahwa pesawat ini berhasil melakukan pengintaian udara dua kali sebelum agresi terakhir ke Jalur Gaza. Pesawat berhasil memotret dan mendeteksi target-target militer Zionis. 

Pesawat kembali ke pangkalan dengan selamat tanpa bisa dideteksi oleh teknologi canggih Zionis.
''Pesawat 'hantu' itulah yang langsung ada dalam benak orang,'' tulis Infopalestina. ''Apakah itu berupa pesawat pembunuh Amerika berukuran besar yang mampu terbang tinggi membawa peralatan teknologi canggih sehingga sulit dideteksi oleh radar?''

Yang pasti, tulis Infopalestina, perlawanan Palestina nampaknya telah mampu mengembagkan pesawat 'hantu' yang tidak terdeteksi oleh radar. Karena jika tidak, pastilah penjajah Israel sudah menjatuhkannya dengan segera.
Abu Marzuq menegaskan bahwa kemampuan Brigade Alqassam masih selamat seratus persen. Bahkan, Alqassam mengembangkannya lebih banyak lagi.

�Sekarang ini ada uji coba yang sukses membuat pesawat tanpa awak. Pesawat ini berhasil melakukan dua uji coba sebelum perang mengambil gambar sejumlah target dan kembali dengan selamat,� katanya.

Sekutunya Dukung Palestina, Amerika Berang

Image634897388650881250Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tidak setuju dengan sikap Prancis, salah satu sekutu terdekatnya, yang akan mendukung peningkatan status Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Kami jelas tidak setuju dengan sekutu terlama kami itu tentang masalah ini. Mereka tahu bahwa kita tidak setuju dengan mereka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.

"Tetapi keputusan itu adalah kedaulatan mereka untuk melakukan, bagaimana akan melanjutkan."

Dia menegaskan bahwa jika pemungutan suara dilakukan seperti yang direncanakan di dalam sidang Majelis Umum PBB pekan ini, Amerika Serikat akan memilih menolak permintaan Palestina, yang Washington anggap sebagai satu "kesalahan."

"Kami berfokus pada tujuan kebijakan di lapangan untuk rakyat Palestina, untuk orang-orang Israel, yang berakhir dengan terbentuknya dua negara yang dapat hidup berdampingan secara damai," kata Nuland kepada wartawan.

"Tidak ada dalam aksi ini di PBB akan membawa Palestina kepada setiap yang lebih dekat dengan ... Jika ada pemungutan suara, kita akan memilih 'tidak'."

Prancis adalah kekuatan utama Eropa pertama yang menyuarakan persetujuannya dengan langkah Palestina untuk meningkatkan status pengamat permanen saat ini di PBB, sementara itu Inggris telah mengatakan belum memutuskan sikapnya.

Usulan Palestina diatur untuk mencapai status itu karena memiliki dukungan mayoritas dari 193 negara anggota PBB, dengan para diplomat memprediksi bahwa antara 11 dan 15 negara Uni Eropa bisa mendukung usulan Palestina.

Di tengah kesibukan upaya diplomatik AS untuk mencoba mencegah pemungutan suara itu, Nuland juga menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Hillary Clinton telah berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengenai masalah ini.

"Ini, Anda tahu, adalah panggilan Inggris bagaimana mereka ingin bersikap tentang hal ini ke depan. Mereka tahu persis di mana kita berdiri," katanya.

AS percaya bahwa langkah Palestina "mengobarkan situasi antara para pihak, membuat lebih sulit bagi mereka untuk kembali ke meja perundingan, dan membuat situasi politik makin sulit di antara mereka," katanya.

Selasa, 06 November 2012

Pengertian Metode AHP


Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. 


Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. 


Proses hierarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Ada dua alasan utama untuk menyatakan suatu tindakan akan lebih baik dibanding tindakan lain. 

Alasan yang pertama adalah pengaruh-pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena suatu ukuran atau bidang yang berbeda dan keduanya menyatakan bahwa pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh tindakan tersebut yang satu dapat dicapai dengan pemburukan lainnya. Kedua alasan tersebut akan menyulitkan dalam membuat ekuivalensi antar pengaruh sehingga diperlukan suatu skala luwes yang disebut prioritas. 

AHP didasarkan atas 3 prinsip dasar yaitu : 

1. Dekomposisi 

Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian-bagian secara hierarki. Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif. Tiap himpunan alternatif mungkin akan dibagi lebih jauh menjadi tingkatan yang lebih detail, mencakup lebih banyak kriteria yang lain. Level paling atas dari hirarki merupakan tujuan yang terdiri atas satu elemen. Level berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen, di mana elemen-elemen tersebut bisa dibandingkan, memiliki kepentingan yang hampir sama dan tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. Jika perbedaan terlalu besar harus dibuatkan level yang baru. 

2. Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments). 

Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas. 

3. Sintesa Prioritas

Sintesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya.